
Alan tidak akan mentolerir siapapun yang ingin mengganggu bahkan menghancurkan rumah tangganya sekalipun itu saudara kandungnya sendiri.
" Alan, kamu tenang dulu, jangan terbawa emosi " ucap sultan yang tau apa yang di rasakan Alan saat ini.
" tapi yah, untuk apa Alan menghormati saudara Alan yang bahkan ingin menghancurkan kebahagiaan saudaranya yang lain demi ambisi mengatasnamakan cinta " ucap Alan yang tak ingin mengalah begitu saja.
" tapi kamu bisa bicara baik baik " ucap sultan yang masih mencoba menenangkan Alan sedangkan Reina yang sudah mulai kesal dengan sikap Cecilia dan juga Brian yang tidak menghormati hubungan orang lain akhirnya buka suara.
" maaf pak Brian dan Cecilia jika ucapan saya kurang sopan atau mungkin akan menyinggung perasaan kalian " ucap Reina yang akhirnya buka suara.
" apa kalian pikir memiliki seseorang dari hasil merebut akan bisa memberikan kalian kebahagiaan ? "
" kalian tau ? Yang kalian rasakan itu bukan lah cinta tapi ambisi dan obsesi yang akan melukai harga diri kalian andai kalian tidak mendapatkan apa yang kalian inginkan " ucap Reina tegas.
" maaf mah, Reina dan Kaka Alan pulang dulu, lain kali kami kesini lagi " ucap Reina yang langsung menggandeng Alan dan mulai mengikuti sultan yang sudah jalan lebih dulu.
Setelah kepergian Alan Reina dan sultan pak Edric baru membuka suaranya karena mulai paham setelah mencerna apa yang di katakan Reina tadi.
" apa kalian puas ? tapi papa sadar mungkin ini kesalahan papa yang selalu memberikan apa yang kalian minta selama ini hingga kalian tidak bisa menghargai milik orang lain hingga kalian berambisi untuk merebut apa yang bukan milik kalian "
" apa kalian juga ingin mengambil kebahagiaan papa dan Tante Nabila ? "tanya pak Edric pada kedua anaknya.
" terserah jika kalian tak merestui keputusan yang sudah papa ambil karena papa akan tetap pada keputusan papa yang akan menikahi Tante Nabila dengan atau tanpa restu kalian " ucap pak Edric sambil menggenggam tangan Nabila dan di akhiri kecupan di punggung tangan nabila.
" tapi mas " Nabila yang mendapat perlakuan seperti itu mendadak tersipu malu.
" biarkan saja, sudah cukup cinta kita terpisah " ucap Edric yang masih sangat yakin jika Nabila masih mencintainya.
" apa papa tidak takut jika Tante Nabila hanya menginginkan harta papa saja !!" ucap Cecilia yang semakin membuat Nabila merasa tidak yakin jika dirinya dan pak Edric bisa bersama.
" asal papa tau jika Tante Nabila mau menghancurkan rumah tangga anaknya hanya demi uang " ucap Cecilia.
" papa tau, tapi kalian tidak tau alasan di balik Tante Nabila melakukan hal itu " ucap pak Edric.
__ADS_1
" sudah lah mas, jangan membela Nabila yang sudah terlanjur buruk di mata cecilia dan Brian " ucap Nabila yang tak ingin hubungan Edric dan kedua anaknya hancur.
" baiklah jika seperti itu, tapi kita akan tetap menikah meski tanpa restu dari mereka " ucap pak Edric yang tetap pada pendiriannya.
" baiklah jika itu yang mas mau, Nabila harap mas tidak akan pernah menyesal " ucap Nabila yang sangat tau bagaimana sifat pak Edric yang tak berubah meski waktu sudah memisahkan keduanya.
Lain halnya dengan Alan Reina dan sultan yang baru saja sampai ke rumah sultan dan Agnia yang langsung di sambut oleh Agnia yang saat ini sedang menggendong Reva yang terlihat sangat merindukan kedua orang tuanya.
" papa "
" Bunda " teriak Reva yang langsung turun dari gendongan Agnia dan menghampiri Alan baru setelah itu Reina.
" uh anak bunda kayaknya kangen banget sama bunda " ucap Reina yang masih menggendong Reina.
" Reva kan memang kangen sama bunda dan papa" ucap Reva yang masih senang bergelayut manja di leher Reina.
" sayang, bundanya keberatan gendong papa aja ya ?" ucap Alan yang tak ingin membuat Reina kelelahan agar Reina bisa segera hamil dan mengandung buah hatinya agar tidak ada lagi yang berusaha menghancurkan rumah tangga nya.
" ngga papa pah, Reva pasti kangen sama bunda"
" he em " ucap Reva yang kini sudah menyembunyikan wajahnya di tengkuk leher Reina.
" sudah lah biarkan Reva menyalurkan rasa rindunya pada Bundanya " ucap Agnia yang langsung mengajak semuanya untuk masuk kedalam rumahnya karena hari sudah semakin sore.
" sayang ada yang harus ayah bicarakan sama kamu " ucap sultan yang langsung menarik tangan Agnia menuju kamar mereka.
" apa sih yah, seperti nya serius sekali " ucap Agnia yang tetap mengikuti suaminya yang sudah memasuki kamar mereka.
Sultan langsung menutup kamarnya setelah Agnia masuk ke dalam kamarnya bahkan sultan menuntun Agnia agar duduk di pinggir tempat tidur nya.
" sayang, kami tau hari ini ayah datang ke rumah Nabila atas permintaan Alan sebelum keluar dari ruang rawatnya " ucap sultan yang sudah duduk di depan Agnia
" lalu ?" Agnia masih terlihat santai setelah mendengar ucapan sultan suaminya.
__ADS_1
" ternyata ayah kandung Alan sudah kembali dan yang lebih parahnya ayah kandung Alan adalah ayah dari atasan Alan di kantor dan juga ayah dari wanita yang selalu berusaha mengganggu hubungan Alan dengan Reina " ucap sultan yang berhasil membuat Agnia tak percaya dengan apa yang di sampaikan sultan padanya.
" lalu apa mereka akan kembali bersama ?" tanya Agnia yang akan ikut bahagia selama tidak mengganggu kehidupan keluarga nya.
" entahlah karena kami langsung pulang setelah atasan Alan dan wanita itu datang yang membuat Alan emosi " ucap sultan apa adanya.
" bagi Bunda apapun yang akan mba Nabila putuskan selama itu yang terbaik untuknya kita hanya bisa mensupport nya karena itu juga akan berpengaruh pada kebahagiaan Alan dan juga Reina "
" ayah juga berpikir seperti itu " ucap sultan yang langsung merebahkan tubuhnya dan tak lupa sultan pun menarik tubuh Agnia yang langsung Sultan peluk dengan sangat erat.
" nenek.. Kakek.. Di panggil ayah " teriak Reva dari luar pintu kamar Agnia.
" ayah ihhh, masih sore " ucap Agnia yang kembali membenarkan pakaian nya yang di buat berantakan oleh sultan.
Sultan hanya memberikan senyum yang begitu menggoda pada Agnia, sedangkan Agnia hanya menggelengkan wajahnya melihat tingkah sultan yang masih sangat bernaf su meski usia mereka sudah tidak muda lagi.
" dimana papa sama bunda ?" tanya Agnia yang sudah keluar dari kamarnya dimana Reva masih menunggunya di depan pintu kamarnya.
" di depan " ucap Reva sambil menarik tangan Agnia agar mau mengikutinya, dan tak butuh waktu lama kini Agnia sudah ada di depan Alan dan juga Reina yang terlihat sedang berdiskusi serius.
" ada apa sayang ?" tanya Agnia yang merasa jika ada hal serius yang ingin Alan sampaikan padanya.
" Bun, boleh kah untuk saat ini kami tinggal di sini lebih lama ?"
" Alan takut jika pak Edric dan cecilia nekad melakukan hal buruk hanya demi emosi dan ambisinya.. "
" lalu bagaimana dengan mama mu? Apa dia akan aman di sana. ??
✍️✍️✍️ pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi update nya
Jangan lupa like dan tinggalkan jejak biar R-kha lebih semangat lagi update nya
Love you moreee 😘😘😘
__ADS_1
"