
Alan melihat ke arah ibunya yang juga sedang menatap padanya seolah memasrahkan semuanya pada dirinya, tapi Alan bukan lah anak yang egois yang mementingkan diri sendiri dan mengorbankan kebahagiaan ibunya yang juga berhak bahagia.
" apa saya bisa memegang apa yang anda sampaikan saat ini, jika anda akan menerima mama sebagai mama sambung kalian jika saya menerima pak Edric sebagai papa saya " ucap Alan memastikan.
" ya " ucap Brian dan cecilia bersamaan.
" baiklah, saya akan mulai memanggil pak Edric dengan panggilan papa " ucap Alan sambil melihat ke arah pak Edric sedangkan Reina hanya bisa menggenggam Alan seolah memberi dukungan pada Alan apapun yang Alan putuskan.
" pah.. " untuk pertama kalinya Alan memanggil pak Edric dengan sebutan papa dan itu berhasil membuat Nabila menitikkan airmata nya karena dia tau jika Alan belum sepenuhnya menerima pak Edric meski pak Edric adalah ayah kandung nya tapi demi kebahagiaan nya Alan mau menurunkan egonya.
" terima kasih karena sudah mau memanggil saya dengan panggilan papa " ucap pak Edric yang merasa jika panggilan itu bukan dari lubuk hati Alan.
" mah, Alan pulang dulu ya, kasihan Reva terlalu lama di tinggal " ucap Alan yang tak nyaman harus lebih lama di rumah mamanya sendiri.
" tunggu " ucap cecilia saat Alan dan Reina beranjak dari duduknya.
" apa aku bisa memeluk mu sebagai adik ?' tanya Cecilia yang ingin melepaskan rasa yang iya miliki untuk Alan yang kini sudah jelas kakak kandungnya meski lain ibu.
" mungkin tidak dengan memeluk karena itu membuatku tidak nyaman dan aku juga harus menjaga perasaan Reina " ucap Alan yang tak ingin memberikan peluang untuk Cecilia agar tidak terlalu dekat dengan dirinya.
" apa kamu keberatan Reina jika aku ingin memeluk kakak ku sendiri " tanya cecilia pada Reina langsung karena alasan Alan yang ingin menjaga perasaan Reina.
" aku tidak akan ikut campur apapun itu karena aku percaya jika kak Alan tau batasan mana yang harus dia lewati dan tidak " ucap Reina yang menolak secara halus ucapan cecilia.
" sudah lah Cecil mungkin Alan hanya butuh waktu " ucap Brian karena sedikit banyak tau sikap dan sifat Alan selama Alan bekerja di perusahaan nya yang kini menjadi perusahaan Alan juga.
" oh, iya pak Brian " ucap Alan sebelum meninggalkan brain dan yang lainnya.
" mungkin mulai Minggu besok saya akan resign dari perusahaan dan saya harap bapak bisa memberikan ACC atas pengunduran diri saya " ucap Alan yang sudah memikirkan semuanya.
" Alan ? Apa yang kamu katakan ? Perusahaan itu juga perusahaan kamu mulai saat ini " ucap pak Edric yang tak setuju dengan apa yang Alan putuskan secara tiba tiba.
__ADS_1
" tidak pah " ucap Alan.
" perusahaan itu adalah milik pak Brian dan cecilia " ucap Alan.
" bagi Alan sudah di akui sebagai bagian dari keluarga dan sudah di akui anak oleh papa itu sudah lebih dari cukup " ucap Alan yakin.
" Alan pamit " ucap alan tanpa menunggu jawaban dari semua yang ada di sana.
" apa Alan memang seperti itu !" tanya pak Edric yang merasa jika sifat dirinya tidak seperti Alan.
" itu ajaran yang selalu mas sultan ajarkan pada Alan yang hingga saat ini tertanam dalam diri Alan " ucap Nabila yang memang saat pernikahan nya dengan sultan semua yang berhubungan dengan Alan baik itu mendidik akhlak dan perilaku semua sultan yang selalu mengarahkan.
" oh " ucap pak Edric yang sedikit cemburu saat Nabila menceritakan tentang laki laki lain di hadapannya.
" sekarang tinggal kalian, kapan kalian akan mulai memanggil Tante Nabila dengan panggilan mama seperti Alan ? " sindir pak Edric karena Alan sudah memanggil dirinya dengan panggilan papa.
Brian dan Cecilia saling tatap dan tak lama mereka kompak memanggil Nabila dengan sebutan mama.
" terima kasih " ucap Nabila sambil tersenyum manis pada
" ayo makan siang dulu, kalian pasti belum makan siang kan ?" tanya Nabila sambil menyiapkan piring untuk Brian dan cecilia.
Alan dan Reina kini sudah dalam perjalanan pulang menuju rumah sultan karena Alan masih memutuskan untuk tinggal lebih lama di sana ditambah keadaan Reina yang saat sedang hamil muda yang tentunya tidak akan bisa maksimal menjaga Reva.
" kak, apa kakak masih belum bisa menerima pak Edric sebagai ayah kandung kakak ?" tanya Reina yang sangat berhati hati menanyakan hal itu pada Alan.
" mungkin kakak hanya butuh waktu untuk bisa menerima semuanya " Ucap Alan yang saat ini sedang mengemudikan mobilnya meninggalkan kediaman mamanya.
" kakak benar, dan Reina harap kakak tidak terlalu lama untuk bisa menerima semuanya " ucap Reina yang akan selalu mendukung semua yang alan putuskan.
" dan kakak harap kamu akan selalu mendukung di setiap langkah Kaka kedepannya " ucap Alan sambil mengecup punggung tangan Reina.
__ADS_1
Dan perjalanan kali ini malah membuat Alan dan Reina semakin dekat dan semakin memahami satu sama lain di banding awal pernikahan mereka dulu.
" sayang, maaf jika kakak mengambil keputusan sepihak tentang pekerjaan Kaka " ucap Alan saat ingat dengan ucapannya yang akan keluar kerja dari perusahaan papanya sendiri.
" harusnya setelah menikah apapun yang akan di putuskan harus melalui diskusi dan kesepakatan bersama " ucap Alan dengan tangan kiri yang menggenggam tangan kanan Reina.
" Reina tidak tau apa yang mendasari kakak keluar dari perusahaan keluarga kakak "
" tapi apapun itu Reina pasti akan mendukung selama kakak berada di jalan yang benar " ucap Reina yang tak mempermasalahkan keputusan yang sudah di ambil Alan.
" toh ayah sultan juga punya perusahaan dan apa kakak ingat jika ayah sultan juga sudah berkali kali meminta kakak untuk bekerja di perusahaan nya " ucap Reina yang tak ingin Alan patah semangat karena kini sudah di ketahui jelas jika dirinya anak dari pengusaha kaya meski hanya anak di luar pernikahan.
" terima kasih " ucap Alan yang merasa sangat bersyukur bisa memiliki istri seperti Reina yang tidak pernah banyak menuntut apapun darinya.
" sayang apa kita perlu bulan madu ?" tanya Alan yang ingin menikmati masa liburnya karena selama menikah Alan dan Reina belum pernah pergi bulan madu.
" apa perlu ? Bahkan tanpa bulan madu pun kita akan memiliki anak " ucap Reina dengan pipi yang bersemu merah sambil membelai perutnya yang masih terlihat rata.
" kamu benar, tanpa bulan madu kamu bisa mengandung anak kembar "
" tak bisa mas bayangkan jika kita pergi bulan madu mungkin kamu akan memiliki anak kembar tiga bahkan mungkin empat "
" no.... Kembar dua sudah cukup "
✍️✍️✍️ apa Alan akan benarbenar berhenti dari perusahaan ayah kandungnya sendiri ? Dan bagaimana reaksi sultan dan yang lainnya saat tau jika Reina hamil anak kembar..
Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi update nya
Jangan lupa like dan tinggalkan jejak biar R-kha lebih semangat lagi update nya
Love you moreee 😘😘😘
__ADS_1