
Cecilia tak pernah menyangka jika kakaknya masih menyimpan sesuatu untuk Alan yang ternyata juga masih lah saudara mereka meski lain ibu.
" maksud kakak apa ?" tanya Cecilia yang tidak menyangka jika kakaknya masih belum bisa menerima apa yang sudah Alan putuskan baik itu tentang ayah dan ibunya maupun tentang kemunduran Alan dari perusahaan mereka.
" jika dengan mengajak Tante Nabila masuk ke dalam rumah ini bisa membuat Alan tetap bekerja di perusahaan kita maka akan kakak lakukan " ucap Brian tanpa melihat ke arah cecilia tapi memilih memainkan bola kristal favorit nya jika dirinya sedang dalam kegundahan.
" jujur, sebenarnya apa yang Kaka sembunyikan dari Cecil " tanya Cecil yang tidak begitu saja 0ercaya dengan apa yang kakaknya katakan ditambah gestur kakaknya yang seperti sedang menutupi sesuatu.
" tidak ada yang kakak tutupi, semua ini semata mata demi perusahaan kita " ucap Brian yang lagi lagi menghindar dari tatapannya.
" baiklah jika kakak tidak ingin menjelaskan yang sebenarnya pada Cecil tapi jangan pernah melukai Alan karena dia sekarang sudah menjadi Kaka cecilia saudara kita, suka atau pun tidak " ucap cecilia yang kini memilih beranjak dari duduknya.
Semenjak tau jika Alan adalah bagian dari keluarga nya dan semenjak ketegasan yang Alan katakan dimana Alan tidak akan membiarkan orang lain menghancurkan keluarganya dan kebahagiaan membuat Cecilia sadar jika tidak adalagi kesempatan baginya untuk bisa bersama dengan Alan.
Tapi tidak dengan Brian yang semakin ingin menahan Alan agar selalu di bawah kuasanya apapun yang terjadi, dan itu membuat Brian berpikir keras bagaimana cara agar Alan bisa tetap dalam kuasanya.
" tapi asal kakak tau jika Alan kini sudah menjadi bagian dari keluarga kita dan papa mungkin tak akan tinggal diam jika kita menyakiti Alan atau pun istri dan anaknya " ucap Cecil mengingatkan Brian.
Brian hanya menatap sekilas ke arah adiknya yang biasanya patuh padanya tapi kini seperti nya cecilia memiliki panutan lain dalam hidupnya selain dirinya.
" kakak hanya ingin Alan tidak menjadi lebih penting dari kakak baik dalam rumah ini atau pun dalam urusan pekerjaan " ucap Brian yang hanya ingin mengamankan posisinya dimata semua orang.
Brian pun akhirnya memilih untuk masuk ke dalam kamarnya mengistirahatkan tubuh dan pikirannya yang lelah oleh kedengkian yang iya pelihara sendiri.
Mentari pagi pun mulai menyinari sela sela jendela kamar Reina dan Alan yang seolah terbuai dengan lelapnya malam ditambah lelah karena pertempuran yang kali ini cukup melelahkan.
" pagi sayang " sapa Alan yang baru saja membuka matanya dimana Reina juga baru saja membuka matanya setelah Alan.
__ADS_1
" pagi pah " sapa Reina yang masih belum menyadari jika dirinya bangun kesiangan.
" pagi sayang, papa langsung mandi ya sudah jam enam " ucap Alan yang baru saja melihat jam.
" apa ? Jam enam !! Reina kesiangan " ucap Reina yang hendak bangkit dari tidurnya tapi di hentikan oleh Alan.
" sayang ingat kamu sedang hamil, jangan terburu buru seperti itu " ucap Alan yang takut jika terjadi sesuatu pada Reina dan buah hatinya yang masih dalam kandungan Reina.
" maaf Reina bangun kesiangan " ucap Reina yang tertunduk malu saat mengingat dirinyalah yang sudah menyebabkan mereka berdua kesiangan pagi ini.
" ngga papa, selama itu bisa membuat kamu bahagia papa tidak akan keberatan melakukannya setiap malam " ucap Alan yang malah membuat Reina semakin malu dan langsung menutupi wajahnya dengan selimut yang iya gunakan.
" papah mandi dulu ya " ucap Alan yang memang masih belum benar benar resign dari kantor nya maka dari itu hari ini Alan akan kembali masuk kerja setelah kejadian kecelakaan dua Minggu lalu.
Reina pun bangun dari tidurnya sambil melihat Alan yan saat ini sedang menuju kamar mandi untuk membersihkan diri sekaligus bersiap pergi ke kantor.
" semoga pak Brian dan cecilia bisa menerima apa yang sudah papa putuskan " doa Reina yang sebenarnya sedikit takut jika pak Brian memiliki niat buruk pada suaminya.
" pah, apa harus ya pergi ke kantor ?" tanya Reina yang mendadak memiliki perasaan tak tenang di saat membayangkan jika Alan akan kembali bertemu dengan pak Brian.
" kenapa ?"
" apa kamu tak percaya jika suamimu bisa menjaga diri sendiri dari orang orang yang mungkin akan mencelakai papa ?" tanya Alan yang mencoba membaca apa yang sedang di pikirkan Reina saat ini.
" Reina hanya tak ingin terjadi sesuatu yang buruk pada papa ?" ucap Reina.
" sayang " Alan menangkup pipi Reina agar bisa melihat ke arahnya baru setelah itu Alan pun meletakan keningnya di kening Reina sambil mengatakan sesuatu yang akhirnya bisa membuat Reina yakin jika suaminya akan baik baik saja.
__ADS_1
" papa janji, papa akan kembali dalam keadaan baik baik saja demi kamu dan anak anak kita " ucap Alan di akhiri kecupan di kening Reina.
" janji " tanya Reina memastikan sambil mengulurkan jari kelingkingnya pada Alan berharap Alan tidak akan pernah mengkhianati janjinya.
" janji sayang " ucap Alan baru setelah itu Alan pun melepaskan tangannya dari pipi Reina.
" sudah mandi sana, Reva pasti sudah nunggu kamu " ucap Alan mengingatkan Reina yang masih saja terlihat enggan melepaskan dirinya yang harus bersiap untuk pergi ke kantor.
Reina pun akhirnya mulai membersihkan diri karena hari semakin siang dan Reina tak ingin membuat yang lainnya mengkhawatirkan dirinya termasuk Reva yang tingkat ingin tahunya sedang tumbuh pesat.
Begitu pun dengan Brian yang sudah mempunyai Rencana agar Alan tidak jadi keluar dari perusahaan nya yang mungkin saja jika Alan keluar dan malah bekerja di perusahaan kompetitornya yang mana bisa menghancurkan perusahaan yang sudah iya perjuangkan selama ini.
" aku harap rencana ini akan berhasil dan Alan tetap ada dalam pengawasan ku " ucap Brian yang kini sudah bersiap untuk pergi ke kantor bahkan tanpa mengajak cecilia yang biasa nya selalu Brian ajak untuk berangkat bersama.
" kak, apa kakak akan berangkat sepagi ini ?" tanya cecilia yang semakin curiga pada kakaknya sendiri.
" ya, dan maaf kakak tidak bisa menunggu kamu hari ini " ucap Brian.
" tapi kenapa kak ? Kan kakak tau jika mobil cecilia ada di bengkel ? " tanya cecilia yang masih berharap jika kakaknya mau menunggu dirinya bersiap.
" kakak buru buru " ucap brian yang tetap memilih pergi tanpa menggubris rengekan cecilia adiknya.
" KENAPA KAKAK BERUBAH ? SEBENARNYA APA YANG SEDANG KAKAK RENCANAKAN UNTUK KAK ALAN ?
✍️✍️✍️ apa yang sebenarnya ingin Brian lakukan pada Alan ? Dan apa bisa cecilia menghentikan apa yang sedang di rencanakan Brian untuk Alan ?
Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi update nya
__ADS_1
Jangan lupa like dan tinggalkan jejak biar R-kha lebih semangat lagi update nya
Love you moreee 😘😘😘