Wasiat Cinta ( Ayah Untuk Putriku )

Wasiat Cinta ( Ayah Untuk Putriku )
Hari bahagia


__ADS_3

Malam ini adalah malam pernikahan Nabila dan juga pak Edric, tapi meski Nabila menyiapkan semuanya secara sederhana tapi tak mengurangi kebahagiaan yang terlihat jelas dimata keduanya, dan itu bisa terlihat jelas oleh semua yang hadir di sana termasuk Agnia dan juga sultan yang di minta hadir oleh Alan untuk menjadi saksi pernikahan ibu dan ayahnya.


" selamat ya bil, mas harap ini adalah pernikahan mu yang terakhir dan kamu bisa menemukan kebahagiaan yang selama ini kamu cari " doa tulus sultan untuk Natan istrinya yang bahkan pernah menorehkan luka di hatinya.


" terima kasih atas doa mu, dan aku janji akan selalu membahagiakan Nabila semampu dan sekuat diriku dan tak akan pernah aku biarkan Nabila mengeluh pada siapapun selain menceritakan kebahagiaan yang iya rasakan bersama ku " ucap pak Edric yang ingin sultan tak mengkhawatirkan Nabila lagi karena sudah ada dirinya yang akan selalu ada untuk Nabila mulai saat ini


" memang harus seperti itu " ucap Agnia yang merasa jika suami Nabila sedikit cemburu pada suaminya yang bahkan tak pernah melirik wanita lain selama pernikahan.


Acara pernikahan yang terbilang cukup sederhana itu pun akhirnya berakhir dengan rasa lelah yang di rasakan Nabila dan juga pak Edric.


" mah, kami pulang dulu" ucap cecilia dan juga Brian yang tak ingin mengajak Nabila untuk tinggal di rumah besar mereka.


" baiklah, kalian hati hati di jalan " jawab Nabila yang tak ingin memaksa jika cecilia dan Brian masih sulit menerima dirinya meski panggilan dari keduanya sudah terucap tapi Nabila masih belum merasakan ketulusan dari panggilan itu untuk dirinya.

__ADS_1


" Alan sama yang lainnya juga pamit pulang mah" ucap Alan yang langsung beranjak dari tidur di ikuti oleh ayah dan bundanya termasuk Reina .


Alan dan yang lainnya kini baru saja sampai di rumah sultan, sedangkan Reva sudah terlelap dalam pangkuan Agnia.


" kalian istirahat lah, Biar Reva tidur sama Bunda aja " ucap Agnia yang yakin jika saat ini Reina sedang butuh perhatian yang besar dari suaminya.


" terima kasih Bunda " ucap Alan yang juga ingin sekali segera beristirahat karena tubuhnya yang sangat lelah.


Alan dan Reina pun kini sudah menuju kamar mereka untuk beristirahat, meski terkadang dalam kelelahan pun Alan selalu siaga saat Reina meminta haknya seolah tak pernah ada kata lelah bagi Alan demi kebahagiaan Reina.


" sudah, dan papa harap Bunda menerima semuanya jika kelak apa yang kita hadapi tidak lah mudah " ucap Alan yang kini sudah mendudukkan Reina di atas pangkuan nya.


" kamu tau sayang jika Kaka pernah membayangkan kelak akan melakukan ini bersamamu " ucap Alan sambil terus membelai perut Reina yang sudah mulai membuncit.

__ADS_1


" dan sekarang kakak tidak perlu membayangkan, bahkan kakak bisa melakukan lebih dari ini "ucap ucap Reina yang mungkin karena pengaruh hormon kehamilan membuat Reina semakin agresif.


Lain halnya dengan Brian dan cecilia yang masih belum bisa menerima Nabila yang kini sudah sah menjadi ibu sambungnya.


" apa Kaka akan melunak dan membiarkan Tante Nabila tinggal di rumah kita ini?" tanya cecilia yang tak ingin posisi ibunya di gantikan oleh siapapun tanpa terkecuali.


" entah, tapi kakak harap itu bisa kita gunakan untuk menekan Alan Agar tak keluar dari perusahaan kita "


" maksud kakak apa ?"


✍️✍️✍️ dalamnya lautan mungkin bisa kita ukur tapi dalamnya hati tidak akan pernah bisa kita Selami.


Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi update nya

__ADS_1


Jangan lupa like dan tinggalkan jejak biar R-kha lebih semangat lagi update nya


Love you moreee 😘😘😘


__ADS_2