Wasiat Cinta ( Ayah Untuk Putriku )

Wasiat Cinta ( Ayah Untuk Putriku )
Firasat dan Rasa Takut


__ADS_3

Tak tega melihat wajah sedih Reva membuat Alan memutuskan untuk mengantar Reina dan areva dulu ke rumah bunda agnia baru setelah itu dirinya baru akan pergi kekantor seperti rencananya tadi.


" sudah siap ?" tanya Alan dimana kini mereka sudah ada di dalam mobilnya, sedangkan bi lilis baru saja pulang karena pekerjaan nya memang sudah selesai.


" sudah pah " ucap Reina yang baru saja selesai memasang sabuk pengaman pada tubuhnya.


Kini Alan sudah melajukan mobilnya menuju rumah bunda agnia yang hanya berjarak empat puluh menit dari apartemen nya jika jalanan sedang macet.


" Bun, maaf papa tidak memberikan pernikahan yang mewah yang mungkin kamu dambakan selama ini " ucap Alan sambil menatap sekilas ke arah Reina.


" tapi papa janji jika kita memiliki rejeki lebih kita akan merayakan resepsi seperti yang kamu bayangkan " ucap Alan yang merasa bersalah karena tidak bisa memberikan pernikahan yang mewah dimana pernikahan mewah adalah impian bagi sebagian wanita.


" jangan memikirkan hal yang tidak perlu di lakukan " ucap Reina yang tak ingin semua itu menjadi beban untuk Alan.


" mungkin benar jika pernikahan mewah adalah impian sebagian wanita yang ada di dunia ini "


" tapi bagi Reina mendapatkan suami yang mau menerima Reina dan Reva saja sudah suatu kebahagiaan yang tak akan pernah bisa di ukur oleh apapun di dunia ini " ucap Reina tulus dan Alan bisa melihat ketulusan yang ada di mata Reina saat ini.


" terima kasih sayang " ucap Alan dimana kini mereka baru saja sampai di rumah Agnia.


" ayo turun sayang " ucap Reina pada Reva yang malah tertidur dalam perjalanan.


" biar papa saja " ucap Alan yang sangat sigap membantu Reina.


Alan langsung turun untuk membantu Reina karena memang dirinya pun saat ini dirinya sedang di buru waktu.


" assalamualaikum" ucap Alan saat Reina sudah membuka pintu rumah Agnia yang ternyata tidak di kunci.


" waalaikum, eh ada Reva cucu nenek " ucap Agnia yang merasa sangat senang kedatangan Reina dan Reva yang sudah beberapa hari ini tinggal dengan Alan.


" Bun, Alan cuma mau anterin Reina sama Reva " ucap Alan yang tak punya banyak waktu lagi.


" sarapan dulu " ucap Agnia tapi Alan langsung menggeleng karena pagi ini ada rapat pagi.


" maaf Bun, Alan ada rapat pagi ini jadi Alan langsung berangkat ya " ucap Alan yang langsung berpamitan pada Agnia.

__ADS_1


" sayang papa berangkat kerja dulu ok " ucap Alan sambil membelai pipi Reina seolah sangat berat meninggalkan Reina di sini.


" papa jangan pergi " rengek Reva saat Alan berpamitan pada Bundanya.


" sayang, papa harus kerja ok " ucap Alan sambil membelai rambut Reva agar Reva bisa sedikit lebih tenang.


" nanti sore papa ke sini lagi ya "


" kan malam ini kita mau bobo di sini " ucap Alan yang masih harus membujuk Reva agar mau mengijinkannya pergi.


" sudah pah berangkat saja nanti juga Reva akan tenang sendiri " ucap Reina yang melihat kegelisahan di wajah Alan yang semakin di desak waktu.


" kamu yakin ?" tanya Alan ragu ragu pergi meninggalkan Reina dan Reva.


" kamu tenang saja ada bunda di sini " ucap Agnia yang tau jika Alan berat meninggalkan Reva yang sedang dalam mode manja.


" ya sudah Alan pergi dulu Bun " ucap Alan tapi matanya menatap ke arah Reina yang saat ini sedang menggendong Reva yang masih tak ingin di tinggal oleh Alan.


Alan pun akhirnya pergi menuju kantornya yang harus iya tempuh dalam waktu setengah jam, saat Alan melewati jalan kebetulan jalanan pagi ini lumayan sepi hingga membuat Alan melajukan mobilnya lumayan kencang karena tak ingin terlambat menghadiri rapat yang menurut Alan sangat penting baginya.


Dooommm


brakkk


Benturan yang cukup kencang membuat kepala Alan membentur kaca depan cukup keras sedangkan tubuh bagian bawahnya mendapatkan luka yang lumayan parah.


" tolong... " ucap Alan yang mencoba keluar dari dalam mobilnya tapi kunci mobilnya mendadak macet mungkin karena kerasnya benturan membuat Alan malah tak sadarkan sebelum keluar dari dalam mobil.


Diwaktu yang bersamaan dengan saat kejadian Alan di saat itu juga di rumah Agnia, Reva menangis semakin kencang seperti akan kehilangan sesuatu yang sangat berarti bagi dirinya.


" Reina, coba kamu telpon Alan sudah sampai mana ? Siapa tau setelah mendengar suara Alan bisa membuat Reva sedikit lebih tenang " ucap Agnia yang merasa jika Reva sedang merasakan sesuatu yang tidak baik.


" iya Bun " ucap Reina yang langsung menghubungi Alan sedangkan Reva kini di gendong oleh Agnia yang tak tega melihat tangis cucunya yang sangat menyayat hati.


Cukup lama Reina mencoba menghubungi Alan hingga setelah menunggu hampir lima menit baru lah sambungan telepon itu di angkat.

__ADS_1


" halo " ucap seseorang dari seberang telepon sana tapi anehnya malah suara orang lain yang di dengar oleh Reina bukan suara Alan suaminya.


" halo ini handphone suami saya, maaf suami saya di mana ya " ucap Reina yang mendadak khawatir karena yang mengangkat sambungan telepon nya bukan lah Alan.


" maaf, pemilik handphone ini baru saja mengalami kecelakaan di jalan M dan saat ini kami sedang menunggu ambulans yang mungkin sebentar lagi sampai " ucap seseorang yang mengangkat handphone Alan.


" APA ? BAGAIMANA BISA ? DAN BAGAIMANA KONDISI SUAMI SAYA " ucap Reina yang langsung di dekati oleh sultan yang mendengar suara panik Reina saat menelepon seseorang.


" kami tidak tau bagaimana kejadian pastinya, tapi saat ini kondisi cukup parah " ucap seseorang yang masih menjelaskan bagaimana kondisi Alan saat ini.


" ada apa sayang ?" tanya sultan yang langsung di sodorkan telepon Reina agar ayahnya bisa tau apa yang sebenarnya terjadi.


" halo saya ayah dari pemilik handphone ini, apa yang sebenarnya terjadi pada anak saya ?" tanya sultan yang tak tega melihat Reina yang sepertinya sangat terpukul mendengar apa yang terjadi pada suaminya.


" putra bapak mengalami kecelakaan tunggal dan saat ini kondisinya cukup parah "


" maaf pak, ambulans sudah datang saya akan menemani putra bapak ke rumah sakit dan saya harap bapak bisa segera menyusul ke rumah sakit cahaya kencana " ucap orang tersebut yang langsung menutup sambungan telepon nya setelah mendapat jawaban dari sultan.


" apa yang terjadi yah " tanya Agnia karena sejak tadi dirinya mencoba bertanya pada Reina tapi Reina malah diam seribu bahasa.


" Alan kecelakaan " ucap sultan singkat.


" ini semua salah Reina, kenapa Reina tidak pergi sendiri ke sini !!"


" jika saja Reina pergi sendiri mungkin saat ini kak Alan masih baik baik saja. "


" Bun... Apa Reina akan kehilangan lagi ...


✍️✍️✍️ sejatinya kehilangan orang yang kita sayang secara tiba tiba membuat ingatan kecil kita menyimpan rapih memori itu hingga saat ada kejadian yang mirip dengan kejadian sebelumnya akan sangat mudah menimbulkan trauma di hati.


Bagaimana kondisi Alan paska kecelakaan itu ? Dan apa yang Brian lakukan saat kondisi Alan seperti ini ??


Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi update nya


Jangan lupa like dan tinggalkan jejak biar R-kha lebih semangat lagi update nya

__ADS_1


love you moreee 😘😘😘


__ADS_2