Wasiat Cinta ( Ayah Untuk Putriku )

Wasiat Cinta ( Ayah Untuk Putriku )
Pertemuan Sultan dan Edric


__ADS_3

Sudah dua hari Alan di rawat di rumah sakit dan sejak kedatangan Nabila dan pak Edric ke rumah sakit mereka tidak pernah datang lagi, meski Alan tidak mempermasalahkan ketidak hadiran keduanya tapi Alan tetap memikirkan bagaimana kondisi mama nya saat ini.


" Alhamdulillah hari ini kakak sudah boleh pulang" ucap Reina yang merasa sangat bersyukur dan lega karena mereka akan pulang ke rumah dan juga akan kembali berkumpul dengan Reva putri tersayang mereka yang dengan terpaksa mereka titipkan di rumah Bu cahaya selama Reina menemani Alan di rumah sakit


" sayang, sebelum pulang kita ke rumah mama dulu ya, papa merasa sedikit khawatir sama mama " ucap Alan yang terlihat sudah mulai memaafkan Nabila yang sempat memintanya berpisah dari Reina.


" iya pah, nanti kita ke rumah mama dulu ya " ucap Reina yang merasa bahagia dengan apa yang di minta Alan.


" papa jangan berpikir macam macam tentang mama dan pak Edric " ucap Reina.


" kita doakan saja jika memang mereka masih berjodoh semoga saja di mudahkan dan di beri jalan untuk mereka agar bisa bersama " ucap Reina bijak.


" tapi sayang, apa kamu sadar jika ternyata papa, pak Brian dan Cecilia , kami ini bersaudara satu ayah lain ibu " ucap Alan yang secara tidak langsung mengakui jika pak Edric adalah ayahnya.


" siapa yang bersaudara ?" tanya sultan yang sengaja datang menjemput Alan saat Reina bilang jika Alan sudah di perbolehkan pulang siang ini.


" ayah " Reina langsung memeluk sultan seperti kebiasaan nya sedangkan Alan hanya menyalaminya saja.


" apa yang sedang kalian bicarakan ? Dan siapa yang bersaudara satu ayah lain ibu ?" tanya sultan yang masih penasaran.


" biar ayah ngga penasaran, setelah pulang dari sini kita mampir ke rumah mama Nabila dulu ya " ucap Alan yang tau jika sultan juga tidak mengetahui siapa ayah kandung Alan selama ini.


" apa hubungannya ? " tanya sultan tapi tak lama sultan mulai bisa menebak dengan apa yang di dengar dan apa yang di katakan Alan.


" baiklah kita akan ke rumah mama Nabila dulu baru setelah itu kita akan pulang ke rumah dan sudah ayah putuskan jika malam ini kalian harus menginap di rumah titik " ucap sultan yang langsung mendapat anggukan dari Reina dan juga Alan.


" terima kasih yah " ucap Alan yang merasa beruntung memiliki ayah seperti sultan, meski mereka tak memiliki hubungan darah tapi rasa sayang dan perduli sultan padanya tak bisa di ragukan lagi.


" sama sama " ucap sultan.


Dan kini semuanya pun keluar dari ruang rawat Alan selama tiga hari belakangan ini,dan seperti rencana tadi di ruang rawat dimana mereka akan menuju rumah Nabila seperti yang di inginkan Alan.


Butuh waktu empat puluh menit perjalanan menuju rumah Nabila dari rumah sakit, dan kini mereka sudah sampai di depan rumah meski terhalang mobil yang tidak Alan dan sultan kenali siapa pemilik nya.


" mobil siapa yang ada di depan rumah mama mu ?" tanya sultan yang tidak mengenali pemilik mobil yang parkir di depan rumah Nabila rumah yang iya berikan untuk Nabila setelah perceraian mereka.

__ADS_1


" entahlah , ayo kita turun dan kita bisa lihat mobil siapa yang datang ke rumah mama " ucap Alan yang merasa jika pak Edric lah pemilik mobil tersebut.


Kini ketiganya pun turun dari mobil dan dengan rasa penasaran sultan pun sudah melangkah lebih dulu menuju rumah Nabila, tapi siapa sangka jika di dalam sana sedang terjadi perdebatan di antara Nabila dan laki laki yang tidak sultan kenali.


" Nabila ! Apa dia mengganggu mu " tanya sultan yang tak akan terima jika ada laki laki menggangu wanita lemah.


" mas " Nabila mendadak pucat apa lagi di sana ada Alan putranya.


" Alan, kamu sudah pulang nak "tanya pak Edric saat melihat Alan yang kini sudah ada di hadapannya.


 " ya saya sudah pulang " ucap Alan singkat.


" kenalkan saya Edric ayah kandung Alan " ucap pak Edric yang berpikir jika sultan adalah salah satu laki laki yang menyukai Nabila.


" sultan ayah Alan " ucap sultan sengaja mengenalkan diri sebagai ayah Alan di hadapan Edric.


" dan saya juga mantan suami Nabila " ucap sultan semakin menjadi karena hanya ingin tau sampai mana laki laki di hadapannya itu memperjuangkan Nabila.


" oh, jadi anda adalah laki laki yang menikahi Nabila dalam keadaan hamil anak saya "


Degg


" jadi dia ayah kandung Alan ? laki laki pengecut yang tak bertanggung jawab atas kehamilan kamu ?" tanya sultan pada Nabila.


" mas, Nabila bisa jelaskan " ucap Nabila yang tak tau harus bagaimana dalam bertindak


" tidak usah " ucap sultan yang merasa tidak memiliki kewajiban mendengar penjelasan Nabila tentang apapun itu.


" pak " tanya sultan pada Edric dimana sultan lupa nama laki laki di hadapannya ini.


" Edric !" ucap Edric menyebut namanya.


" oh iya pak Edric "


" saya harap anda bisa menjadi ayah yang baik untuk Alan yang selama ini tidak mengenal sosok ayah kandungnya selama dua puluh lima tahun " ucap sultan.

__ADS_1


" saya tau dan saya memang datang ingin memperbaiki semuanya terutama pada Nabila " ucap Edric.


" baiklah jika seperti itu " ucap sultan yang tak ingin terlalu ikut campur dengan semua urusan yang menyangkut Nabila dan laki laki dari masa lalunya.


" Alan apa kamu masih ingin di sini ? Atau kamu mau pulang ?" tanya sultan yang tak bisa lama lama berada di rumah Nabila.


" Alan pulang saja yah, seperti nya mama dan om Edric perlu waktu untuk membicarakan semuanya " ucap Alan yang merasa jika mamanya dan pak Edric belum memiliki kesepakatan yang sama.


" baiklah, Nabila mas pulang dulu "


" dan mas harap apapun yang kamu putuskan semua itu demi kebaikan dan kebahagiaan kamu karena Alan kini sudah memiliki kebahagiaan nya sendiri yaitu bersama Reina dan Reva " ucap. Sultan seolah memberi restu dengan semua keputusan yang di ambil Nabila nanti.


" terima kasih atas perhatian yang anda berikan untuk Nabila dan juga Alan " ucap Edric yang kini tau kenapa Alan merasa bangga menyebut sultan sebagai ayahnya meski keduanya tidak memiliki hubungan darah.


" dan saya janji tidak akan membuat Nabila kecewa dan menangis lagi, dan saya pun tidak akan pernah meninggalkan Nabila lagi seperti dulu " ucap Edric yakin.


" sekalipun tanpa restu kami ? " tanya Brian dan Cecilia yang tiba tiba saja datang ke rumah Nabila setelah dari pagi Cecilia meminta di temani ke rumah Nabila.


" papa harap kalian merestui kami " ucap Edric menjawab pertanyaan putranya.


" lalu bagaimana dengan cinta Cecilia untuk Alan dan keinginan kak Brian yang ingin memiliki Reina ? "


Mendengar hal itu membuat Alan yang tadinya ingin pulang jadi tertahan karena tak mungkin membiarkan Cecilia dan Brian berpikir ingin menghancurkan rumah tangganya.


" APA KALIAN SUDAH GILA !! "


" JIKA KALIAN TIDAK BISA MENERIMA KU MENJADI BAGIAN DARI KELUARGA KALIAN .. OK AKU TERIMA "ucap Alan penuh keyakinan.


" TAPI JIKA KALIAN INGIN MENGHANCURKAN RUMAH TANGGAKU, AKU TAK AKAN TINGGAL DIAM "


" LEBIH BAIK TAK DI AKUI SEBAGAI BAGIAN DARI KELUARGA DARI PADA HARUS KEHILANGAN ISTRI DAN ANAK YANG SANGAT AKU CINTAI "


✍️✍️✍️ nah kalo Alan sudah tegas seperti ini apa Brian dan Cecilia masih akan mencoba menghancurkan pernikahan Alan dan Reina ? Atau mereka akan mengalah demi kebahagiaan papa dan juga saudaranya yang lain. ??


Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi update nya

__ADS_1


Jangan lupa like dan tinggalkan jejak biar R-kha lebih semangat lagi update nya


Love you moreee 😘😘😘


__ADS_2