
Nabila yang baru saja sadarkan diri langsung turun dari tempat tidur rumah sakit meski suster dan dokter sudah berusaha menahannya tapi Nabila bersikeras untuk turun karena ada yang jauh lebih penting dari kesehatan nya selama ini.
" kamu hanya anak mama " ucap Nabila yang sudah memeluk Alan seperti seorang anak kecil yang takut jika mainan kesayangannya di ambil paksa.
" mah, kenapa mama pucat seperti ini " ucap Alan saat melihat wajah Nabila yang terlihat pucat dengan tubuh yang terasa dingin.
" mama tidak apa apa " ucap Nabila meski harus menahan sakit yang terus menggerogoti tubuhnya.
" mama mu berbohong Alan ? Saya "
" papa tak sengaja bertemu ibu kamu di lobi rumah sakit dan tak lama mama kamu tak sadarkan diri " ucap pak Edric yang yakin jika ada yang di sembunyikan Nabila dari Alan putra mereka.
" anda bukan papa saya " ucap Alan yang tak suka mendengar pak Edric mengakui dirinya sebagai seorang ayah.
" baiklah jika kamu masih menolak saya sebagai ayah mu, tapi tolong jangan tolak saya untuk membantu mama mu agar mama mu mendapat penanganan dan pemeriksaan yang layak agar tidak terlambat " ucap pak Edric membujuk Alan.
" saya mampu memberikan yang terbaik untuk mama saya, jadi saya tidak perlu bantuan anda " ucap Alan yang kini sudah tak merasakan sakit akibat kecelakaan pagi tadi.
" sayang tolong bantu mama untuk melakukan medical cek up agar kita tau apa yang terjadi pada mama " ucap Alan yang kini sudah hilang rasa marahnya pada sang mama meski sempat memintanya berpisah dari Reina.
" baik kak, mari mah " ucap Reina sambil menuntun Nabila tapi langkah Nabila terlihat sangat berat meninggalkan Alan dengan Edric laki laki dari masa lalunya.
" mama harus percaya jika kakak pasti bisa mengatasi semuanya dan yang harus mama pikirkan hanya fokus pada medical check up yang akan mama jalani untuk membuat kak Alan tenang " bisik Reina agar Nabila mau pergi dengannya.
" apa kamu yakin ?" tanya Nabila yang masih berat meninggalkan Alan bersama Edric.
" mama percaya sama kak Alan ?" tanya Reina pada ibu mertuanya, Nabila pun melihat ke arah Alan dan tak lama nabila melihat ke arah Reina yang tak terpengaruh dengan sikapnya yang jelas jelas pernah menolak nya secara terang terangan.
__ADS_1
" kamu benar, mama harus bisa percaya jika Alan bisa mengatasi semuanya " ucap Nabila yang akhirnya memilih untuk pergi bersama Reina yang ternyata memiliki hati yang tulus dan lembut meski sudah iya lukai berkali kali.
Setelah kepergian Reina dan Nabila, Alan pun melihat ke arah pak Edric yang memang terlihat mirip dengannya, sama halnya dengan Alan dimana pak Edric pun kini baru menyadari beberapa kemiripan yang dirinya dan Alan miliki.
" apa kamu masih memungkiri jika saya adalah ayah kamu ? setelah beberapa bukti kemiripan yang kita miliki ?" tanya pak Edric berharap Alan dengan mudah mengakuinya.
" katakan pada saya apa tujuan anda datang menemui saya dan ibu saya ?" tanya Alan yang tak ingin ibunya kembali di sakiti dan di tinggalkan oleh orang yang sama.
" apa anda hanya ingin menyakitinya lagi lalu setelah itu pergi meninggalkan nya seperti dulu ?" tanya Alan meski Alan tidak tau secara pasti penyebab kepergian pak Edric dari sisi mamanya.
" apa kamu akan percaya jika saya menceritakan semuanya ?" tanya pak Edric yang kini sudah duduk di dekat Alan tempat yang tadi di tempati oleh Reina sebelum meninggalkan ruangan ini untuk menemani Nabila.
" jika anda memang ingin cerita maka ceritakan saja dan jangan memikirkan apa saya akan percaya atau tidak, karena hak untuk percaya atau tidak ada pada diri saya sendiri dan anda tidak bisa menuntut itu dari saya " ucap Alan.
Melihat sikap Alan membuat pak Edric tersenyum karena bagaimanapun sikap dan sifat Alan sangat mirip dengan sikap dan sifatnya waktu muda.
" saya dan ibumu bertemu di kantor tempat mu bekerja saat ini, dan kamu tau saat itu usia saya masih sangat muda dengan gejolak yang masih sangat tinggi " ucap pak Edric mengenang saat pertama bertemu dengan Nabila yang masih sangat lugu.
" kedekatan kami semakin intens saat saya memutuskan mengangkat Nabila menjadi sekretaris saya kala itu hingga akhirnya kami memutuskan menikah siri karena hubungan kami sudah semakin jauh " ucap pak Edric.
" tapi sepintar apapun kami menutupi pernikahan kami akhirnya pernikahan itu tercium keluarga istri saya yang memiliki kuasa atas perusahaan yang saya jalan kan selama ini "
" dan entah siapa yang datang menemui mama mu hingga mama mu meninggalkan saya tanpa ada penjelasan dan di saat yang bersamaan saya menemukan alat tes kehamilan yang saya yakini jika mama mu mengandung buah cinta kami " ucap pak Edric yang kini sudah terlihat sangat sedih saat mengingat kepergian Nabila bak di telan bumi.
" hingga akhirnya sebulan yang lalu saya tak sengaja melihat mama mu di rumah sakit ini tapi lagi lagi aku kehilangan jejaknya " ucap pak Edric panjang lebar.
" jika kamu bertanya apa selama ini saya tidak berusaha mencari kalian !! Jawaban saya selalu mencari kalian tapi mungkin Tuhan masih belum mengijinkan saya bertemu dengan mama Bu dengan mudah "
__ADS_1
" lalu untuk apa anda menemui mama lagi sekarang ? Apa hanya ingin saya mengakui anda sebagai ayah kandung saya ?" tanya Alan.
" atau anda hanya ingin menyakiti hati mama dan kembali meninggalkan mama dalan kesedihan ?" tanya Alan karena bagaimana pun Alan sangat menyayangi mamanya.
" saya ingin kembali merajut pernikahan saya dan mama mu yang pernah terputus tanpa kejelasan " ucap pak Edric penuh keyakinan.
" dan kita bisa menjadi keluarga yang bahagia " ucap pak Edric.
" apa anda berpikir jika pak Brian dan Cecilia bisa menerima pernikahan kalian dan menerima mama sebagai bagian dari keluarga mereka ?" tanya Alan yang tak ingin ibunya tidak di terima oleh keluarga barunya nanti.
" saya yakin jika Brian dan Cecilia bisa menerima Nabila menjadi ibu sambung mereka "ucap pak Edric penuh keyakinan.
Lain halnya dengan Natasha yang kini sudah selesai menjalani pemeriksaan dengan sangat teliti, meski harus melewati beberapa tahap yang membuat Nabila takut jika apa iya terka benar adanya.
" mama kenapa ?" tanya Reina yang merasa jika Nabila terlihat sangat khawatir.
" mama baik baik saja " ucap Nabila hanya untuk membuat Reina tenang.
" mama hanya minta sesuatu sama kamu, bahagia kan Alan dan jangan pernah membuat Alan sedih seperti yang sering saya lakukan padanya "
" sebenarnya apa yang mama sembunyikan ? Kenapa seolah olah mama seperti sedang menitipkan kak Alan pada Reina dan mama akan pergi jauh "
" katakan mah, mama baik baik saja kan ? Mama tidak sedang sakit kan ?
✍️✍️✍️ apa mungkin apa yang di katakan Nabila memang pesan terakhir seorang ibu pada anak menantunya ?? Dan Alan akan mengakui jika Edric adalah ayah kandungnya ? Dan bagaimana dengan Brian dan Cecilia saat mengetahui semua nya ??🤔🤔
Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi update nya
__ADS_1
Jangan lupa like dan tinggalkan jejak biar R-kha lebih semangat lagi update nya
Love you moreee 😘😘😘