Wasiat Cinta ( Ayah Untuk Putriku )

Wasiat Cinta ( Ayah Untuk Putriku )
keluarga yang sebenarnya


__ADS_3

Alan dan Reina baru saja sampai di rumah sultan yang ternyata sudah di tunggu oleh Reva yang saat ini sedang makan siang di teras rumah bersama Agnia.


" bunda " Reva langsung berlari menuju Reina dan juga Alan yang baru saja turun dari dalam mobilnya.


" sayang jangan gendong bunda ya, gendong papa aja " ucap Alan yang langsung meraih Reva dalam gendongan nya karena Alan tak ingin Reina sampai kelelahan dan bisa berpengaruh pada kandungan reina saat ini.


" benarkan yang bunda katakan jika Reina hamil ?" tanya Agnia penuh harap.


" kita bicara di dalam saja Bun biar ayah dan yang lainnya tau " ajak Alan yang ingin berbagi kebahagiaan dengan seluruh keluarga yang selama ini selalu ada untuk dirinya meski dirinya bukan siapa siapa yang tak memiliki hubungan darah dengan mereka.


" ayo rein, hati hati ya " ucap Agnia yang semakin yakin jika Reina saat ini sedang mengandung karena Alan terlihat sangat perhatian dan protect pada reina.


" yah... Reina sama Alan sudah datang " panggil Agnia yang tak sabar mendengar berita yang akan di sampaikan Alan pada mereka semua.


" apa sih Bun ?" tanya sultan yang langsung datang setelah di panggil oleh Agnia.


" yah, ada yang ingin Alan sampaikan pada kalian semua " ucap Alan saat melihat Ghani dan ghavi yang juga sudah ikut bergabung dengan mereka semua.


" apa sih kak, seperti nya penting banget " ucap ghavi penasaran sambil terus menggoda Reva yang selalu saja nangis jika sudah di jahili oleh ghavi.


" Reina hamil " Semua yang ada di sana pun langsung tersenyum bahagia saat mendengar kabar yang Alan sampaikan.


" tapi ada yang jauh lebih penting dan Alan yakin jika kalian akan sangat senang mendengar nya " ucap Alan lagi.


" apa ? Apa tentang mamamu yang mau menikah lagi ?" tanya sultan asal menebak.


" itu sudah pasti yah malam Minggu ini mama dan papa Edric akan menikah " ucap Alan yang sontak saja membuat sultan dan Agnia saling tatap saat mendengar jika Alan kini sudah memanggil pak Edric dengan sebutan papa.


" apa kamu sudah menerima pak Edric sebagai ayah kandung mu ?" tanya sultan yang hanya ingin memastikan.


" Alan sedang berusaha yah, tapi untuk panggilan papa itu semua demi kebahagiaan mama agar mama dan pak Edric bisa bersama dan itu adalah syarat yang di ajukan pak Brian dan juga cecilia " ucap Alan tanpa menutupi apapun dari sultan dan yang lainnya di keluarga ini.


" tidak apa apa, dengan kamu memanggil pak Edric dengan sebutan papa semoga saja bisa membuat hati dan pikiran kamu semakin yakin jika pak Edric memang lah ayah kamu yang juga harus kamu patuhi dan hormati " ucap Agnia menasehati.

__ADS_1


" iya Bun dan mungkin hanya butuh waktu untuk Alan bisa menerima pak Edric sebagai ayah kandung Alan " ucap Alan yang sejujurnya masih enggan mengakui pak Edric yang sudah jelas jelas menelantarkan dirinya dan juga ibu nya dulu.


" dan untuk kehamilan Reina ada satu lagi kabar gembira yang harus kalian ketahui " ucap Alan sebelum dirinya benar benar lupa.


". tunggu biar Ghani tebak " ucap Ghani menghentikan Alan untuk bisa menyampaikan semuanya dengan sangat mudah.


Hah..


" baiklah " ucap Alan yang akhirnya mengalah dan membiarkan Ghani menebak kandungan Reina saat ini.


" kak Reina pasti hamil anak kembar Lima " tebak Ghani asal.


" enak aja emangnya Kaka kucing hamil anak segitu banyak " ucap Reina sambil memukul pundak adik bungsu nya.


" Reina hamil anak kembar " ucap Alan yang sudah tak sabar ingin membagi kebahagiaan nay dengan yang lain.


" benar sayang ?" tanya Agnia memastikan yang ternyata mendapat anggukan dari Reina seolah memastikan apa yang di sampaikan Alan memang benar adanya.


" selamat ya sayang " ucap Agnia sambil memeluk putri nya satu satunya.


" selamat ya Alan, mulai saat ini kamu harus lebih protektif lagi menjaga Reina dan juga Reva yang pastinya membutuhkan perhatian ekstra dari kamu " ucap sultan mengingatkan putra nya Alan.


" iya yah " ucap Alan.


" tapi yah, mulai Minggu besok Alan sudah tidak bekerja lagi di perusahaan pak Brian " ucap Alan yang tak ingin menutupi apapun dari sultan dan Agnia yang bagi Alan adalah keluarga yang sebenarnya bagi dirinya.


" apa kamu yakin ? bukan karena adanya pak Edric yang membuat kamu akhirnya memilih untuk mundur dari perusahaan?" tanya sultan yang tak ingin Alan menyesali apa yang sudah Alan putuskan sendiri.


" Alan yakin yah, karena sejak pak Brian jelas jelas menginginkan Reina agar berpisah dari Alan, sejak saat itu juga Alan hilang respect pada pak Brian dan juga perusahaan yang kebetulan milik ayah Edric " ucap Alan jujur.


" baiklah jika kamu sudah yakin, ayah dan bunda hanya bisa mendukung apa yang kamu putuskan selama keputusan itu tidak kamu ambil dalam keadaan emosi " ucap sultan.


" ngga yah, Alan yakin dan Alan sudah sudah memutuskan itu dengan sangat penuh pertimbangan " ucap Alan yakin.

__ADS_1


" baiklah, ayah dan bunda hanya bisa mendoakan semoga ini memang keputusan yang terbaik untuk kamu Reina Reva dan calon anak kalian " ucap Agnia.


Lain halnya dengan yang terjadi di rumah Nabila dimana meski mereka berada di ruangan yang sama tapi suasananya tidak seperti keluarga Agnia.


" pak ayo kita pulang "ajak cecilia yang sudah tidak nyaman tinggal lebih lama di rumah Nabila.


" Cecil benar pah ayo kita pulang "ucap Brian mengajak ayahnya yang terlihat sangat nyaman tinggal di rumah Nabila.


" kalo kalian mau pulang, pulang saja lebih dulu papa masih ada yang akan di bicarakan dengan mama Nabila " ucap pak Edric yang semakin yakin jika kedua putra putrinya masih belum menerima Nabila dan Alan seutuhnya.


Alan yang tak ingin menunda mengutarakan isi hatinya untuk Agnia dan Sultan yang sontak membuat Agnia dan sultan kembali duduk saat mendengar apa yang Alan sampaikan pada mereka.


" Alan sangat berterima kasih sama ayah dan bunda yang mau menerima Alan dari saat Alan mengetahui jika Alan bukan lah darah daging ayah sultan " ucap ucap Alan.


" ayah yang selalu ada untuk Alan dalam keadaan apapun padahal di antara kami tidak ada hubungan darah setetes pun " ucap Alan yang kini matanya sudah mulai berkaca kaca.


" dan untuk bunda "


" Alan sangat berterima kasih karena sudah di anggap anak dan bagian dari keluarga ini yang tak pernah ingin menghancurkan keluarga yang lainnya demi memenuhi ambisi dan keserakahan diri ya sendiri " ucap Alan penuh rasa syukur.


" dan bagi Alan kalian adalah keluarga Alan yang sesungguhnya yang tak akan pernah Alan dapat dari keluarga manapun di dunia ini "


" terima kasih ayah.. Bunda, Alan sayang kalian "


" ghavi sama ghani ngga disebut ? Apa kami bukan bagian dari keluarga kakak " ucap Ghani yang sengaja ingin membuat suasana sedikit mencair.


Plakk


" Dasar perusak suasana !!!


✍️✍️✍️ apa mungkin Brian dan cecilia hanya di mulut saja menerima Nabila menjadi ibu sambungnya ? atau ada yang sedang di rencanakan Brian di belakang pak Edric ?


Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi update nya.

__ADS_1


Jangan lupa like dan tinggalkan jejak biar R-kha lebih semangat lagi update nya


Love you moreee 😘😘😘


__ADS_2