
Terkadang kita tidak bisa membedakan mana cinta dan mana obsesi tapi saat rasa itu hadir semuanya menjadi buta dan itu juga yang di rasakan oleh Brian.
" aku pasti bisa mendapatkan kamu " ucap Brian sambil melihat Poto pernikahan Reina dan Alan yang sempat Alan kirim saat pernikahannya saat itu.
" tapi kak, bagaimana jika Alan menyadari jika Kaka menaruh hati pada istrinya apa yang akan Kaka katakan pada Alan ?" tanya Cecilia yang masih penasaran kenapa kakaknya terlihat terobsesi pada Reina yang jelas jelas rivalnya untuk bisa mendapatkan Alan.
" biarkan saja karena rasa cinta itu tidak bisa di larang bahkan tidak bisa di cegah dan Alan tidak berhak melarang kakak menyukai istrinya " ucap Brian cuek.
" tapi Cecil harap kakak tidak sampai melakukan hal gila pada Alan karena jika Kaka mencoba menyakiti Alan maka kakak akan berhadapan dengan Cecilia " ucap Cecilia sambil pergi meninggalkan kakaknya yang hanya bisa menatap adiknya yang malah mengancamnya hanya demi Alan.
Sedangkan di apartemen Alan, Reina yang baru saja menjalankan kewajibannya pada Alan kini sudah terkapar yang langsung di selimuti oleh Alan yang tak tega melihat Reina yang kelelahan akibat ulahnya.
" terima kasih sayang " ucap Alan yang kini sudah mencium kening Reina yang sudah tertidur pulas di bawah selimut tebal yang menutupi tubuh polosnya.
" meski kakak ngga tau apa yang membuat kamu tiba tiba saja se agresif ini tapi kakak cukup bersyukur karena kini Kaka sudah benar benar yakin jika kamu sama sekali tidak terpaksa menerima Kaka menjadi suamimu " ucap Alan yang masih betah memandangi wajah Reina yang terlihat damai.
" tapi kenapa kakak jadi curiga sama pak Brian ya ?" tanya Alan pada dirinya sendiri saat mengingat obrolan yang di lakukan nya bersama Brian di ruangan lain tepatnya di samping ruangan Reina dan Cecilia berada.
Flashback on
Sore tadi di restoran samping ruangan dimana Reina dan Cecilia berada.
" duduk " ucap Brian yang sudah duduk lebih dulu sebelum memerintahkan Alan untuk duduk di hadapan nya.
" terima kasih pak " ucap Alan yang kini sudah duduk di hadapan Brian yang entah ingin membicarakan soal apa padanya.
" santai saja karena l yang akan kita bahas saat ini bukan urusan kantor, jadi kamu tak usah begitu formal pada saya " ucap Brian yang melihat Alan yang masih saja sungkan padanya meski saat ini mereka sedang berada di luar kantor.
" baik pak " ucap Alan yang masih saja terlihat kaku menghadapi atasannya meski mereka berada di luar kantor.
' begini, maaf jika apa yang akan saya ucapkan saat ini terkesan ikut campur dengan semua yang sedang kamu jalani bersama dengan istrimu " ucap Brian yang kini sudah berubah serius saat berbicara dengan Alan.
__ADS_1
" saya tau jika kamu sangat mencintai istrimu " ucap Brian yang tidak membuang buang waktu menyampaikan apa yang ingin iya sampaikan.
" tapi apa kamu yakin jika istrimu bisa benar benar menerima kamu sebagai suaminya ?" tanya Brian yang sudah menyebar jaring kesalahpahaman di hati Alan untuk istrinya Reina.
" maksud bapak apa ?" tanya Alan yang tak mengerti maksud ucapan atasannya.
" apa kamu tau apa hal yang sulit kamu lawan saat kamu mencintai seseorang ?" tanya Brian yang terus menjerat Alan dalam jerat kesalahpahaman.
" apa ?" tanya Alan yang semakin penasaran apa yang sebenarnya ingin di sampaikan oleh atasannya.
" kenangan dari orang yang sudah tidak ada lagi di dunia ini " ucap Brian yang berhasil membuat perubahan di wajah Alan saat mendengar apa yang iya sampaikan.
" kamu bisa saja melawan kenangan orang yang masih ada di dunia ini tapi tidak pada kenangan untuk orang yang sudah tiada "
" apalagi orang tersebut tiada di saat cinta mereka sedang tumbuh subur di hati keduanya " ucap Brian semakin menebar racun di hati Alan.
" jadi saya harap kamu jangan terlalu berharap istrimu akan membalas rasa yang kamu miliki meski dia terlihat menerima diri mu saat ini " ucap Brian lagi.
Flashback off
Reina terbangun dari tidurnya dan tak sengaja melihat Alan yang kini sedang menatap padanya meski Alan dalam posisi tertidur menyamping menghadapnya.
" kak, belum tidur " ucap Reina sambil menarik selimut untuk menutupi tubuh polosnya.
" iya ini baru mau tidur " ucap Alan sambil membelai pipi Reina.
" sayang " Alan yang masih memikirkan apa yang di sampaikan atasannya akhirnya menyatakan apa yang ada dalam benaknya saat ini tentang rasa yang mungkin saja masih Reina simpan untuk Dava mendiang suaminya.
" kakak tidak akan menuntut kamu untuk melupakan Dava " mendengar nama Dava membuat Reina memposisikan diri untuk bersandar tapi tetap memegang selimut yang menutupi bagian dadanya dan hal itu membuat Alan juga memposisikan hal yang sama yang Reina lakukan.
" kakak tau dan kakak sadar jika rasa yang kamu miliki untuk Dava tidak akan sama dengan rasa yang kamu miliki untuk kakak " ucap Alan sambil menggenggam tangan Reina.
__ADS_1
" karena kakak tau jika kami memiliki posisi masing masing di hati kamu " ucap Alan sambil mencium tangan Reina.
Jujur Reina sedikit bingung dengan arah pembicaraan Alan yang terkesan berbelit Belit untuk menyampaikan sesuatu yang masih tersimpan dalam hati dan pikiran nya.
" kak, Reina bingung apa yang sebenarnya ingin kakak sampaikan sama Reina hingga kakak menyangkut pautkan dengan Dava " ucap Reina yang tak ingin salah paham dengan apa yang ingin di sana Alan padanya.
" kakak hanya minta sama kamu, jangan pernah tinggalkan kakak karena kakak hanya punya kamu dan Reva "
" dan kakak ingin kita bisa selama lamanya seperti ini " ucap Alan yang benar benar takut jika atasannya tertarik pada Reina dan tak menutup kemungkinan jika atasannya akan melakukan apapun seperti yang di lakukan Cecilia padanya saat itu.
Reina tersenyum manis pada Alan yang terlihat seperti seorang anak kecil yang takut di tinggal ibunya pergi
" seperti nya sekarang Reina memiliki dua anak yang sangat takut Reina tinggalkan " ucap Reina yang malah mendapat pelukan dari Alan tapi Alan malah memeluk perut Reina yang masih datar.
" hai benih benih cepatlah tumbuh agar cinta bunda hanya untuk papa dan tak akan pernah berpaling pada yang lain, dan kalian kelak harus bisa menjaga Kaka Reva karena kalian ini jagoan papa "
hahahaha
Reina tak bisa menyembunyikan tawanya saat mendengar apa yang di sampaikan Alan pada perutnya yang masih datar.
" memang siapa yang akan merebut bunda dari papa ? Tanya Reina yang merasa jika apa yang Alan ucapkan adalah bagian dari rasa khawatir yang Alan salurkan tapi tak ingin membuat dirinya menjadi khawatir.
" dia...
✍️✍️✍️ ayo Alan kasih tau Reina aja biar Reina bisa waspada dan nanti tidak akan terjebak dengan tipu daya dua Kaka beradik yang pintar berkamuflase 😤😤
Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi update nya
Jangan lupa like dan tinggalkan jejak biar R-kha lebih semangat lagi update nya
Love you moreee 😘😘😘
__ADS_1