Wasiat Cinta ( Ayah Untuk Putriku )

Wasiat Cinta ( Ayah Untuk Putriku )
Kata cinta yang tak kunjung muncul


__ADS_3

Alan baru saja sampai di depan pintu apartemen nya menjelang malam karena banyaknya pekerjaan yang sempat tertunda akibat dirinya yang mendadak izin cuti karena Cecilia yang memasukan obat ke dalam minumannya.


" hah akhirnya sampai juga " ucap Alan yang kini bersiap mengetuk pintu apartemen miliknya tapi siapa sangka seolah ikatan batin antara dirinya dengan Reina dimana Reina membukakan pintu karena merasa Alan ada di luar apartemen miliknya.


" malam bunda " ucap Alan yang langsung mencium kening Reina seolah menyalurkan rasa rindu yang harus Alan tahan satu hari ini.


" malam papa " ucap Reina yang langsung mengambil tas milik Alan dan langsung mengajak Alan masuk ke dalam.


" mana Reva " tanya Alan yang kini sudah merangkul pinggang Reina dimana malam ini Reina terlihat sangat cantik dan anggun Dengan balutan dress selutut bercorak flower tanpa lengan.


" baru saja tidur nungguin papa pulangnya lama " ucap Reina yang membantu Alan melepaskan dasi yang satu hari ini menggantung di leher Alan yang mana malah menambah kesan gagah di tubuh Alan.


" maaf ya, kerjaan papa lagi banyak " ucap Alan merasa bersalah terlalu mementingkan pekerjaan tapi apapun yang Alan lakukan semata mata untuk memberikan kenyamanan untuk Reina dan juga Reva.


" papa sudah makan malam ? Tanya Reina saat mengingat kini sudah pukul sembilan malam meski bukan waktu yang ideal untuk Alan makan malam tapi Reina tak mau Alan tidur dalam keadaan lapar.


" sudah tadi di kantor, memang siapa yang masak" tanya Alan yang berharap Reina masak makan malam untuknya.


" baiklah, papa akan makan masakan Bunda kalo begitu " ucap Alan yang tak ingin membuat Reina kecewa karena dirinya tak menghargai apa yang Reina lakukan untuknya.


" jangan di paksakan jika memang papa sudah makan malam " ucap Reina tapi Alan kembali menggandeng Reina menuju ruang makan di apartemen nya.


" papa pasti masih sanggup makan karena malam ini papa memerlukan energi lebih " ucap Alan sambil duduk di ruang makan dimana Reina langsung menyiapkan makan malam untuk Alan tapi Reina menghentikan kegiatan nya karena tak mengerti dengan apa yang di katakan Alan.


" memang energi untuk apa ?" tanya Reina yang tidak mengerti dengan pembicara Alan.


" nanti setelah papa makan kamu nanti akan mengerti " ucap Alan yang tak ingin Reina mencari alasan nantinya.

__ADS_1


" oh iya sayang, apa bunda datang ke sini ?" tanya Alan yang hanya ingin memancing Reina apa akan menceritakan apa yang di lakukan Nabila atau tidak padanya.


Reina terdiam karena Reina tak ingin membuat hubungan antara Alan dan mamanya menjadi semakin jauh dan memburuk jika dirinya menceritakan semuanya pada Alan.


" sayang, sepahit apapun kejujuran akan jauh lebih baik dari pada manisnya sebuah kebohongan " ucap Alan yang langsung menyadarkan Alan yang mungkin saja Alan tau apa yang terjadi padanya hari ini.


" pagi ini setelah papa ke kantor Cecilia datang tapi Reina berhasil mengendalikan keadaan dan Reina harap Cecilia tidak lagi mengganggu rumah tangga kita " ucap Reina penuh harap jika Cecilia kapok mengganggu dirinya.


" lalu " tanya Alan yang kini sedang menikmati makan malam yang di buat Reina.


" setelah itu mama Nabila datang dan mama Nabila ingin tinggal disini karena mama Nabila merasa berhak tinggal di apartemen ini karena ini merupakan milik papa " ucap Reina seperti yang di katakan oleh Nabila.


" lalu apa yang kamu katakan ?" tanya Alan yang hanya ingin tau sampai mana Reina mencoba melindungi mamanya yang sudah jelas jelas bersalah.


" maaf Reina tidak mengijinkan mama Nabila tinggal karena menurut Reina apapun itu harus atas ijin papa karena apartemen ini milik papa " ucap Reina yang tak berani menatap ke arah Alan.


" bunda tidak melakukan kesalahan " ucap Alan yang tak ingin Reina semakin merasa bersalah padanya.


" papa tau apa yang terjadi tadi saat mama datang ke sini, dan andai tadi papa ada di sini tak akan papa biarkan mama menyakiti kamu yang sangat berarti bagi papa " ucap Alan sambil menyelipkan rambut Reina di tepi telinga Reina.


" jadi bunda tenang saja ya, papa tidak marah bahkan papa sangat bangga karena kamu memiliki prinsip yang kuat meski saat melakukan itu malah menyakiti bunda " ucap Alan yang kini sudah membelai pipi Reina yang tadi sempat di tampar oleh mama Nabila.


" papa benar ngga marah ?" tanya Reina yang masih tak percaya dengan apa yang di katakan Alan padanya.


" apa harus dengan ini papa membuktikan jika papa memang tidak marah " ucap Alan sambil mencium bi bir Reina yang di hiasi lipstik berwarna pink yang malam menambah kesan manis di bibir Reina.


Alan langsung menggendong Reina menuju kamarnya sedangkan Reina langsung mengalungkan tangannya di leher Alan agar dirinya tidak terjatuh saat di gendong Alan ala bridal style.

__ADS_1


" oh iya Bun, atasan papa mau ketemu kamu " ucap Alan yang kini sudah meletakan Reina di atas tempat tidur mereka.


" apa harus ?" tanya Reina yang merasa heran kenapa atasan suaminya ingin berkenalan dengannya.


" atasan papa itu Kaka kandung Cecilia " ucap Alan sambil ikut merangkak naik ke atas tempat tidur nya.


" apa mungkin ini ada hubungannya dengan Reina yang bertemu dengan Cecilia pagi tadi ?" tanya Reina yang merasa jika ada yang salah dengan permintaan atasan kakaknya.


" entahlah, tapi yang pasti papa akan selalu bersama Bunda dan melindungi bunda dan Reva dari siapapun yang ingin menghancurkan keluarga kita " ucap Alan yang kini sudah mulai menenggelamkan wajahnya di ceruk leher Reina yang tentu saja membuat Reina hanya bisa memejamkan matanya menikmati apa yang di lakukan Alan padanya.


" papa cinta sama bunda " ucap Alan yang sangat berharap Reina mau membalas apa yang iya katakan.


" bunda " Reina yang terlihat ragu pun hanya bisa mengatakan kata itu tanpa melanjutkan ucapan.


" bunda tenang saja, papa akan selalu bersabar menunggu kata cinta itu keluar tulus dari hati dan juga bibir bunda tapi papa tidak akan bisa tahan jika harus menunggu ini sampai kata cinta itu terucap " ucap Alan meski jujur hatinya sedikit kecewa dengan kejujuran Reina yang masih belum bisa mencintainya.


" boleh !! " tanya Alan yang tak ingin memaksakan kehendak pada Reina yang mungkin masih belum siap menerima diri ya.


" papa harap sebelum benih ini tumbuh di rahim mu nanti, bunda sudah bisa mencintai papa dengan tulus seperti papa yang begitu sangat mencintai Bunda "


" apa papa kecewa ?"


😒😒😒 apa Alan akan berkata jujur tapi menyakitkan Reina jika dirinya kecewa ?


Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi update nya


Jangan lupa like dan tinggalkan jejak biar R-kha lebih semangat lagi update nya

__ADS_1


Love you moreee 😘😘😘


__ADS_2