
Reina yang memang jenis wanita introvert yang tidak mudah dekat dengan orang lain apa lagi lawan jenis langsung memberikan batasan yang sangat jelas di antara dirinya dan juga Brian yang mana hal itu membuat Alan bangga dengan tindakan yang Reina ambil.
" maaf menurut saja tidak ada yang perlu kita bicarakan karena saya dan anda tidak ada hubungan apapun dan yang saya tau saya baru mengenal anda dan saya menghargai itu " ucap Reina.
" tapi saya wanita bersuami yang tidak ingin menyakiti hati suami saya dengan menerima ajakan berbicara dari laki laki lain "
Setelah mengatakan itu Reina pun memilih keluar dari ruang rawat Alan dimana Reina sempat melihat ke arah Alan yang sedang tersenyum bangga padanya.
Brian pun memilih membiarkan Reina keluar dari ruang rawat Alan karena iya yakin jika Reina tidak akan lama meninggalkan Alan di dalam.
" pak Brian silahkan duduk " ucap Alan mencoba bersikap biasa saja meski sebenarnya hatinya masih bergemuruh karena rasa cemburunya pada Brian yang telah dengan berani bersikap seperti itu pada Nanda.
" terima kasih " ucap Brian yang memilih duduk sambil menunggu Reina berharap Reina akan datang secepatnya.
" sebenarnya kamu dari mana Alan ? Kenapa kamu bisa terlibat kecelakaan seperti ini " ucap Cecilia yang kini dengan berani duduk di ranjang Alan.
" maaf Cecil lebih baik kamu duduk di kursi jangan di sini karena tidak pantas jika dilihat orang " ucap Alan yang merasa tak nyaman jika Cecilia Melakukan hal seperti ini.
__ADS_1
" kenapa ? Apa kamu takut jika Reina cemburu dan salah paham dengan apa yang kita lakukan ?" tanya Cecilia dengan berani bahkan tanpa rasa bersalah sekali pun.
" saya mungkin akan cemburu jika wanita yang mendekati kak Alan sepadan dengan ku atau mungkin lebih tinggi dari ku sikap dan adabnya "
ucap Reina yang baru saja memasuki ruang rawat Alan saat Cecilia mengatakan semuanya.
" tapi jika wanita yang menggoda kakak seperti kamu, maaf saya tidak akan cemburu " ucap Reina sambil berjalan ke arah Cecilia.
" dan untuk pak Brian, maaf jika dalam waktu dekat Kaka Alan tidak bisa masuk kerja seperti biasa nya karena bapak sendiri pun tau alasannya" ucap Reina tanpa basa basi.
" ayo kak, kita kan ada janji dengan seseorang " ucap Cecilia saat teringat janjinya dengan Nabila yang Cecil yakin bisa membantunya mendapatkan Alan di saat kondisi Alan seperti ini.
" baiklah cepat sembuh Alan " ucap Brian yang memilih untuk pergi seolah mengalah untuk menang.
Alan dan Reina hanya menatap kepergian kakak beradik yang sama gilanya, tapi tak lama keduanya saling tatap dan tersenyum penuh cinta.
" papa bangga sama bunda yang dengan mudah menghempaskan kumbang yang ingin hinggap" ucap Alan sambil menggenggam tangan Reina yang tak jauh dari tangannya.
__ADS_1
" iya dong, jadi papa juga harus melakukan hal yang sama seperti yang bunda lakukan jika ada ulat bulu yang berusaha mendekat " ucap Reina sambil membalas setiap genggaman yang Alan berikan padanya.
" tentu saja bunda, bahkan sebelum bunda memintanya papa sudah melakukannya selama ini " ucap Alan sambil mencium punggung tangan Reina.
" oh iya pah, bunda belum memberitahu mama Nabila tentang kondisi papa saat ini "
" bolehkan ? karena bagaimanapun mama Nabila berhak tau kondisi putranya saat ini "
" dan bagaimana jika mama tau dari orang lain yang malah bisa saja menimbulkan salah paham di antara kita "
✍️✍️✍️ ayo Reina gercep buat kabarin mama Nabila tentang kondisi Alan sebelum orang lain menebar fitnah yang kelak akan menghancurkan hubungan kamu dan Alan..
Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi update nya
Jangan lupa like dan tinggalkan jejak biar R-kha lebih semangat lagi update nya
Love you moreee 😘😘😘
__ADS_1