
Alan akhir nya memilih menceritakan apa yang di sampaikan oleh atasannya pada Reina agar Reina bisa sedikit waspada pada atasannya jika suatu saat Reina kembali bertemu dengan Brian.
" apa kakak percaya sama Reina ?" tanya Reina sambil membelai rambut Alan yang masih merebahkan kepalanya di pangkuan nya.
" kakak percaya dan sangat percaya sama kamu tapi kakak tidak percaya pada pak Brian yang mungkin saja bisa berbuat nekad seperti yang pernah Cecilia lakukan waktu itu " ucap Alan.
" tapi jujur kakak bersyukur Cecilia memberikan minuman yang sudah di campur obat saat itu" ucap Alan yang malah membuat pipi Reina bersemu merah saat mengingat apa yang mereka lakukan saat itu.
" kamu ingat sayang ? Meski samar samar tapi kakak mengingat jelas bagaimana kamu yang rela melakukan itu demi menyelamatkan kakak " ucap Alan yang kini malah menarik selimut yang masih menutupi da da Reina.
" dan karena itu juga membuat kakak ketagihan dan menyesal kenapa tidak dari dulu kakak menikah " ucap Alan yang malah membuat Reina menatap tajam pada Alan.
" memang kakak mau nikah sama siapa kalo kita ngga nikah ?" tanya Reina penasaran dan hal itu malah Alan manfaatkan untuk memancing rasa cemburu di hati Reina padanya.
" siapapun karena sejak malam itu kakak tau jika nikah itu enak " ucap Alan.
" bohong, jujur kakak bahkan tak pernah berpikir akan menikah jika tidak bersama mu " ucap Alan mengutarakan apa yang selama ini tak pernah iya ungkapkan pada siapapun.
Alan pun langsung menyerang Reina yang kini sudah terbiasa mendapat kejutan mendadak dari Alan, bahkan kini Reina bisa mengimbangi apa yang akan lakukan padanya, hingga akhirnya keduanya pun bisa mencapai pelepasan secara bersamaan.
Pagi pun kini terasa sangat berbeda bagi Brian yang merasa sangat bersemangat berharap hari ini dirinya bisa melihat Reina meski hanya sekilas.
" bagaimana aku bisa melihat Reina ajika Reina dan Alan tinggal di apartemen " ucap Brian yang kini sedang menatap tubuhnya yang sudah di balut jas berwarna navi dengan celana putih menambah kesan macho di tubuh atletis Brian.
" kak, pagi pagi sekali kakak sudah rapih, mau kemana sih ?" tanya Cecilia yang melihat kakaknya yang baru saja sampai di usang makan rumahnya.
" kakak ingin melihat Reina sebelum kakak kekantor, tapi bagaimana caranya ya ?" tanya Brian yang dari tadi memikirkan cara untuk bisa bertemu Reina tanpa menimbulkan kecurigaan pada Alan.
" Cecilia tau kak " ucap Cecilia saat mengingat Bu Nabila yang masih bisa di manfaatkan menurut Cecilia.
" apa ?" tanya Brian penasaran.
" mungkin ibu dari Alan bisa membantu kita menghancurkan rumah tangga Alan dan Reina " ucap Cecilia saat mengingat wanita tua itu.
__ADS_1
" benarkah ? Apa kamu yakin ?" tanya Brian yang tak ingin percaya begitu saja karena Cecilia sendiri yang pernah bercerita jika ibu Alan tidak bisa membantu banyak saat Cecilia berusaha mendapatkan Alan.
" kita tidak akan tau jika kita tidak mencobanya, benar kan ?" tanya Cecilia yang kini sudah mencoba menghubungi Nabila dan berharap Nabila kali ini benar benar bisa membantunya dan kakaknya.
" halo tante " sapa Cecilia saat sambungan telepon nya sudah tersambung pada Nabila.
" halo, ini Cecilia ?" tanya Nabila yang masih bisa mengingat jelas suara Nabila yang saat itu sangat sering menghubunginya di saat awal awal pernikahan Alan dan Reina.
" ya Tante ini Cecilia " ucap Cecilia sambil melihat ke arah kakaknya yang memintanya me load speaker handphone Cecilia agar dirinya bisa mendengar apa yang di bicarakan Cecilia dan wanita itu.
" ada apa Cecil ?" tanya Nabila yang bisa menebak jika Cecil membutuhkannya saat ini.
" Cecil butuh bantuan tante, apa Tante bisa ? " tanya Cecilia berharap Nabila bisa membantunya saat ini dan untuk kali ini semua yang iya rencanakan tidak akan gagal.
" bisa, katakan saja Tante harus apa " tanya Nabila tanpa memikirkan apa yang mungkin akan di minta Cecilia darinya.
" baiklah, Tante datang saja ke salon yang pernah kita datangi saat itu ok " ucap Cecilia yang tak mungkin menceritakan rencana nya di telepon.
" itu bisa di atur Tan " ucap Cecilia yang merasa lucu dengan Nabila sangat mudah di perdaya.
" kita bertemu saat makan siang ya Tan " ucap Cecilia yang langsung menutup sambungan telepon nya.
Lain halnya di apartemen Alan dimana saat ini seperti hari sebelum nya dimana Reva kini dengan bantu oleh bi Lilis sedangkan Reina membantu menyiapkan Alan yang akan berangkat ke kantor.
" pah, siang ini bunda sama Reva mau pulang ke rumah bunda Agnia ya " ucap Reina yang merasa rindu pada ibu dan dua adiknya.
" bunda sekalian bawa pakaian kita semuanya karena kita akan menginap di rumah ayah biar besok kita berangkat bersama menuju kantor urusan agama" ucap Alan yang mengerti jika Reina sedang merindukan keluarga nya.
" makasih papa " ucap Reina yang sangat senang saat Alan mengajaknya untuk menginap di sana.
" sama sama bunda " ucap Alan sambil membelai pipi Reina.
" karena bagi papa kebahagiaan kamu dan reina adalah hal yang paling utama untuk papa " ucap Alan.
__ADS_1
" tapi maaf papa ngga bisa nganter bunda ke rumah ayah " ucap Alan yang sebenarnya sangat ingin bisa menemani Reina dan Reva kemanapun mereka berada.
" ngga papa " ucap Reina yang kini sudah menuju ruang makan dimana Reva berada.
" papa " Reva langsung mengangkat kedua tangannya seolah meminta Alan menggendongnya.
" anak papa " ucap Alan yang begitu sangat menyayangi Reva meski di antara mereka tidak ada pertalian darah.
" Reva tau, kata bunda Reva sama Bunda mau ke rumah nenek Agnia nanti siang " ucap Alan memberitahu Reva yang seperti nya belum tau jika hari ini mereka akan pulang ke rumah Agnia.
" papa ngga ikut ?" tanya Reva yang kini sudah mengalungkan tangannya di leher Alan.
" papa ikut, tapi papa harus kerja dulu " ucap Alan memberi pengertian pada Reva jika dirinya saat ini harus bekerja.
" tapi papa janji nanti malam kita akan menginap di rumah nenek "
" dan pulang kerja papa langsung datang ke rumah nenek ok " ucap Alan sambil mengajak Reva duduk karena Reina sudah menyuruhnya untuk mulai sarapan karena hari sudah semakin siang.
" ya... " Reva yang merasa sedih langsung turun dari pangkuan Alan menuju ibunya yang duduk tak jauh dari Alan yang malah bertanya pada Reina apa yang terjadi pada Reva.
" ngambek, tapi nanti juga sembuh sendiri " ucap Reina yang merasa aneh karena Reva seolah tak mengijinkan Alan pergi ke kantor hari ini.
" apa bunda mau papa antar dulu ke rumah Bunda Agnia dulu nanti papa ke kantor setelah dari rumah bunda agnia ?" tanya Alan yang tak ingin membuat Reva kecewa padanya.
" Reva mau papa yang antar ke rumah nenek, titik !!"
✍️✍️✍️ nah kan Reva nya kenapa ? Kenapa seolah tak mengijinkan Alan untuk jauh dari nya 🤔🤔 apa mungkin ini firasat yang Reva rasakan untuk Alan ayah sambungnya.
Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi update nya
Jangan lupa like dan tinggalkan jejak biar R-kha lebih semangat lagi update nya
Love you moreee 😘😘😘
__ADS_1