
Satu Minggu telah berlalu kini Hanin diperbolehkan pulang oleh dokter Raisa karena keadaan Hanin sudah lebih baik meskipun dia masih sering melamun
Setelah keluar dari rumah sakit Hanin dibawa ke kediaman Harun, karena selain tidak mengenal Hanin dia juga masih merasa bahwa Hanin adalah tanggung jawabnya
" Bik, apa sadapan sudah siap? " Harun bertanya pada salah satu asisten rumah tangga yang bertugas mengurus dapur
" Sudah tuan apa tuan ingin makan sekarang " Tanya sang asisten pada tuannya
" Bawakan sarapan Hanin ke kamarnya " Perintah Harun disela aktivitas nya membaca koran di teras samping yang posisinya dekat dengan ruang makan
" Baik tuan " Sebelum dia melaksanakan tugas yang diberikan Harun tiba-tiba saja Hanin tampak sedang menuruni anak tangga
" Nona anda....." Sedikit heran dia bertanya, karena sejak Hanin tinggal di rumahnya baru kali ini Hanin keluar dari kamarnya
Harun yang mendengarnya pun ikut menatap Hanin dengan perasaan senang karena akhirnya Hanin berani keluar dari kamarnya itu artinya Hanin sudah mulai membaik, mungkin.....
" Nona apa anda ingin sarapan di sini? " Tanya bibik pada Hanin, namun yang ditanya hanya melewatinya saja tanpa mengatakan sepatah katapun
Harun yang melihat reaksi Hanin tersebut merasa bingung dan gelisah apa mungkin dia ingin...... arggghhh tidak mungkin aku harus memastikan nya sendiri
" Hanin " Mendengar namanya dipanggil membuat nya berhenti sejenak, lalu Hanin pun berbalik arah menatap nya dan kembali meninggalkan ruang makan hingga menuju pintu utama
Harun mengikuti setiap langkahnya dia tidak ingin menyentuhnya karena khawatir Hanin akan kembali memberikan reaksi yang tidak bersahabat seperti sebelumnya
Setelah Hanin membuka pintunya tampak di halaman rumah tersebut begitu banyak penjaga awalnya Hanin tampak maju lalu mundur kembali hingga dia terdiam sejenak dan memantapkan langkahnya untuk keluar dari rumah Harun
Hanin menyusuri setiap bagian halaman yang tampak sejuk dengan pemandangan hijau dan tampak ada beberapa jenis bunga yang ditanam di samping lantai paving yang menghiasi halaman nya. Para pengawal yang menatap nya pun ingin menghentikan langkahnya namun saat mereka ingin beranjak Harun telah mengisyaratkan mereka untuk diam dan membiarkan nya dan merekapun menurutinya
Hingga sampailah Hanin di pintu gerbang utama yang tampak begitu besar dan berdiri dengan kokohnya
Mau kemana dia. Batin Harun yang masih setia mengikuti langkah Hanin
Hanin terus berjalan cukup jauh, hingga diapun berhenti tepat ditengah-tengah jalan raya tempat kendaraan berlalu lalang di sana
Tinnnnnnnn
Terdengar suara klakson mobil yang begitu nyaring namun Hanin tetap tidak mau beranjak dari posisinya dia tetap mematung disana berharap bahwa mobil tersebut akan menerjangnya dan membebaskannya dari penderitaan yang sedang dialaminya
__ADS_1
Harun yang melihatnya pun akhirnya bereaksi dia berlari ingin menghampirinya dan menarik nya dari sana namun diurungkannya saat dilihat mobil tersebut sudah berhenti tepat didepannya dan tampak seorang laki-laki keluar dari dalam mobil tersebut
Bayu. Batin Harun merasa lega
" Hanin apa yang kau lakukan disini? " Tanya Bayu cemas
" Ayo, aku antarkan kamu pulang disini bahaya banyak mobil yang lewat untung saja tadi aku cepat ngerem kalau enggak..... " Ajak bayi sambil membimbing nya masuk kedalam mobil
" Lepaskan " Perintah Hanin
" Apa kau bercanda? sudahlah aku akan mengantarmu pulang " Bayu mulai bingung
" Pulang? " Hanin mengulangi kalimat Bayu
" Kemana kau akan mengantar ku pulang ha! " Teriak Hanin
" Aku hanyalah seorang gadis biasa yang dibuang orang tua kandung ku sendiri dan dicampakkan keluarga angkat ku hingga..... hiks hiks " Tutur Hanin yang tidak mampu menyelesaikan kalimatnya karena terasa begitu berat baginya
" Hingga aku harus kehilangan harga diriku dan direndahkan orang lain, aku tau aku bukanlah orang terhormat tapi aku masih punya harga diri "
" Apa dia pikir dia bisa memberiku dengan cek kosong itu dan menyuruhku untuk pergi sejauh mungkin darinya, lalu kenapa kau menyelamatkanku ? "
" Ya.... lebih baik aku ma** dari pada harus hidup menanggung aib ini, aku nggak sanggup hiks.... hiks " Hanin terus menangis dan meratapi nasib malangnya itu
Deg....
Harun yang mendengarnya dari sisi jalan pun perasa terkejut sebegitu beratnya beban yang ditanggungnya seorang gadis yang telah dihinanya dan bahkan telah dirusaknya
Bayu yang mendengar nya pun akhirnya mengerti apa yang dialami gadis yang sedang menangis dihadapan nya itu
" Aku ada disini jangan sedih oke " Bayu menenangkan nya sambil diusapnya lelehan air mata yang masih menetes dari ujung mata indahnya itu
Hanin terdiam menatap lekat-lekat sosok laki-laki yang selalu menolong nya hingga Hanin pun melingkarkan kedua tangannya ke pinggang Bayu dan menenggelamkan wajahnya di dadanya dan tangisannya pun terdengar lagi
" Tenanglah aku akan bertanggung jawab atas mu mulai sekarang, jadi jangan pikirkan yang macam-macam lagi " Bayu membalas pelukan Hanin entah mengapa hatinya merasa tenang sekarang karena Hanin sudah terbuka padanya
" Maksudnya? " Tanya Hanin bingung sambil melepaskan pelukan
__ADS_1
" Maukah kau menikah dengan ku? " Tanya Bayu sambil menggenggam kedua tangan Hanin dengan yakin
" Tapi kenapa?, Maaf tuan jika kau hanya mengasihi ku aku tidak butuh belas kasihan mu " Ucap Hanin sambil melepaskan genggaman tangan Bayu
" Bila tuan hanya ingin bersikap dermawan maka pergilah karena ada orang yang lebih membutuhkan belas kasih mu tapi bukan aku " sambung Hanin lagi
Harun yang mendengarnya dari sisi jalan pun tidak tinggal diam mendengar bahwa Bayu akan bertanggung atasnya
" Tidak bisa!!! " Teriak Harun kesal
" Ikut dengan ku " Perintah Harun sambil menarik tangan Hanin
" Lepaskan " Teriak Hanin
" Karena aku yang sudah bersalah padamu maka aku yang akan bertanggung jawab padamu, dan menikahi mu " Entah mengapa kata pernikahan muncul begitu saja
" Tuan.... " Bayu heran
" Aku tidak mau menikah dengan orang seperti mu " Teriak Hanin
" Orang sepertiku " Harun tak kalah berteriak dari Hanin
" Aku hanya akan mengulanginya sekali jadi jawab dengan cepat karena aku tidak suka menunggu " Harun mulai kesal
" Aku akui aku bersalah padamu dan aku sadar maka menikahlah denganku sebelum terjadi hal yang tidak kamu inginkan terjadi " Terlihat tatapan penuh kemarahan yang terpancar dari sorot matanya
" Apa maksud mu? " Tanya Hanin heran
" Kau tau dengan jelas kejadian malam itu dan bila suatu saat nanti kamu ha*** dan kau menolak menikah denganku aku tidak akan berubah pikiran dan kau akan menanggung nya sendiri " Bisik Harun di telinga Hanin
Tampak Hanin begitu tegang mendengar nya memang benar apa adanya sebagai seorang wanita Hanin tau dengan jelas apa yang akan terjadi selanjutnya
Bayu hanya bisa diam mendengar bertikai antara Harun dan Hanin karena dia tidak berani bersuara setelah mendengar pernyataan Harun
Diseberang jalan tampak seorang paparazi sedang mengamati kejadian langka dihadapannya itu
" Ini akan jadi berita besar besok " Senyum licik terlihat jelas disana
__ADS_1
Lihatlah bagaimana aku membalas mu tuan . Batinnya dengan penuh ambisi......