Wasiat Cinta ( Ayah Untuk Putriku )

Wasiat Cinta ( Ayah Untuk Putriku )
Belum Yakin...


__ADS_3

Seperti pagi pagi sebelum nya meski di rumah Agnia ada asisten rumah tangga tapi Agnia selalu menyiapkan sarapan untuk keluarga nya seorang diri tapi baru saja Agnia akan menuju dapur Agnia melihat Alan yang keluar seorang diri dari kamarnya dengan Reina.


" Alan, Reina mana ?" tanya Agnia yang tak melihat Reina putrinya.


" Reina masih di kamar di temani Reva bun " ucap Alan yang malah membuat Agnia sedikit heran karena tak biasa nya Reina bangun siang seperti ini.


Alan yang tau apa yang di pikirkan ibu angkatnya sekaligus ibu mertuanya pun akhirnya menjelaskan apa yang terjadi pada Reina saat ini.


" Reina baru saja muntah muntah Bun dan Reina juga terlihat sangat lemah jadi Alan akan membawakan roti dan susu untuk Reina sebelum nanti Alan akan mengajak Reina ke rumah sakit agar Alan tau apa yang terjadi pada Reina " ucap Alan.


" muntah ? Sepagi ini ?" tanya Agnia tapi tak lama senyum Agnia mengembang saat membayangkan bahwa dirinya akan kembali memiliki cucu dari Reina dan juga Alan.


" sebaiknya sebelum kalian ke rumah sakit kalian beli alat tes kehamilan dulu karena bunda merasa jika Reina saat ini sedang hamil " ucap Agnia yang malah membuat Alan diam terpaku dengan apa yang Agnia ucapkan.


" apa mungkin secepat ini Bun !" tanya Alan yang tak menyangka akan memiliki anak secepat ini.


" itu mungkin saja terjadi, memang kamu ngga mau punya anak dari pernikahan kalian ?" tanya Agnia sambil menyiapkan roti dan susu untuk Reina putri kecilnya yang sudah akan memiliki dua anak.


" Alan mau Bun, sangat mau Bun "


" dan Alan janji ngga akan pernah membedakan antara Reva dan anak Alan nanti " ucap Alan


" Alan janji " ucap Alan yang tak ingin Agnia berpikir jika setelah dirinya punya anak kandung maka rasa sayang dan perduli Alan pada Reva akan berkurang.


" bunda percaya " ucap Agnia sambil menyodorkan susu dan roti pada Alan.


" sudah cepat sana urus dulu istrimu dan suruh Reva turun biar Bunda yang bantu urusin Reva hari ini " ucap Agnia seolah hari ini dirinya mendapatkan mood booster dari berita yang Alan sampai kan padanya.


Alan pun langsung beranjak dari duduknya menuju kamarnya dengan Reina sambil membawa baki berisi susu dan juga roti untuk istrinya.


" siapa yang sakit kak " tanya Ghani yang baru saja keluar dari kamarnya.


" Kakak kamu lagi ngga enak badan " ucap Alan sambil melanjutkan langkahnya menuju kamarnya sedangkan Ghani juga melanjutkan langkahnya karena hari ini Ghani baru saja akan berangkat sekolah.

__ADS_1


" Bun kakak kenapa ?" tanya Ghani sambil mengambil satu roti dan langsung mengoleskan selai kacang kesukaan nya.


" kalo menurut perkiraan bunda kakak kamu mau punya anak lagi " ucap Agnia yang masih menyiapkan sarapan untuk suaminya yang sedang membersihkan diri.


" siapa sayang yang mau punya anak lagi ?" tanya sultan yang baru saja bergabung dengan anak dan istrinya dimana Agnia langsung menyodorkan kopi susu kesukaan sultan setelah sultan duduk di samping putranya.


" kak Reina yah " jawab Ghani sambil menyuapkan roti ke dalam mulutnya.


" benarkah ?" Tanya sultan yang ikut merasa senang jika Reina kembali memberikannya cucu.


" belum pasti sih yah, itu hanya perkiraan bunda saja "


" kata Alan nanti siang mau Alan bawa periksa biar Alan tau Reina hamil atau tidak " ucap Agnia sambil duduk di samping suaminya karena semua makanan untuk sarapan sudah terhidang semua di meja makan.


" ghavi mana ?" tanya agnia yang baru sadar jika putranya yang satu masih belum ada di meja makan.


" ghavi disini Bun " ucap ghavi sambil mencium pipi kiri Agnia.


Melihat pipi Agnia yang di cium oleh putranya yang sudah beranjak dewasa membuat sultan langsung mencium pipi Agnia tepat di tempat ghavi tadi mencium pipi Agnia.


" ayah ternyata cemburuan yah Bun " ucap Ghani yang memperhatikan apa yang di lakukan ayahnya.


" padahal sama anaknya sendiri masa ayah juga cemburu sih " ucap ghavi yang sebenarnya sangat tau dengan sifat ayahnya tapi ghavi hanya senang saja mengganggu ayahnya.


" sudah sudah ayo sarapan " ucap agnia.


" nenek .. Kakek .. Om... " suara cempreng Reva yang baru saja turun setelah selesai membersihkan diri dan kini terlihat sangat cantik dan manis.


" aih..cucu nenek udah cantik " ucap Agnia sambil mengulurkan tangannya dan meraih Reva dari gendongan Alan.


" Reina mana ?" tanya sultan saat tak melihat Reina turun bersama anak dan suaminya.


" Reina baru saja tidur Bun tadi muntah lagi " ucap Alan yang tak tega saat mengatakan muntah di saat semuanya sedang sarapan.

__ADS_1


" oh, ya sudah ayo kamu sarapan dulu abis itu segera bawa Reina ke rumah sakit agar tau apa yang terjadi pada Reina " ucap sultan.


" iya yah " ucap Alan yang kini sudah duduk di samping Ghani.


" oh iya yah, kata pak Edric malam Minggu besok mama sama om Edric akan melangsungkan pernikahan " ucap Alan menyampaikan apa yang di katakan pak edric semalam padanya.


" apa kamu masih belum mau memanggil pak Edric dengan sebutan ayah ?" tanya sultan sedangkan Agnia dan kedua adiknya Alan hanya bisa mendengarkan tanpa ingin menyela.


" bagi Alan hanya ada satu ayah yang akan selalu Alan panggil ayah dan jika memang Alan sudah yakin jika pak Edric adalah ayah kandung Alan mungkin Alan akan memanggilnya menggunakan sebutan lain bukan ayah " ucap Alan yang terdengar sangat tegas.


" ya sudah bagaimana anaknya kamu aja, ayah sama bunda ngga akan memaksa hanya saja jangan terlalu lama bersikap seperti ini karena mau kamu menolak pun dia tetap ayah kandung kamu dan darahnya juga mengalir dalam darah mu " ucap Agnia.


" iya Bun, mungkin Alan hanya butuh waktu " ucap Alan.


" sudah kak nanti lagi di bahasanya sekarang mending kakak sarapan katanya mau ajak ka Reina ke rumah sakit " ucap ghavi mengingatkan Alan dan agar obrolan tentang ayah kandung Alan terhenti agar Alan tak merasa di sudut kan.


" ghavi benar, kenapa kita jadi banyak bicara saat makan " ucap sultan yang langsung melanjutkan sarapannya begitu juga dengan Agnia yang kini sedang menyuapi Reva cucunya.


Lain halnya di rumah pak Edric dimana saat ini pak Edric sudah sangat rapih dan juga wangi dan hal itu memancing Cecilia untuk menanyakan kemana papinya akan pergi sepagi ini.


" pih, sarapan " ajak cecilia yang memang sangat jarang sarapan bersama dengan papa dan kakaknya.


" papi mau pergi dulu kamu sarapan saja sendiri " ucap pak Edric yang terlihat buru buru meninggalkan rumah besarnya.


" apa papi akan mendatangi rumah wanita itu ? Belum juga dia menjadi ibu tiri cecilia tapi dia sudah merebut perhatian papi dari cecilia " ucap cecilia.


" bukan kah biasanya juga kamu dan kakak kamu yang selalu meninggalkan papi di rumah sendiri ? Lalu kenapa saat papi akan melakukan hal yang sama kamu malah protes ?


✍️✍️✍️ apa setelah mendengar kata kata pak Edric cecilia dan brian akan mau menerima Nabila menjadi ibu sambung mereka ?


Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi update nya


Jangan lupa like dan tinggalkan jejak biar R-kha lebih semangat lagi update nya

__ADS_1


Love you moreee 😘😘😘


__ADS_2