
Hanin Raihana Syahira gadis cantik dan mandiri dia adalah seorang mahasiswi di sebuah universitas negeri di di kota Y yang juga berprofesi sebagai pelayan di sebuah hotel mewah di kota tersebut.
Pembawaan yang lembut dan tampak selalu ramah membuatnya banyak disukai baik oleh teman kuliah nya maupun teman kerjanya.
" Halo Bu, iya ini aku juga udah mau pulang kok " Jawabnya sambil menjauhkan ponselnya dari dekat telinganya karena bila tidak mungkin akan membuat telinganya sakit
" Ia Bu.... iya aku udah mau sampek nih udah dulu ya " Sambung nya lagi lalu terdengar panggil diakhiri
Ya Allah kuatkan lah aku Batin Hanin yang tak terasa bulir air mata mulai menetes di pipinya. Dua puluh menit kemudian Hanin sudah sampai tepat di depan rumahnya namun betapa terkejutnya Hanin saat dirinya hampir saja terkena lemparan sebuah Tas yang berukuran cukup besar dari dalam rumahnya
" Ya Allah ibu " Betapa terkejut nya Hanin saat mendapati pakaian dan semua perlengkapannya berserakan di di depan pintu rumahnya
" Sudah pulang rupanya, sekarang cepat kamu bawa semua barang-barang mu ini keluar dari rumahku " Bentak Bu Sari dengan senyum sinis nya itu, tampak adik perempuan dan ayahnya hanya diam saja di belakang Bu Sari
" Kenapa diam saja cepat bawa semua barang-barang sampah mu ini keluar sekarang juga dan jangan pernah kau injakan kaki mu di rumah ini " Para tetangga yang melihatnya pun merasa iba pada Hanin karena mereka tau betul bagaimana perlakuan mereka kepada Hanin yang merupakan anak angkat Bu Sari dan bak Jamal.
" Ayo nak ikut ke rumah ibu saja ya " Salah satu tetangga Hanin yang tidak tega melihatnya pun membantu Hanin membereskan beberapa buku-buku nya.
" Bu Sari kok tega sih sama Hanin padahal diakan sudah bekerja keras Bu " Sahut warga lainnya
" Heh kalian, itu semua belum cukup untuk membayar semua biaya hidup dan sekolahnya kalian tau itu tidak sedikit " Jawab Bu Sari dengan ketusnya
" Bu tapi kenapa apa salahku " Hanin yang sudah tidak mampu untuk terlihat tetap kuat akhirnya menangis di bawah kaki sang ibu
" Kenapa..... kenapa Bu ..... kenapa ibu mengusir ku " Sambil terus memegang kaki ibunya
__ADS_1
" Jangan panggil aku ibu karena aku bukanlah ibumu kau tau kan, hehhh andai kau mau menikah dengan pak Danu pasti sekarang keluarga kita tidak akan se-melarat ini " Bentak Bu Sari sambil mendorong Hanin untuk menjauh dari nya
" Sudahlah nak ikutlah bibi " Balas warga lainnya, namun Hanin tetap diam sambil membereskan semua pakaian nya
" Pak, Bu Karin terimakasih untuk semuanya aku janji suatu hari nanti aku pasti akan membalas Budi baik kalian " Ucap Hanin sebelum dia beranjak meninggalkan kerumunan ibu-ibu itu
" Hah kau pikir kau mampu " Balas Bu dari ketus, pak Jamal hanya mampu mengelus dadanya beliau merasa tidak berdaya menjaga Hanin meskipun Hanin bukanlah darah dagingnya namun pak Jamal sudah menganggap nya seperti anak kandungnya sendiri, namun pak Jamal tidak dapat berbuat apa-apa mungkin dengan perginya Hanin dari rumah itu adalah keputusan yang bijak dari pada harus menikahkan nya dengan laki-laki yang tidak dicintainya dan hanya dijadikan sebagai istri ke 6 pak Danu tentu Hanin akan lebih menderita pikir nya
Maafkan bapak nak mungkin ini yang terbaik untukmu Batin pak Jamal. Hanin pun melangkahkan kakinya meninggalkan rumah tempat tinggal Nya selama ini dengan membawa tas besar ditangannya
" Ibu-ibu saya sangat berterimakasih karena kalian begitu selama ini tapi maaf saya tidak bisa merepotkan kalian lagi "
" Hanin kamu itu ngomong apa sih nak, sudahlah memang kamu mau tinggal di mana nantinya "
" Tidak perlu repot-repot Bu Hanin bisa tinggal sementara di tempat teman Hanin atau ditempat kerja juga bisa kok " Hanin merasa tidak enak kalau harus terus merepotkan tetangganya tersebut karena Hanin juga tau kalau keluarga mereka juga mengalami kesulitan ekonomi jadi Hanin harus berbohong untuk meyakinkan mereka.
Disisi lain
Tampaklah seorang pemuda tampan yang memiliki status sosial yang tinggi dialah Harun Wardhana pria muda yang sukses dalam bisnis namun begitu kaku dalam hubungan asmara bahkan terkesan tidak peduli karena baginya jatuh cinta hanya akan membuat dia seperti orang bodoh yang rela melakukan apa saja demi wanita bahkan menyerahkan Semua harganya pada perempuan yang materialistis seperti temannya yang hampir saja bangkrut karena wanita.
Hari ini dia sedang ada urusan bisnis dengan klien di hotel miliknya, ya hotel dimana Hanin bekerja adalah salah satu bisnis properti yang dimilikinya.
" Pak saya mohon izinkan saya tinggal di gudang hotel satu Minggu saja ya " Pinta Hanin pada manager hotel dengan raut wajah yang dibuat semelas mungkin karena dia tahu manager yang satu ini begitu tidak tegaan jadi orang
" Tapi Hanin " Ditatapnya wajah Hanin yang tampak sedih dengan wajah yang tertunduk menatap ke langit " Ya sudah tapi janji hanya seminggu gak lebih " terdapat jeda dalam pengucapannya, awalnya dia hendak menolak namun karena tidak tega dengan karyawan yang satu ini akhirnya dia diizinkan untuk tinggal di gudang hotel tersebut.
__ADS_1
Alhamdulillah ya Allah, seperti dugaan pak raja pasti ngizinin. Batin Rani yang kegirangan karena sesuai dengan prediksinya
" Terimakasih pak saya janji saya akan bekerja sebaik mungkin "
" Udah...... udah sekarang kamu pergi ke ruang VVIP dan beresin kamar itu, jangan sampai kelewatan ingat "
" Siap bos " Balas Hanin sembari mengangkat tangan kanannya sang di tempelkan di pelipisnya seperti murid yang sedang upacara bendera, Hanin bergegas pergi membereskan ruang tersebut dia berusaha untuk tidak melakukan kesalahan sedikit pun karena Hanin tau pemilik kamar itu adalah Pak Harun CEO dari WRH Group sekaligus merangkap pemilik hotel tempatnya bekerja.
Setelah bertemu dengan klien nya Harun berencana untuk beristirahat namun siapa sangka tiba-tiba muncul lawan bisnisnya CEO dari JEO Group.
" Suatu kehormatan bisa bertemu Pak Harun di sini ya " Sapa Pak Akbar
" Justru saya merasa terhormat bisa menjamu anda di hotel ini, saya akan memastikan bahwa pegawai saya akan memberikan pelayanan yang terbaik untuk anda " Harun hendak pergi meninggalkannya begitu saja namun Pak Akbar justru mengajaknya untuk berbincang sebentar
" Jarang-jarang saya bisa bertemu dengan orang hebat seperti anda, bagaimana lalu kita berbincang sebentar sambil minum kopi kelihatannya Pak Harun juga sedikit lelah " Memang benar adanya Harun sudah sangat lelah oleh karena itu dia ingin segera beristirahat dikamar nya namun karena Pak Akbar memaksanya maka dia tidak punya pilihan lagi. Batu dua menit mereka berbicara bersama namun tiba-tiba Harun merasa kepalanya begitu sakit hingga dia harus mengakhiri percakapan nya sial ternyata dia sudah mencampurkan obat ke dalam minuman ku. Batin Harun kesal
" Maaf saya masih ada urusan lainnya jadi kita lanjutkan saja pembicaraan kita lain waktu "
Sepertinya obat itu sudah mulai bereaksi tapi sayang seperti aku harus melepaskan nya hari ini. Batin Pak Akbar sebenarnya beliau memang telah berencana menghancurkan WRH Group dari awal namun caranya selalu gagal sehingga kali ini dia berniat menggunakan cara curang untuk merusak images nya dan akan berakibat pada harga saham yang akan turun
" Baiklah terimakasih atas waktu nya " Dengan raut wajah kecewa Pak Akbar mengizinkan Harun pergi
Sesampainya di kamar hotel dia menyuruh semua orang pergi membiarkan nya istirahat sendiri dan menugaskan beberapa orang untuk berjaga diluar
" Apapun yang terjadi jangan ada yang masuk ke dalam, kalian mengerti " Perintah Harun Karen dia merasa bahwa sesuatu sedang mempengaruhi nya dan dia tidak mau kalau sampai ada orang yang melihatnya terutama lawan bisnisnya karena itu akan memberi mereka celah untuk menghancurkannya
__ADS_1
Sial..... gerutu Harun
Hanin..... yang sedang dia lakukan sekarang semoga saja dia sudah keluar dari sana sebelum Harun masuk dan bertemu Harun yang menyebalkan