
Alan dan Reina yang baru saja selesai makan malam bersama dengan keluarga sultan dan agnia kini sedang bersantai di ruang keluarga, tapi di sela sela suasana santainya handphone milik Alan pun berbunyi yang ternyata mamanya yang menghubunginya.
" halo mah " sapa alan yang langsung mendapat perhatian dari semua yang ada di sana.
" ini om Edric " sapa orang dari seberang telepon sana yang ternyata bukan mamanya melainkan orang yang mengaku sebagai ayahnya.
" iya ada apa ? Apa mama baik baik saja ?" tanya Alan yang langsung berpikir jika mamanya kembali sakit.
" mama mu baik baik saja "
" ada hal yang ingin saya sampaikan sama kamu dan ini juga menyangkut mama kamu " ucap pak Edric.
" katakan saja " jawab Alan singkat sedangkan tangannya mengulur pada Reva yang tengah berjalan ke arahnya.
" saya ingin menikahi mama mu apa kamu tidak keberatan ?" tanya pak Edric meski sebenarnya kurang etis menanyakan hal ini di telepon tapi demi membunuh rasa penasarannya membuat pak Edric tak bisa menunggu nanti.
" bagi saya, selama mama saya bahagia saya tidak akan keberatan "ucap Alan.
__ADS_1
" dan saya harap anda bisa benar benar membahagiakan mama saya selamanya " ucap Alan.
" baiklah jika seperti itu nanti kita pasti akan bertemu lagi dan saya harap kita bisa lebih akrab lagi nanti " ucap pak Edric.
" ya " jawab singkat Alan yang langsung menutup sambungan teleponnya setelah sambungan itu terputus dari mamanya.
" kalian tidur lah, biar Reva tidur sama bunda " ucap Agnia.
" Reva mau bobo sama papa " ucap Reva yang mungkin masih kangen sama papanya.
" iya Reva bobo sama papa " ucap Alan yang tak tega melihat wajah penuh harap Reva padanya.
" ayo bobo " ucap Alan sambil mengusap lembut punggung Reva yang selalu suka jika tidur di usap punggung nya seperti itu.
" pah, bunda bersih bersih dulu ya " ucap Reina yang ingin memberikan kabar gembira pada Alan meski sebenarnya tadi Reina melakukan itu hanya iseng karena merasa jika jatah bulanan Reina sudah lewat satu Minggu.
" ya bunda " ucap Alan yang masih fokus menidurkan Reva yang tak butuh waktu lama kini sudah tertidur pulas dalam pelukan Alan.
__ADS_1
Alan pun mencoba melepaskan pelukan Reva dari tubuhnya setelah merasa jika Reva sudah tertidur pulas, Alan. Pun mulai mengatur posisi tidur untuk mereka bertiga dimana Reva sengaja Alan letakan di pinggir dekat tembok sedangkan Reina di tengah tengah antara dirinya dan juga Reva.
" sayang, kamu mandi ?" tanya Alan yang melihat rambut Reina yang terlihat basah ditambah Reina yang menggunakan kimono mandi untuk membalut tubuhnya.
" iya " ucap Reina yang baru pertama kali menggunakan pakaian seperti ini di hadapan Alan selama masa pernikahan mereka.
" tapi ini sudah malam sayang, bagaimana kalo kamu sakit " ucap Alan yang begitu perhatian mengambil handuk untuk membantu Reina mengeringkan rambutnya sedangkan Reina pun hanya membiarkan Alan melakukan apa yang ingin dirinya lakukan.
" sudah ayo tidur " ajak Alan yang langsung di tahan oleh Reina yang langsung menghadapkan Alan agar mengarah pada dirinya.
" Reina punya satu kejutan untuk papa dan Reina jamin papa pasti suka "
✍️✍️✍️ kira kira apa kejutan yang akan di berikan Reina pada suaminya ? Kehamilan kah ? Atau pun kesiapan dirinya menerima Alan sepenuhnya ?
Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi update nya
Jangan lupa like dan tinggalkan jejak biar R-kha lebih semangat lagi update nya
__ADS_1
Love you moreee 😘😘😘