Wasiat Cinta ( Ayah Untuk Putriku )

Wasiat Cinta ( Ayah Untuk Putriku )
Tegas mengusir ulat bulu


__ADS_3

Pagi ini terasa sangat istimewa bagi Alan dimana saat membuka mata hal pertama yang Alan lihat adalah Reina wanita yang sudah sangat lama bersemayam di hatinya.


" pagi bunda " sapa Alan sambil mencium kening Reina yang baru saja membuka matanya.


" pagi papa " jawab Reina balik tapi saat melihat jam yang menggantung di dinding kamar.


" bunda kesiangan " ucap Reina yang langsung bangun dari tidurnya.


" santai saja, papa sudah siapkan sarapan untuk kita semua " ucap Alan sambil menyelipkan rambut Reina yang menghalangi wajah cantik istrinya.


" tapi Reva belum bunda bangunin " ucap Reina yang kini malah ingat dengan putrinya yang sejak tadi malam tidur terpisah dengan dirinya.


" bundaaa, dengarkan papa " ucap Alan sambil memegang kedua pundak Reina yang masih saja ingin turun dari tempat tidur nya.


" Reva sudah bangun bahkan sekarang Reva sedang sarapan dengan bi Lilis yang memang akan datang setiap pagi untuk membantu kamu membereskan apartemen ini " ucap Alan menjelaskan semuanya karena memang Alan sudah menyiapkan sedemikian rupa agar Reina dan Reva nyaman di rumahnya.


" jika semua sudah bi Lilis kerjakan, lalu bunda harus apa di sini " ucap Reina yang kini malah terlihat cemberut membayangkan kejenuhan yang akan dirinya rasakan.


" bunda bisa mulai lagi fokus pada pendidikan bunda yang sempat tertunda karena fokus menemani Dava saat itu ditambah kehamilan Reva " ucap Alan yang tak ingin Reina menghentikan mimpinya hanya karena sudah menjadi istri sekaligus ibu untuk Reva.


" tapi pah, jika bunda kuliah lagi apa tidak akan memberatkan papa ?" tanya Reina yang sebenarnya sangat senang mendengar Alan mengijinkan dirinya kembali kuliah lagi.


" tidak mungkin papa menyuruh Bunda untuk kuliah jika papa keberatan menyiapkan semuanya" ucap Alan sambil membelai rambut Reina yang masih terlihat berantakan.


" jadi sebaiknya bunda mandi habis itu searching di google kampus mana yang akan bunda pilih untuk bisa melanjutkan kuliah yang sempat tertunda " ucap Alan.


" tapi papa hanya titip, bunda harus bisa jaga diri dan bagi waktu antara keluarga dan kuliah nanti " ucap Alan sambil mencium kening Reina karena Alan akan melakukan apapun untuk bisa membuat Reina bahagia.


" terimakasih Pi " ucap Reina sambil memeluk Alan begitu erat.


" sama sama sayang " ucap Alan yang membalas pelukan Reina penuh suka cita berharap dengan Alan melakukan ini bisa membuat Reina bisa lebih cepat mencintai dirinya meski pun mereka sudah bersatu seutuhnya tapi hingga saat ini kata cinta itu masih belum terucap dari mulut Reina.

__ADS_1


" ayo mandi, Reva pasti udah nungguin kamu " ucap Alan yang kini sudah melepaskan pelukannya dari Reina.


" atau mau papa mandiin " ucap Alan dengan mengangkat kedua alisnya.


" ngga " ucap Reina sambil menyilangkan kedua tangannya di dada.


Alan pun tersenyum melihat apa yang di lakukan Reina padahal Alan sudah dua kali menjamah dirinya tapi tetap saja Reina seperti masih malu jika Alan berbuat absurt padanya.


" pah, bunda mana ?" tanya Reva yang baru saja selesai sarapan pagi.


" bunda lagi mandi jadi Reina sama papa dulu ya " ucap Alan yang juga sedang bersiap untuk berangkat kerja karena hari ini dirinya sudah mulai aktif kerja.


" papa udah sarapan ?" tanya Reina yang kini sudah jauh lebih segar setelah membersihkan diri.


" belum kan nungguin bunda " ucap Alan yang kini sudah benar benar siap pergi bekerja.


Alan dan Reina pun sudah mulai sarapan yang di siapkan oleh bi Lilis sedangkan Reva kembali asik dengan dunianya apa lagi jika bermain boneka di ruang tv apartemen Alan.


" iya pah " ucap Reina sambil mencium tangan Alan hal sederhana yang membuat keduanya berada lebih dekat, apa lagi Alan yang merasa jika Reina sedang membuka hatinya untuk dirinya.


" pilih kampus mana yang akan kamu pilih setelah itu kabari papa biar papa yang mengurus semuanya " ucap Alan yang di akhiri kecupan di bibir Reina.


" iya pah " ucap Reina yang mulai membiasakan diri dengan sikap Alan yang baru Reina ketahui.


" jadi Alan benar benar menikahi mu janda gatal !!" ucap Cecil yang baru saja keluar dari persembunyiannya setelah Alan pergi meninggalkan apartemen nya.


" sedang apa kamu di sini " ucap Reina yang mengingat apa yang di katakan Alan saat di mobil malam tadi dimana tidak akan mudah baginya dan Alan mengarungi bahtera rumah tangga.


' sedang apa kamu bilang ?" tanya Cecilia yang kini sudah berkacak pinggang seolah menantang Reina dan Cecil sebenarnya berharap jika Reina takut padanya.


" harusnya aku yang ada di posisi mu saat ini " ucap Cecilia yang masih belum bisa menerima jika Alan sudah menutup kesempatan untuknya menjadi istri nya.

__ADS_1


" tapi hanya karena kamu Alan jadi melakukan semua ini " ucap Cecilia yang hanya berjarak dua langkah dari Reina.


" jadi kamu masih belum bisa menerima jika papa lebih memilih ku dari pada kamu ?"ucap Reina yang kini harus terbiasa menghempaskan ulat bulu yang mencoba mendekati suaminya mulai saat ini.


" apa kamu tidak percaya diri ? " tanya Reina yang malah membuat Cecilia bingung dengan pertanyaan yang di ajukan Reina padanya.


" apa kamu perawan tua yang sudah tidak laku pada laki laki hingga kamu terlihat terobsesi pada suamiku " ucap Reina yang kini sudah benar benar menggores hati Cecilia yang di sebut perawan tua oleh Reina.


" jaga ucapan mu janda gatal " ucap Cecilia yang kini sudah berhasil menarik rambut Reina yang masih basah sisa mandi wajib yang iya lakukan karena sudah melakukan ibadah pagi dengan Alan.


" jangan kamu pikir aku tidak bisa berbuat kasar padamu " ucap Cecilia yang semakin menarik rambut Reina yang berhasil membuat Reina meringis menahan sakit.


" aku juga bisa " ucap Reina yang langsung menarik paksa rambut Cecilia yang berada tepat di depan wajahnya.


" jika kamu pikir aku wanita lemah maka buang jauh jauh pikiran mu itu " ucap Reina yang sudah bisa membalikan keadaan dengan memiting Cecilia di bawah ketiaknya.


" belajarlah menerima jika papi bukan lah milikmu dan belajar lah untuk menghargai orang lain " ucap Reina yang kini sudah melepaskan Cecilia.


" tapi aku sangat mencintai Alan " ucap Cecilia berharap dengan mengatakan itu membuat Reina galau dan memilih mundur dari pernikahan nya dengan Alan.


" dan aku yakin jika kamu masih belum mencintai suamimu Alan " ucap Cecilia penuh keyakinan.


Reina tersenyum mendengar apa yang di katakan Cecilia tadi yang sejujurnya membuat Reina ingin tertawa tapi demi menghargai Cecilia membuat Reina menahan semuanya.


" apa kamu yakin itu cinta ? Atau itu hanya sebuah obsesi untuk bisa memiliki Alan hanya demi memuaskan sisi egois mu saja ?"


✍️✍️✍️ wihh Reina ternyata pandai membuat ulat bulu berpikir sebelum bergerak 😅😅


Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi update nya.


Jangan lupa like dan tinggalkan jejak biar R-kha lebih semangat lagi update nya

__ADS_1


Love you moreee 😘😘😘


__ADS_2