Wasiat Cinta ( Ayah Untuk Putriku )

Wasiat Cinta ( Ayah Untuk Putriku )
Kabar Bahagia


__ADS_3

Alan dan Reina yang baru saja sampai di rumah Nabila saat tengah hari dimana Nabila dan pak Edric juga baru saja sampai di rumah Nabila di saat yang bersamaan dengan Alan dan juga Reina.


" sudah lama ? " tanya Nabila saat membuka pintu rumahnya.


" baru saja mah " jawab Reina yang terlihat jelas wajah bahagia di wajah Reina dan juga Alan.


" ayo masuk kita makan siang sama sama kebetulan mama beli makanan lumayan banyak " ucap Nabila yang langsung menuju ruang makan tapi langsung di ikuti oleh Reina seolah ingin memberikan kesempatan untuk Alan dan pak Edric agar bisa saling mendekatkan diri.


" kalian habis pergi dari mana ?" tanya Nabila yang kini baru saja duduk saat Reina langsung mengambil alih pekerjaan nya untuk menyiapkan makan siang untuk mereka semua.


" rumah sakit " jawab Reina singkat karena Alan ingin dirinya langsung yang memberikan kabar gembira pada sang mama.


" apa Alan sakit lagi ? Bukan kah Alan baru saja keluar dari rumah sakit ?" tanya Nabila yang langsung mengkhawatirkan kondisi Alan saat ini.


" ngga papa mah semuanya baik " ucap Reina yang tak ingin mendahului permintaan suaminya.


" coba aja kalian bawa Reva, kalian bisa sampai malam ada di sini jadi kalian bisa bergabung di acara makan malam nanti bersama cecilia dan juga Brian " ucap Nabila yang ingin semuanya berkumpul untuk makan malam.


" memang ada hal serius ?" tanya Reina.


" mama hanya ingin mengajak cecilia dan Brian bicara dari hati kehati agar mereka bisa menerima mama menjadi ibu sambung untuk mereka " ucap Nabila.


" ya sudah mama makan malam sama pak Edric Brian dan Cecilia saja dulu "


" nanti setelah semuanya selesai kita bisa atur ulang jadwal agar kita bisa makan malam bersama dengan formasi lengkap " ucap Reina yang tak ingin membuat Nabila berkecil hati.


" tapi mama juga jangan terlalu stres karena kondisi tubuh mamah yang tidak sesehat dulu " ucap Reina mengingatkan Nabila.


" makasih dan maaf karena mama pernah berkata buruk tentang mu dulu " ucap Nabila sambil menggenggam tangan Reina, tapi jawaban Reina yang mengangguk sambil memberikan senyuman yang begitu tulus dan itu bisa di rasakan oleh Nabila.


Beda halnya dengan apa yang di lakukan Alan dan pak edric yang dari tadi hanya saling terdiam seolah kecanggungan dalam diri mereka belum melebur hingga membuat keduanya benar benar seperti orang asing.


" papa akan menikah dengan mama mu malam Minggu besok " ucap pak Edric akhirnya membuka suara.

__ADS_1


" dan papa harap kamu bisa hadir untuk memberi dukungan pada mamamu karena cecilia dan Brian belum tentu akan mau hadir untuk menyaksikan pernikahan kami nanti " ucap pak Edric yang tak ingin menutupi apapun dari Alan.


" tapi tidak akan menjadi masalah jika pak Brian dan cecilia belum merestui hubungan anda dengan mama ?" tanya Alan yang masih enggan memanggil pak Edric dengan sebutan ayah.


" saya jamin tidak karena sebelum mereka menyentuh Nabila maka yang pertama akan mereka hadapi adalah saya " ucap pak Edric meyakinkan Alan.


" baiklah saya dan Reina nanti akan hadir " ucap Alan yang mulai percaya jika laki laki yang ada di hadapannya akan benar benar bisa menjaga mamanya di masa tuanya.


" sudah ngobrolnya ?" tanya Nabila sedangkan Reina masih menyiapkan piring dan sendok di meja makan untuk mereka makan siang.


" apa sudah siap " tanya pak Edric sambil merangkul pinggang Nabila seolah ingin menunjukan pada Alan jika dirinya benar benar ingin bersama dengan Nabila dan mereka berdua juga sudah saling menerima satu sama lain.


" ayo kita makan " ajak Nabila pada putranya yang saat ini sedang tersenyum ke arahnya dan juga pak Edric.


Mereka pun makan siang bersama meski yang aktif berinteraksi hanya Nabila dan Reina tapi setidaknya itu cukup mencairkan kekakuan yang di tunjukan Alan dan juga pak Edric.


" oh iya mah, pak, Alan punya kabar gembira " ucap Alan sambil menggenggam tangan Reina Yang ada di atas meja makan, pak Edric dan Nabila langsung menatap serius ke arah Alan dan Reina yang terpancar rona bahagia di wajah mereka berdua.


" apa sih rein, tapi waktu kita hanya berdua kamu tidak cerita apa apa Selian baru saja saj pulang dari " Nabila tak melanjutkan ucapannya saat mulai bisa menerka apa yang akan Alan sampaikan.


" apa mungkin ?" tanya Nabila yang sedikit tidak percaya tapi anggukan Alan membuat Nabila ikut merasa bahagia.


" mama benar, Reina hamil dan apa mama tau jika Reina hamil dua anak dan itu semua anak Alan mah "


" anak kandung Alan " ucap Alan yang tak bisa membendung rasa bahagia dan juga bangganya akan memiliki dua anak dalam kandungan Reina saat ini.


" selamat ya sayang " ucap Nabila yang langsung memeluk Reina bahkan pelukan itu terasa sangat tulus dan hangat.


" makasih mah " jawab Reina yang menyambut pelukan Nabila dan hal itu berhasil membuat Alan merasa sangat bahagia.


Tapi tanpa semuanya sadari jika Brian dan cecilia juga ada di antara mereka meski hanya terhalang tembok rumah Nabila.


" kak apa ini saatnya kita untuk menyerahkan mengaku kalah karena tak mungkin kita memisahkan Reina dan Alan di saat Reina sedang mengandung anak Alan saat ini ?" tanya cecilia.

__ADS_1


Brakkk


Cecilia yang tak sengaja menjatuhkan pas foto Alan pun tentu saja mengundang perhatian Alan dan juga pak Edric karena berpikir jika ada orang jahat yang berniat berbuat jahat di rumah Nabila.


" Brian ? Cecilia ?" tanya Alan dan pak Edric secara bersamaan saat melihat jika Brian dan cecilia yang ada di hadapan mereka.


" pah.. Alan " Brian dan cecilia saling tatap karena ini pertama kalinya mereka berdua seperti terciduk melakukan kesalahan yang terbilang fatal.


" sedang apa di situ, sini gabung mumpung makanan nya masih banyak " ajak Nabila yang langsung menarik Brian dan cecilia sebelum mereka berdua pergi karena merasa malu menerobos rumah tanpa izin.


Alan dan pak Edric langsung mengikuti apa yang di lakukan Nabila seolah tak mempermasalahkan apa yang Brian dan Cecilia lakukan.


" kalian dengar bukan jika Alan dan Reina sebentar lagi akan memiliki dua anak kembar yang tentu saja akan menjadi keponakan kalian nantinya " ucap pak Edric yang ingin anak anaknya sadar jika apa yang mereka inginkan tidak akan mungkin terjadi.


" dan papa juga nanti akan menjadi kakek, iya kan Alan ?" tanya pak Edric seolah ingin di akui oleh Alan dan cucu cucunya nanti.


" iya pak, bapak akan menjadi kakek dari anak anak kami nanti " ucap Reina karena Alan hanya diam tak bergeming.


Brian dan cecilia yang melihat apa yang di lakukan Alan pada papa mereka pun kini sadar jika yang mereka lakukan tak jauh beda dengan yang Alan lakukan pada papanya.


" pah, Tante.. kami akan merestui hubungan kalian berdua setelah Alan mengakui papa sebagai ayahnya dan Alan juga memanggil papa dengan sebutan papa seperti kami " ucap Brian yang akhirnya buka suara.


" dan kami pun akan memanggil Tante Nabila dengan sebutan mama seperti panggilan Alan untuk Tante, dan kami juga akan menganggap Alan sebagai bagian dari keluarga kami dan kami janji tidak akan pernah mengusik rumah tangga Alan dan reina lagi " ucap Brian


" bagaimana apa kamu bersedia Alan ?" tanya cecilia yang sangat setuju dengan keputusan yang kakaknya Brian ambil.


✍️✍️✍️ apakah Alan akan setuju dengan apa yang Brian minta darinya ? Seolah menukar kebahagiaan Nabila dengan panggilan papa untuk pak Edric !!


Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi update nya


Jangan lupa like dan tinggalkan jejak biar R-kha lebih semangat lagi update nya


Love you moreee 😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2