
Sultan, Agnia, Reina dan Reva langsung menuju rumah sakit, seolah berburu dengan waktu berharap Alan suami sekaligus ayah sambung putrinya baik baik saja meski bayangan kondisi Alan menghantui pikiran Reina saat ini.
" semua ini salah Reina Bun " ucap Reina yang masih terus menyalahkan diri sendiri dengan kecelakaan yang Alan alami saat ini.
" semuanya sudah takdirnya sayang " ucap Agnia mencoba menenangkan Reina yang kini sudah tak bisa membendung tangisnya.
" apa Reina tak berhak bahagia hingga setiap Reina memiliki suami suami Reina harus mengalami hal seperti ini "
" husss jangan pernah berpikir seperti itu "
" kamu harus yakin jika Alan pasti selamat dan Alan akan baik baik saja " ucap Agnia yang langsung merangkul pundak Reina agar bersandar padanya.
" papa kenapa nek ? Papa baik baik saja kan ?" tanya Reva yang bingung melihat bundanya yang terus menangis sambil menyebut nama ayahnya.
" papa baik baik saja sayang " ucap Agnia yang terpaksa berbohong pada Reva yang mungkin masih belum mengerti apa yang sedang terjadi saat ini.
Tak butuh waktu lama mobil yang di kemudikan sultan baru saja sampai di tempat parkir rumah sakit seperti yang di sampaikan orang yang mendampingi Alan.
Reina menghirup nafasnya dengan sangat dalam berharap dengan melakukan itu bisa membuatnya tenang.
" ayo sayang agar kita bisa tau bagaimana kondisi Alan saat ini " ucap Agnia yang langsung menarik tangan Reina menuju ruang tindakan darurat, sedangkan Reva sudah di ambil alih oleh sultan.
Dari jauh seseorang mulai memperhatikan sekelompok orang yang sedang berjalan ke arahnya yang mana langsung bisa di tebak jika mereka semua keluarga dari korban kecelakaan yang tadi iya tolong.
" pak " sapa seseorang saat sultan sudah sampai di tempat nya duduk tadi.
" saya Adnan yang kebetulan membantu anak bapak yang mengalami kecelakaan tunggal di jalan M " ucap seorang laki laki yang ternyata bernama pak Adnan.
" saya sultan, ini istri dan anak saya " ucap sultan sambil menunjuk pada Agnia dan Reina.
" dan ini juga istri dari laki laki yang bapak tolong tadi " ucap sultan sambil menunjuk pada Reina yang masih tak bisa membendung air matanya.
" bagaimana kondisi suami saya pak ?" tanya Reina yang tak sabar menunggu dokter keluar dari ruang tindakan.
" saya tidak tau, tapi kita harus percaya jika suami ibu baik baik saja " ucap pak Adnan, tapi tak lama setelah itu dokter yang menangani Alan baru saja keluar dari dalam ruang tindakan.
" keluarga pasien kecelakaan " panggil dokter yang langsung di hampiri oleh semua yang memang sedang menunggu kabar dari dokter yang menangani Alan.
__ADS_1
" saya istrinya " ucap Reina yang lebih maju satu langkah di banding yang lain.
" bagaimana kondisi suami saya dok ?" tanya Reina harap harap cemas dengan kondisi Alan saat ini.
" tuan Alan sudah melewati masa kritisnya tapi " ucapan dokter tadi terpotong saat Reina yang tidak sabar menunggu penjelasan dokter yang sedang memberitahu kondisi Alan.
" sayang sabar, kamu harus percaya jika Alan laki laki kuat yang pasti akan berjuang demi kamu dan Reva " ucap Agnia mengingatkan Reina.
" maaf dok " ucap Reina dengan wajah yabg menunduk menyesali sikap tak sabaran yang iya miliki di saat seperti ini.
" baik, tuan Alan sejauh ini kondisinya cukup baik tapi kita harus menunggu saat tuan Alan tersadar agar kita bisa menjelaskan dengan pasti kondisinya saat nanti " ucap dokter yang tak ingin menjanjikan apapun pada keluarga pasien.
Reina hanya bisa terdiam karena masih belum pasti bagaimana kondisi Alan saat ini tapi setidaknya menurut pandangan dokter Alan sudah melewati masa kritisnya.
" apa kamu boleh melihatnya ?" tanya Reina berharap dokter akan mengijinkan dirinya untuk bisa melihat kondisi Alan saat ini.
" boleh saja tapi bergantian dan tunggu sampai pasien di pindahkan ke ruang rawat " ucap dokter yang langsung di sambut senyum bahagia oleh Reina yang akan melihat kondisi Alan pasca kecelakaan tunggalnya tadi.
" yah, Bun Reina duluan masuk ya " ucap Reina yang tak sabar melihat kondisi Alan saat ini setelah Alan di pindahkan ke rumah rawat, sedangkan yang lainnya hanya membiarkan Reina yang sangat tidak sabar ingin melihat kondisi Alan.
" Bunda ... Ikut.. " ucap Reva sambil mengangkat kedua tangannya berharap Reina mau membawanya masuk melihat kondisi Alan saat ini.
" sayang jangan lama lama ya liat papanya " ucap Reina yang langsung di angguki oleh Reva seolah Reva tau jika di sini memang tidak bi perbolehkan terlalu lama bagi anak kecil.
" pintar anak bunda " ucap Reina dimana saat ini Reina dan Reva sudah memasuki ruangan dimana Alan sedang tertidur akibat obat yang di masukan lewat infusan yang terpasang di pergelangan tangannya.
" papa " panggil Reva saat melihat papanya yang masih terpejam.
" papa lagi bobo " ucap Reina yang merasa sangat sedih melihat kondisi Alan yang jauh berbeda dari saat tadi berpamitan dengan dirinya di rumah Agnia.
" sayang " ucap lirih Alan yang baru saja membuka mata saat mendengar suara wanita yang sangat iya cintai.
" kak " Reina yang tak kuat membendung rasa harunya karena Alan masih mengingat dirinya paska kecelakaan membuat Reina langsung memeluk Alan setelah meletakan Reva di atas kursi samping ranjang Alan.
" sayang.. Kakak tidak apa apa " ucap Alan sambil membelai rambut Reina.
" sayang sakit " ucap Alan saat Reina memeluknya begitu erat.
__ADS_1
" maaf " ucap Reina yang langsung melepaskan pelukannya dari Alan.
" papa " Reva yang juga ingin memeluk ayah sambungnya mencoba meraih ayah nya yang masih terbaring di atas tempat tidur.
" sayang, papanya masih sakit " ucap Reina memberikan penjelasan pada Reva tapi Alan langsung menggeleng seolah membiarkan Reva untuk mendekat padanya.
" tapi kak !" Alan langsung mengangguk memberi izin pada Reina untuk mendekatkan Reva padanya.
" sayang .. " Alan tersenyum manis pada Reva yang merasa senang bisa dekat dengan ayah sambungnya.
" Reva dengerin papa ya " ucap Alan sambil mencoba membelai rambut Reva yang di ikat satu oleh Reina.
" Reva jangan terlalu lama di rumah sakit ok "
" Reva di rumah nenek Agnia atau nenek cahaya dulu ok, papa harus bobo di sini dulu " jelas Alan memberi pengertian pada Reva yang memang sangat cerdas meski usianya masih sangat kecil.
" iya pah... "
" Alan.. Kamu kenapa ?" tanya Cecilia yang langsung menerobos masuk di ikuti Brian dari belakang.
" aku baik " ucap Alan tapi tatapannya mengarah pada Brian yang tak mengalihkan pandangannya dari Reina semenjak dirinya masuk ke dalam ruang rawatnya.
" Alan bagaimana kondisimu ? " tanya Brian sambil mendekat ke arah Alan agar bisa lebih dekat dengan Reina, Reina yang merasa tak nyaman dengan Brian yang sejak tadi melihat kearahnya langsung mengambil Reva.
" pah, bunda antar Reva ke bunda dulu ya " ucap Reina yang langsung berjalan tapi siapa sangka dengan berani Brian menghentikan Reina.
" saya antar rein .."
" maaf tidak usah silahkan bapak berbincang dengan suami saya " ucap Reina yang tak memperdulikan tawaran Brian.
" sebentar, ada yang ingin saya sampaikan sama kamu ...
✍️✍️✍️😡😡😡 Kaka sama adik sama aja sama sama ngga punya rasa malu 😤😤 apa Brian akan mengatakan apa yang dirasakannya pada Reina ? Lalu bagaimana sikap Reina menghentikan kegilaan Kaka beradik itu ??
Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi update nya
Jangan lupa like dan tinggalkan jejak biar R-kha lebih semangat lagi update nya
__ADS_1
Love you moreee 😘😘😘