
" Tuan ini....." Pengawal tersebut tidak melanjutkan kalimatnya dengan penuh kecurigaan pengawal tersebut akhirnya membuka nya
Dan betapa terkejutnya dia saat mengetahui apa isi dari kantong plastik yang terisi seperempat dari batas maksimal nya itu pengawal tersebut terlihat bergetar bahkan terlihat jelas oleh Harun dan beberapa pengawal lainnya. Mereka semua tampak terheran-heran menatap reaksi asisten dari Harun yang tampak begitu gemetar dengan wajah pucat pasi sesuatu yang tidak terduga baginya
Harun tak kalah herannya saat menatap reaksi dari Bayu asisten pribadi Harun yang menurutnya tampak mencurigakan
" Cepat kalian pergi ke kamar tuan sekarang! " Perintah Bayu dengan nada tinggi yang membuat para pengawal terkejut dan seketika itu pula mereka semua berlari menuju ke tempat dimana Hanin berada
Harun tampak terkejut dengan reaksi Bayu barusan karena baru pertama kalinya dia melihat bayi bereaksi tidak bersahabat seperti ini " Ada apa? " Harun mencoba memecahkan misteri yang penuh tanda tanya apa sebenarnya yang terjadi
" Maaf tuan sudah tidak ada waktu, kita harus segera menemukan nya sekarang " Tanpa penjelasan yang pasti Bayu berlari mengikuti pengawal yang telah lebih dulu menuju ke sana. Harun yang merasa heran pun akhirnya ikut menyusul mereka
Deg
Jantung Harun seakan berhenti berdetak saat ditatapnya ada begitu banyak ceceran darah disana mulai dari samping pintu masuk hingga ke kamar mandi namun terlihat ada genangan darah di samping tempat tidur matanya tampak melotot tajam tak percaya dengan apa yang dilihatnya sekarang, namun lamunannya itupun buyar ketika dia mendengar Bayu berteriak dari dalam kamar mandi
" Nona, nona buka mata anda sekarang "
" Nona buka sadarlah!!! " Dengan nada yang semakin tinggi tampak menggema memenuhi ruang mandi di sana
Harun yang menatap Hanin terkulai lemah tak berdaya di pangkuan Bayu itupun tampak tak percaya dengan kondisi gadis yang baru ditinggalkan nya setengah jam yang lalu tubuhnya yang basah dan berlumuran dar*** dengan wajah yang tampak mulai pucat dan sedikit biru itu pun akhirnya dibopong Bayu melewati Harun begitu saja tampa sepatah kata pun bagi Bayu menyelamatkan Hanin lebih penting daripada menjenjelaskan apa yang sebenarnya terjadi pada Harun
Flashback on:
__ADS_1
" Dan ingat jangan sampai kejadian semalam bisa keluar dari dinding ini " Sambungnya lagi sambil melangkahkan kakinya meninggalkan Hanin yang masih berada ditempat nya
Hanin menangis sejadi-jadinya matanya menatap tajam ke selembar cek kosong yang disodorkan nya tadi, tentu saja jika Hanin mau dia bahkan bisa membeli hotel milik Harun dengan cek tersebut namun bagi Hanin harga dirinya itu tidak sebanding dengan cek tersebut. Hanin melangkahkan kakinya turun dari ranjang dan dipungutnya satu-persatu pakai nya kembali dan mengenakannya kembali ditatapnya cek kosong yang ada ditangannya dan memasukkan nya ke dalam kantong plastik yang ditemukannya di laci kamar Hanin melangkahkan kakinya menuju pintu kamar dan dibukanya terlihat seseorang dengan pakaian rapi serba hitam berdiri disana
" Ini, anggap saja sebagai kompensasi, isilah sesukamu dan pergilah sejauh mungkin jangan sampai membuat ku berurusan dengan mu lagi " kalimat itulah yang terus berputar di dalam benaknya kompensasi, pergi sejauh mungkin. itulah yang menekan batinnya
" Apakah aku sehina ini, apakah aku begitu tidak berarti orang tuaku telah membuang ku, ibu mengusir ku dan dia..... dia laki-laki yang terhormat itu justru memberikan kompensasi padaku atas perbuatannya " Rani menangis sesenggukan tubuhnya dijatuhkan nya begitu saja di samping ranjang kamar
" Baiklah itu yang kalian inginkan bukan akan aku kabulkan sekarang juga "
" Sesuai permintaan mu tuan aku akan pergi sejauh mungkin dari hadapan mu bahwa dari dunia ini " Dengan pikiran kalut Hanin berdiri dan mencoba mencari sesuatu yang tajam dan benar saja Hanin menemukannya di atas nakas yang terletak di samping tempat tidur terdapat semangkuk buah yang terisi berbagai macam buah dan tersusun dengan rapi, disanalah Hanin menemukan sebilah pisau
Tanpa pikir panjang Hanin menggoreskan nya ke pergelangan tangan nya dan da*** pun mengalir disana Hanin mengorek-orek nakas tersebut dia mencoba mencari-cari sesuatu disana dan ditemukan nya sebuah kantong plastik yang terselip di sana dan dia me******** disana
Hanin bangkit dan membawa kantong plastik tersebut kepada pengawal Harun yang sebelumnya dia telah memasukkan cek kosong tersebut kedalamnya, meski tubuhnya terasa begitu lemah karena kehilangan cukup banyak da***nya namun dia tetap berusaha untuk menyampaikan pesannya kepada pengawal Harun agar dia yakin bahwa permintaan akan terkabulkan
Sesampainya Hanin di dalam kamar mandi dinyalakannya kran air dan memenuhi bathtub dan ditenggelamkannya tubuh Hanin yang sudah semakin lemah itu ke dalamnya Hanin begitu frustasi dengan keadaannya sekarang sudah tidak ada lagi keluarga, tidak ada kehormatan dan tidak ada lagi harapan nya
Hanin bahkan hampir gila karena kejadian itu hingga dia harus melakukan semua itu karena mungkin setelah dia pergi semua orang akan senang dan Hanin pun tidak perlu lagi merasa tersakiti
Flashback off:
" Kalian urus yang lain jangan sampai ada berita tentang kejadian ini, tutup mulut semua orang yang ada " Perintah Bayu sambil menggendong Hanin dan berlari menuju ke rumah sakit
__ADS_1
" Baik tuan " Mereka berpencar Bayu ke rumah sakit dan beberapa pengawal mengurus setiap pasang yang menatap heran tentu mereka juga mengenal siapa itu Bayu
Bayu memacu mobilnya secepat mungkin ke rumah sakit terdekat tanpa pikir panjang Bayu langsung membawanya ke IGD terlihat dokter dan beberapa perawat tampak sigap langsung menanganinya. Karena Bayu tiDak boleh ikut masuk ke dalam maka dia menunggunya di luar Bayu tidak bisa diam dia terus saja mondar-mandir didepan IGD dia tampak begitu khawatir bodoh kenapa aku bisa kecolongan begini gerutu Bayu kesal sambil mengacak-acak rambutnya
Tak berapa lama seorang suster keluar menghampiri nya
" Maaf anda saudara pasien? "
" Bukan sus saya hanya menolongnya saja "
" Begini mas tolong anda hubungi keluarga pasien dan minta mereka untuk ke rumah sakit secepatnya "
" Saya gak tau keluarga nya sus, bagaimana keadaannya sus? "
" Pasien butuh transfusi darah secepatnya, tapi masalah stok darah golongan AB– sedang kosong mas "
" Saya juga AB– sus pakai saja darah saya "
" Baiklah kalau begitu kita cek dulu "
Setelah dipastikan bahwa golongan darah mereka sama akhirnya Bayu dapat mendonorkan darahnya kepada Hanin dan bisa dipastikan nyawa Hanin selama kali ini sepertinya Tuhan masih menyayangi nya hingga Hanin bisa bertahan sejauh ini
Sementara itu dimana Harun????
__ADS_1
Ya, ternyata Harun masih berada di dalamnya kamar hotel miliknya dia masih tidak percaya dengan apa yang baru saja terjadi, dia masih terkejut dengan sikap Hanin yang nekat barusan dan Karen keegoisan nya lah hingga Hanin bisa senekat itu
Sejahat itukah aku, hingga aku membuatnya sampai b**** diri ap......apa yang harus aku lakukan. Batin Harun sambil mengacak-acak rambutnya