What A Wonderful Woman

What A Wonderful Woman
Kondisi Hanin Part 2


__ADS_3

Sesampainya Harun dirumah sakit dia langsung menuju ke ruangan tindakan dan tampaklah beberapa perawat dan seorang dokter menghampiri


" Tuan ada apa ini " sang dokter yang mengenal Harun dan mengetahui status nya pun merasa kaget pasalnya ini kali pertama sang dokter bertemu langsung dengan Harun


" Dokter saya mohon tolong seka istri saya " Harun memohon atas keselamatan istrinya


" Tuan jangan khawatir kami pasti akan melakukan yang terbaik " Dokter langsung memasuki ruang tindakan dan memeriksa kondisi Hanin secara keseluruhan


" Bayu tolong kamu cek cctv yang terpasang disetiap sudut rumah jangan sampai terlewatkan " Harun ingin mengetahui apa sebenarnya yang terjadi


" Baik tuan, saya permisi dulu " Bayu undur diri meski Harun tidak merespon nya dia ( Harun ) tampak cemas dia tak hentinya mondar-mandir didepan ruang tindakan tersebut


Empat puluh menit kemudian tampak dokter keluar


" Dok gimana kind istri saya " Masih dengan raut wajah penuh kekhawatiran


" Istri tuan mengalami dehidrasi berat yang menyebabkannya kehilangan cairan tubuh diatas 10% dari total berat badan hal itulah yang memicu terjadinya kram otot, lidah membengkak, tubuh menjadi tidak berdaya dan kehilangan kesadaran atau pingsan seperti yang terjadi pada istri tuan barusan " Dokter menjelang kondisi Hanin saat ini


" Lalu dok? " Harun semakin khawatir


" Dalam kondisi seperti ini memerlukan tindakan lebih lanjut karena organ ginjal akan kehilangan fungsi utamanya bahkan....." Terdapat jeda diantara penjelasannya


" Bahkan kematian jika dibiarkan terus-menerus tuan, jadi saya sarankan agar istri tuan dirawat selama beberapa hari dan kami akan terus melakukan pemeriksaan secara menyeluruh untuk memastikan keadaan pasien " Dokter berusaha memberikan penjelasan agar Harun tidak terlalu khawatir


" Lakukan yang terbaik dok, apa saya boleh menjenguk nya "


" Bisa tuan tapi nanti setelah pasien dipindahkanke ruang rawat biasa kalau begitu saya permisi dulu " Terlihat Harun mulai lega mendengar penjelasan dari dokter yang merawat Hanin tersebut


Tak butuh waktu lama bagi Hanin untuk dipindahkan ke ruang rawat biasa namun atas permintaan dan status keluarga Harun, Hanin pun dipindahkan ke ruang VVIP yang ada di rumah sakit tersebut


" Sayang.... aku mohon maafin aku ya " Harun meraih tangan istrinya dan diletakkan pada pipinya namun Hanin masih belum sadar hingga detik ini


Kringgggg


Ponsel Harun bergetar Harun merogoh saku celananya dan tampak ID pemanggil adalah Bayu


" Iya " Jawab nya singkat


" Saya sudah memariksanya tuan saya akan kirimkan videonya ke ponsel tuan sekarang juga " Bayu menjelaskan


Harun mengakhiri panggilan tersebut tak berapa lama video yang dimaksud Bayu telah berhasil terkirim ke ponsel miliknya dan Harun terlihat semakin kesal dibuatnya sial, batinnya kesal saat mengetahui bahwa tantenya telah menyakiti perasaan istrinya bahkan terkesan menghinanya hingga membuat Hanin pergi tanpa makan sesuap nasi pun pagi itu

__ADS_1


" Bayu, kamu urus tante Pratiwi secepatnya " Harun langsung menghubungi Bayu


" Baik tuan " Bayu paham apa maksud dari Harun


Dengan perawatan intensif selama tiga hari Hanin akhirnya diizinkan pulang dengan catatan harus tetap memperhatikan pola makannya dan juga istirahat yang cukup dan disanggupi keduanya


Sedangkan tante Pratiwi telah dipulangkan langsung ke kampung halamannya tanpa mengizinkan nya untuk bertemu Harun terlebih dahulu untuk memberikan penjelasan karena bagi Harun semuanya sudah jelas


Sesampainya mereka dirumah Hanin disambut oleh para asisten rumah tangga dan beberapa asisten perempuan yang baru direkrut Harun yang nantinya akan ditugaskan untuk menjaga Hanin nantinya bila Harun sedang tidak berada di rumah


" Selamat datang tuan dan nona " Mereka serempak menyapa tuan dan nona nya yang baru saja tiba


" Terimakasih ya bik " Hanin merasa tidak enak karena merasa sudah merepotkan banyak orang


" Sayang kamu istirahat dulu ya aku masih ada sedikit urusan penting " Harun menyarankan agar Hanin segera beristirahat sementara dirinya akan kembali ke kantor nya


" Bie.... " Hanin ragu


" Kenapa sayang? apa ada yang sakit atau kamu mau sesuatu " Harun masih sedikit cemas dengan keadaan Hanin saat ini


" Enggak kok aku baik-baik aja bie... tapi " Hanin kembali ragu mengungkapkan nya


" Sayang katakan kamu mau apa biar nanti aku beliin buat kamu " Harun masih bingung dengan Hanin yang tampak ragu mengatakan keinginan nya


" Sayang kenapa memangnya apa kamu masih kurang enak badan " Harun semakin khawatir karena tidak biasanya Hanin bersikap demikian


" Enggak bie aku cuma pengen ditemenin kamu aja hari ini, tapi kalau kamu keberatan ya gak papa kok " Hanin kecewa dan tanpa mendengar penjelasan suaminya diapun langsung menuju ke kamarnya namun Harun justru merasa senang dengan sikap manja Hanin saat ini


" Bayu kamu reschedule semua agenda saya hari ini " Tanpa pikir panjang Harun langsung menyuruh Bayu untuk membatalkan semua jadwal nya hari ini


" Baik tuan " Bayu mengiyakan perintah bosnya tersebut meskipun sejujurnya dalam hati Bayu dia masih ada sedikit perasaannya pada Hanin


Sedangkan Hanin tampak uring-uringan di kamar nya dia hendak berbaring namun diurungkannya dan malah mondar-mandir dengan wajah suntuk nya


Ceklek ( pintu kamar terbuka ) Harun tampak sedikit mengintip kedalam sedangkan Hanin malah melengos begitu saja saat melihat wajah Harun yang menyembul dari balik pintu


" Sayang " Goda Harun saat sudah berada disamping Hanin namun Hanin masih acuh tidak memperdulikan keberadaan Harun


" Sayang aku udah reschedule semua agenda aku hari ini masak iya kamu masih ngambek sih sama aku " Harun kembali menggoda istrinya yang masih merajuk


" Kamu serius bie? " Hanin tampak antusias mendengar nya. Harun mengangguk mengiyakan pertanyaan Hanin yang disambut pelukan hangat oleh-nya

__ADS_1


Harun merasa senang entah mengapa hari ini Hanin bersikap manja bahkan untuk makan pun dia ingin disuapi oleh Harun


" Sayang apa kamu sudah menerima ku sepenuhnya " Harun ingin mempertegas posisinya di hati Hanin saat ini


" Bie.... " Hanin meraih tangan suaminya dengan lembut


" Kasih aku waktu sedikit lagi ya, kamu nggak marah-kan " Meskipun Hanin sudah bisa menerima Harun namun masih ada sedikit keraguan dalam dirinya akan ketulusan Harun karena seingat Hanin, Harun bersedia menikahinya karena kejadian yang sama sekali tidak diinginkan keduanya


" Selama yang kamu perlukan aku akan menunggu sayang, tapi jangan lama-lama ya " Meskipun Harun kecewa namun tidak ingin memaksakan kehendaknya begitu saja


" Bie.... kamu nggak marah-kan " Hanin menyelidik


" Enggak sayang " Harun memantapkan hatinya untuk menerima keputusan istrinya tersebut


Cup


Hanin mengecup mesra pipi Harun bergantian hingga satu kecupan lembut dan manis itu berakhir di bibir suaminya cukup lama hingga Hanin menyudahi nya karena merasa keadaan sudah semakin panas


" Maaf bie " Hanin merasa bersalah padanya ( Harun )


" Kok minta maaf sih sayang justru aku berterimakasih karena kamu udah mau mencobanya " Harun jujur


" Emmmh bie.... " Hanin ragu


" Kenapa sayang atau kamu berubah pikiran ya " Goda Harun


" Keluar yuk "


" Kemana sayang inikan udah malam "


" Emhhh aku pengen makan asinan bie "


" Besok aja ya aku udah ngantuk nih "


" Ya udah kalau gitu aku beli sendiri aja " Hanin sedikit kesal


" Ehhh, sayang tunggu ya udah ayo aku anterin ya " Harun menarik tangan Hanin yang mulai beranjak dari sisinya


Kenapa tiba-tiba pengen makan asinan sih malem-malem gini lagi. Gerutu Harun


Makasih buat dukungannya ya 🤗 buat para reader yang baik hati jangan lupa like komen dan vote nya ya

__ADS_1


Terimakasih....♥️♥️♥️


__ADS_2