Wasiat Cinta ( Ayah Untuk Putriku )

Wasiat Cinta ( Ayah Untuk Putriku )
Izin dari Tuhan


__ADS_3

Mungkin ini adalah hukuman menurut pemikiran Nabila Diman dirinya pernah berusaha menghancurkan pernikahan Agnia dan sultan, di usianya yang sudah tak muda lagi Nabila sering sakit sakitan tapi Nabila masih tidak berani memeriksakan diri karena rasa takut yang menghantui pikirannya.


" mama juga ngga tau, kita lihat saja nanti hasil medikal check up" ucap Nabila yang tak ingin mendahului hasil yang belum keluar.


" ayo kita ke kamar Alan dan mama harap Alan tidak akan mudah percaya dengan apa yang di katakan pak Edric padanya " ucap Nabila yang masih memikirkan bagaimana Alan dan Edric di sana.


" tapi mah, apa memang pak Edric itu ayah kandung kak Alan ?" tanya Reina yang hanya ingin tau yang sebenarnya.


" dia hanya laki laki pengecut yang tak berani bersikap dan terlalu takut kehilangan harta " ucap Nabila saat mengingat apa yang terjadi saat dirinya baru saja mengetahui jika dirinya sedang mengandung Alan.


Reina pun memilih bungkam karena Reina yakin jika Nabila ibu mertuanya masih memerlukan waktu untuk berdamai dengan masa lalu, dan tak terasa jika kini Reina dan Nabila sudah sampai di depan ruang rawat Alan.


Reina pun mendorong pintu ruang rawat Alan dan ternyata pak Edric masih ada di dalam bahkan pembicaraan mereka pun terhenti saat Reina dan Nabila masuk ke dalam kamar Alan.


" kak, apa pembicaraan kakak masih belum selesai ?" tanya Reina karena Alan masih butuh banyak istirahat.


" mama pulang dulu kalo begitu, Reina kabari mama jika Alan sudah boleh pulang " ucap Nabila yang sudah jauh lebih baik sikapnya pada Reina dan hal itu membuat Alan tersenyum karena kini dua wanita yang berarti dalam hidupnya bisa saling menerima.


" biar aku yang antar kamu pulang dan aku tak menerima penolakan untuk hal ini " ucap pak Edric yang langsung menggenggam tangan Nabila tanpa rasa malu ataupun risi tapi tidak dengan Nabila yang merasa malu dan tak nyaman mendapat perlakuan seperti itu dari laki laki dari masa lalunya.


" jangan buat mamaku menangis jika tidak anda akan berhadapan dengan ku " ucap Alan yang mencoba percaya jika laki laki yang mengaku sebagai ayahnya dan ingin memperbaiki hubungannya dengan Nabila.


" kamu bisa pegang kata kata papa kali ini " ucap Edric yang memilih membiasakan Alan untuk bisa memanggilnya dengan panggilan papa.


Nabila menatap ke arah Alan dan tak lama Alan pun mengangguk seolah merestui atau mungkin mengizinkan ibunya untuk di antar oleh pak Edric,


Nabila pun akhirnya pulang di temani oleh pak Edric meski Alan masih belum bisa menerima jika pak Edric adalah ayah kandungnya tapi Alan akan mengizinkan ibunya jika memang ingin kembali pada pak Edric selama tidak menghancurkan rumah tangga orang lain lagi.

__ADS_1


" kak, sebaiknya Kaka istirahat biar kakak bisa cepat sehat dan kita bisa pulang ke rumah dan berkumpul dengan Reva lagi " ucap Reina yang tiba tiba saja merindukan putri semata wayangnya.


" maafkan papa ya, sudah membuat kamu berpisah dengan Reva untuk sementara waktu " ucap Alan yang malah berpikiran lain dari yang di maksudkan Reina.


" kenapa papa berpikir seperti itu ? bunda hanya ingin papa cepet sehat " ucap Reina sambil menggenggam tangan Alan agar Alan tidak salah penafsiran tentang ucapannya.


" iya maaf, mungkin papa sedang banyak pikiran di tambah ada laki laki yang tiba tiba saja mengaku sebagai ayah papa yang selama ini papa cari " ucap Alan yang terlihat sedih saat membahas pak Edric.


" tapi apa papa merasakan getaran jika berbicara dengan pak Edric karena bagaimanapun di antara kakak dan pak Edric pasti ada ikatan batin yang bisa di rasakan jika kalian berdekatan meskipun kalian baru saja bertemu.


" entahlah, tapi yang jelas papa bisa melihat kemiripan di wajah kami berdua " ucap Alan seperti yang iya pikirkan.


" lalu kenapa papa mengijinkan mama untuk pulang dengan pak Edric ?" tanya Reina yang penasaran dengan sikap Alan.


" papa hanya ingin mama bahagia dan jika memang bersama dengan pak Edric bisa membuat mama bahagia maka papa akan membiarkan mama mengambil jalannya sendiri, karena kita pun tidak akan sanggup jika di pisahkan " ucap Alan yang kini sudah memejamkan matanya setelah selesai berbicara dengan Alan.


" I love you papa " ucap Reina sambil mencium sekilas bi bir Alan yang malah terkesima mendapat perlakuan mendadak seperti ini dari Reina.


" kok cuma dikit sih bunda " ucap Alan yang pura pura marah tapi dalam hatinya merasa berbunga karena kali ini ungkapan cinta dari Reina terasa sangat tulus di dengar dan di resapi oleh Alan.


" love you more sayang " ucap Alan sambil mencium tangan Reina yang berhasil iya genggam.


Alan pun akhirnya tertidur dengan senyum yang terukir di bibirnya seolah mendapat imun yang tidak akan pernah ada yang menjualnya di sudut dunia manapun.


Lain hal nya dengan Nabila yang memilih diam di dalam mobil tanpa ingin mengarahkan Edric dimana rumahnya saat ini.


" kamu ingin aku mengantarmu pulang atau kita pergi ke hotel saja ?" kata kata pak Edric berhasil membuat Nabila menatap pada nya dan hal itu membuat pak Edric merasa lucu karena kini Nabila seperti Nabila nya dua puluh lima tahun yang lalu.

__ADS_1


" jangan macam macam, ingat istri mu di rumah " ucap Nabila saat mengingat status pak Edric yang masih Nabila percayai.


" Naomi sudah lama tiada, dan aku ingin kamu yang menjadi istriku hingga akhir hidupku kelak " ucap pak Edric yang berhasil membuat Nabila menatap ke arahnya.


" aku tidak berbohong, Naomi sudah lama tiada dan selama itu juga aku tidak pernah dekat dengan siapapun karena aku hanya ingin menikah dengan mu dan akhirnya tuhan mengizinkan ku untuk bisa menikah dengan mu " ucap pak Edric penuh percaya diri.


" dari mana kamu tau jika tuhan mengizinkan kita untuk bersama " ucap Nabila yang kini sudah masuk kedalam perangkap yang di katakan pak Edric.


" kamu tau, aku berdoa jika tuhan mengizinkan aku menikah dengan mu pertemukan aku dengan mu lagi dan anak ku mau menerima ku sebagai ayahnya " ucap pak Edric penuh percaya diri.


" dari mana kamu yakin jika Alan sudah menerima kamu sebagai ayahnya ?" tanya Nabila yang memang jauh di lubuk hatinya yang terdalam masih sangat mencintai dan merindukan sosok yang kini ada di hadapannya lagi.


" apa kamu tidak mendengar apa yang di katakan Alan tadi sebelum kita keluar dari ruang rawat Alan ?"


" kamu terlalu percaya diri, yang harus kamu yakinkan adalah anak anak kamu apa bisa mereka menerima ku dimana aku pernah membuat ibu mereka sakit hati "


" apa anak mu tau jika kamu ingin menikah lagi ?" tanya Nabila memastikan.


" Brian dan Cecilia pasti bisa menerima nya "


" APA ?? BRIAN DAN CECILIA ??


✍️✍️✍️ nah loh Nabila 🤭🤭 apa Brian dan Cecilia menerima Nabila menjadi ibu sambung mereka ? Dan bagaimana saat Brian dan Cecilia tau jika Alan adalah anak papanya dari pernikahan nya dengan wanita lain ?? Apa mereka bisa menerima nya ?🤔🤔


Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi update nya


Jangan lupa like dan tinggalkan jejak biar R-kha lebih semangat lagi update nya

__ADS_1


Love you moreee 😘😘😘


__ADS_2