
Butuh keberanian yang tinggi saat Reina memutuskan untuk melakukan hal ini pada Alan, karena selama dirinya menikah baik dengan Dava maupun dengan Alan belum pernah Reina seberani ini.
" Reina ingin menjadi istri yang baik yang akan melayani kakak sepenuh hati " ucap Reina sambil menundukkan wajahnya karena tak berani menatap ke arah alan meski mereka sudah sebulan ini menjadi suami istri.
" sayang " jujur Alan merasa terharu dengan apa yang Reina ucapkan bahkan Alan mendengar ketulusan dari nada suara yang Reina ucapkan padanya.
" tapi kita tidur bersama dengan Reva " bisik Alan sambil memeluk Reina dari belakang sambil menghadap. Pada Reva yang sudah tertidur pulang.
" sofa " tunjuk Reina yang seperti nya sedang sangat bersemangat ingin memuaskan Alan malam ini.
" tunggu sayang, apa kamu baik baik saja ? " tanya Alan yang sedikit heran dengan rasa menggebu yang Reina tunjukan padanya malam ini.
" Reina baik, hanya saja Reina ingin bisa melakukan itu sama kakak malam ini " ucap Reina yang sejujurnya Reina pun bingung dengan apa yang dia inginkan saat ini.
" apa mungkin ini keinginan Alan junior yang kini sudah tumbuh di dalam sini ?" tebak Alan sambil mengelus lembut perut Reina yang masih sangat rata.
" Reina ngga tau, tapi mang harusnya Reina Senin kemarin sudah datang bulan " ucap Reina yang tiba tiba saja teringat dengan jadwal datang bulannya bulan ini.
" baiklah, besok kita periksa ya biar semuanya jelas " ucap Alan sambil mencium lembut pundak Reina yang sebelumnya sudah Alan tanggalkan jubah yang tadi sempat di pakai Reina.
" semoga apa yang kita harapkan benar terjadi dan Reva bia segera memiliki adik " ucap Alan setelah meninggalkan jejak tengkuk leher Reina.
" aamiin " ucap Reina di sela sela nikmat yang mulai Alan berikan untuknya karena prinsip Alan iya lebih mengutamakan kepuasan dan kebahagiaan Reina lebih dulu di bandung dirinya.
Sedangkan di rumah besar atau lebih tepatnya di rumah pak Edric Brian dan cecilia baru saja sampai di rumah mereka setelah mereka berdebat dengan papanya di rumah Nabila tadi.
" apa kakak tetap akan membiarkan papa menikah dengan Tante Nabila ?" tanya cecilia yang ingin tau keputusan apa yang akan Brian berikan untuk papanya yang seperti nya sedang mengalami puber kedua.
__ADS_1
" entah lah "
" di sisi lain Kaka ingin papa bahagia di hari tuanya tapi Kaka juga tak bisa jika tak memiliki Reina dalam hidup kakak " ucap Brian.
" itu berarti kamu masih belum dewasa dan kamu belum bisa mengerti apa makna cinta yang sesungguhnya " ucap pak Edric yang tak sengaja mendengar apa yang di ucapkan Brian pada adiknya tadi.
" maksud papa apa ? Apa di usian Brian yang sudah menginjak kepala tiga apa tidak menunjukan jika Brian sudah dewasa ?" tanya Brian yang tak percaya jika papanya sendiri yang mengatakan itu semua tentang dirinya.
" karena jika kamu benar benar sudah dewasa dan sudah bisa berpikir jernih kamu tidak akan memaksakan apa yang kamu inginkan pada orang lain " ucap pak Edric pada putranya.
" karena tingkat tertinggi dalam mencintai orang lain adalah kamu akan merelakan apapun yang bisa membuat wanita yang kamu cintai bahagia meski bukan bersama kamu " ucap pak edric.
" dan itu pun berlaku juga untuk kamu sayang " ucap pak Edric sambil melihat ke arah cecilia putrinya yang kini sudah tumbuh menjadi wanita dewasa.
" tapi pah, kenapa harus Tante Nabila ? Apa tidak ada wanita lain yang bisa papa jadikan istri pengganti mendiang mama ?" tanya cecilia menanyakan alasan kenapa harus dengan wanita yang jelas jelas sudah pernah merusak rumah tangga papa dan mamanya dulu.
" dan papa juga yakin jika Tante Nabila membantu kalian karena ada alasan lainnya "
" dan jika memang Tante Nabila serius ingin memisahkan alan dan Reina pasti Tante Nabila akan melakukannya dengan cukup serius dan tak akan tinggal diam "
" tapi lihatlah bahkan hingga saat ini Alan dan Reina masih bersama " ucap pak Edric.
" dan satu lagi, papa dan Tante Nabila akan menikah hari Sabtu ini " Setelah mengatakan itu pak Edric pun bangkit dari duduknya meninggalkan putra putrinya yang dari tadi hanya diam mendengarkan apa yang pak Edric bicarakan.
Brian yang kini malah bimbang dengan semua yang di katakan papanya pun memilih mengistirahatkan tubuh dan pikirannya berharap esok saat dirinya bangun tidur tuhan sudah memberikan jalan dari semua keraguan yang ada di hati ya saat ini.
Begitu pun dengan cecilia yang juga kini sudah masuk ke dalam kamarnya, hingga akhirnya semuanya di buai oleh malam yang begitu dingin dan gelap seolah hari akan hujan hanya saja tertahan di ujung awan.
__ADS_1
" huekkk huekkk " Reina yang mendadak mual saat dirinya masih terlelap pun akhirnya bangun dan langsung berlari menuju kamar mandi yang ada di dalam kamarnya dan hal itu mengusik tidur lelapnya Alan.
" sayang, kamu kenapa ? Tanya alan yang kini sudah itu berdiri di belakang Reina yang masih mengeluarkan isi perut yang bahkan belum di isi apapun.
" entah lah kak, mungkin akibat Reina mandi malam jadi Reina masuk angin " ucap Reina yang tak ingin suaminya terlalu mengkhawatirkan dirinya.
" kita ke rumah sakit pagi ini ok "tanya Alan yang tak ingin sesuatu yang buruk menimpa Reina.
" papa, bunda kenapa ?" tanya Reva yang baru saja bangun dari tidurnya.
" papa juga ngga tau, nanti kita ajak Bunda ke rumah sakit ya " ucap Alan yang kini sudah menuju tempat tidur sambil menuntun Reina yang terlihat pucat dan lemah.
" sayang tunggu di sini ya temani bunda, papa mau ambilkan makanan dan susu untuk bunda " ucap Alan sambil menuntun Reva untuk kembali menaiki tempat tidur nya.
Alan pun keluar dari kamarnya tapi siapa sangka saat Alan keluar di saat yang bersamaan bunda Agnia.
" Reina mana Alan?" tanya Agnia pada anak angkatnya sekaligus menantunya saat tak melihat Reina turun dari tangga rumahnya.
" apa mungkin Reina hamil !!
✍️✍️✍️ apa benar jika Reina hamil ? Dan bagaimana dengan sikap Brian dan cecilia setelah mendengar semua penjelasan papanya tadi malam ?
Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi update nya
Jangan lupa like dan tinggalkan jejak biar R-kha lebih semangat lagi update nya
Love you moreee 😘😘😘
__ADS_1