
Setelah pergulatan yang cukup melelahkan itu Hanin dan Harun akhirnya keluar dari kamarnya, tampak seorang sedang menunggu dengan sabar di ujung anak tangga yah dialah Bayu asisten Harun yang senantiasa setia menemaninya
" Maaf nona, di depan ada seseorang yang mencari nona " Sesampainya mereka dibawah Bayu langsung menyampaikan perihal tamu dari istri tuannya tersebut
" Tamu..... siapa? " Pertanyaan yang seharusnya diucapkan Hanin itupun justru Harun yang mengatakan nya terlebih dahulu
" Ehhhh...... bukankah seharusnya aku yang bertanya diakan tamuku " Protes Hanin kesal
" Kau adalah istri ku jadi tamu mu adalah tamu ku " Celetuk Harun
" Siapa bay.... " Hanin tidak ingin menanggapi suaminya yang sedang bersikap kekanak-kanakan menurutnya
" Bay....!!!! " Harun tampak tidak suka dengan kalimat tersebut
" Ahhhh lupakan, katakan asisten Bayu siapa tamunya " Hanin tampak menekankan kalimatnya pada beberapa kata
" Seorang pria bernama Mario dan gadis bernama Marsha dia bilang nona yang menyuruhnya kemari " Bayu menerangkan, namun seseorang tampak tidak suka siapa lagi kalau bukan tuan Harun Wardhana
" Ohhh, benar bisakah asisten Bayu mempersilakan nya masuk " Jawab Hani yamg diangguki oleh Bayu
" Seorang pria????? rupanya suamimu ini masih belum cukup membuat nyonya Wardhana puas rupanya " Harun membisikkan nya langsung di dekat telinga Hanin hingga membuatnya bergidik karena hembusan nafas yang menggetarkan nalurinya
" Ayolah bie..... akukan sudah bilang " Hani melangkahkan mundur menghindari tubuh Harun yang semakin mendekatinya
" Kenapa???? apa nyonya Hanin sudah bosan dengan ku makanya tidak ingin berada di dekatku lagi " Goda Harun yang semakin membuat Hanin terpojok
Tap....
Tap.....
Suara hentakan kaki dari sepatu pantofel yang berpautan dengan lantai terdengar begitu nyaring di telinga Hanin yang membuat nya merasa semakin gugup
" Bie..... ada yang dapat " Sergah Hanin yang berusaha menghindari tubuh kekar milik suaminya
" Lalu kenapa? ini adalah rumahku jadi aku berhak melakukan apapun juga di rumah ku sendiri " Harun membela dirinya sendiri yang merasa sedikit kesal hari ini
" Nona mereka sudah menunggu anda di ruang tamu " Timpal Bayu yang sudah berada didekat kedua insan itu
" Terimakasih.... aku akan segera ke sana " Balas Hanin yang masih berusaha melepaskan diri dari Harun
Ahhh, nona seperti nya suami anda masih belum rela melepaskan anda. Batin Bayu yang spontan mengatakan hal tersebut lantaran melihat betapa dekatnya mereka saat itu
" Ayo sayang.... " Harun meraih pinggang Hanin dan membimbingnya agar menuju ke ruang tamu bersama
" Hanin..... " Mario berniat menyapa Hanin namun sepertinya suasana tidak koperatif saat itu
" Ehhhh, apakah begitu caramu memanggil calon majikan mu? " Harun tidak suka
" Maaf tuan Harun Wardhana yang terhormat " Celetuk Rio
" Sudahlah..... silahkan duduk " Hanin berusaha melerai keduanya
" Baiklah karena kalian sudah saling mengenal aku langsung to the point aja deh " Canda Hanin yang mencoba menetralkan atmosfer ruangan tersebut
__ADS_1
" Jadi mulai hari ini kamu Mario akan bekerja sebagai supir pribadi ku dan Marsha kamu akan bekerja sebagai asisten ku di sini yang akan ku beri tugas untuk membersihkan ruang baca dan tugas lainnya meskipun itu sangat sulit sekalipun kalian harus siap 24 jam kapanpun aku membutuhkan kalian "Hanin mencoba menjelaskan tentang tugas mereka masing-masing
" Oh ya.... kalian juga akan tinggal disini " Sambungnya lagi
Setelah menjelaskan tugas-tugas mereka masing-masing Hanin meminta kepada salah seorang pelayan untuk menunjukkan kamar mereka masing-masing
" Bie... kamu kenapa? " Hanin heran melihat bibir manyun milik Harun yang sangat jarang terjadi
" Kenapa apa sekarang baru memikirkan tentang suamimu ini " Harun kesal
" Nggak ada " Harun tampak cemberut
" Ya udah " Hanin berlagak sok cuek padahal dalam hatinya ia terus saja cekikikan tak karuan kala mengingat wajah suaminya yang cemberut kala itu
" Sayang apa begini sikap istri yang baik " Protes Harun kesal
" Apa? " Jujur saja saat ini Hanin mulai sedikit bingung dengan tingkah konyol suaminya itu yang bisa marah dan cemberut tiba-tiba
" Lupakan!!!! " Harun kesal
Tak butuh waktu lama bagi Rio untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan barunya karena sikapnya yang low profil itu membuatnya menjadi bintang baru yang menjadi pusat perhatian para pelayan di kediaman Harun yang masih lajang itu. Dengan instruksi dari Hanin Rio dan Marsha bekerja di rumah tersebut melakukan tindakan yang dibutuhkan sesuai dengan apa yang diinginkan Hanin saat mereka bertemu secara pribadi kemarin
Sehari serasa seabad bagi Harun yang pikiran nya selalu dihantui akan kehadiran Rio yang kini berputar-putar disamping sang istri membuat tak dapat bekerja dengan tenang
Ahhhh sial. Batin Harun tak karuan lalu diambilnya ponsel milik Harun dan menghubungi Hanin, tak berapa lama Hanin pun tampak mengangkat panggilan nya
" Ada apa bie....? "
" Kok ada apa sih ya aku kangen lah sama kamu , kenapa apa nggak boleh " Protes Harun pada sang istri
" Sibuk..... tapi aku gak bisa konsen kerjanya sayang " Harun manja
" Eh? " Hanin tercengang mendengar Harun berkata demikian
" Semua nya sudah beres nona se.... " Tiba-tiba terdengar suara seseorang yang berada bersama Hanin sedang melaporkan masalah tugasnya namun Hanin menghentikannya dengan isyarat jari telunjuk yang ditempelkannya pada bibirnya sendiri
" Sayang kamu lagi sama siapa?..... dan apanya yang beres?.... " Harun gelisah mengetahui istrinya sedang bersama seorang pria yah dia adalah Mario
" Kamu lagi sama Rio kan? " Harun mulai kesal
" Iya bie.... aku tadi nyuruh dia manasin mesin mobil aja kok " Hanin hanya mengatakan setengah kejujuran nya saja karena setengahnya masih menjadi rahasia hingga waktu yang tepat Hanin akan menceritakan segalanya namun kapan entahlah hanya Hanin yang tau
" Oke aku pulang sekarang " Harun benar-benar tidak nyaman meninggalkan Hanin terus berduaan dengan Hanin istrinya
" Bie... " Hanin ingin protes namun sayangnya Harun telah lebih dulu memutuskan panggilan nya maaf bie....
" Lakukan Serapi mungkin dan ingat dinding pun bisa mendengar, jadi kalian harus berhati-hati dan ikuti instruksi dari ku " Hanin memperingatkan keduanya ( Mario dan Marsha ) agar selalu waspada, hingga keduanya meninggalkan ruang baca
Tak berselang lama setelah kepergian keduanya dari ruang baca Harun tiba-tiba pulang dengan langkah kakinya yang kasar menuju ke kamarnya dimana dia berharap sang istri berada disana, namun sayangnya nihil Hanin tidak berada didalam kamar kamu kemana sayang, apa kamu masih bersama nya
Karena tak dapat menemukan Hanin di kamarnya akhirnya langkah kakinya menuju ke arah ruang baca, dan benar saja Hanin tampak sedang duduk santai sambil membaca sebuah novel disana
" Jadi kamu disini sayang " Harun lega melihat sang istri sedang sendirian di sana
__ADS_1
" Bie.... kamu beneran pulang? " Hanin merasa heran
" Menurut mu apa aku akan tenang bekerja saat ada serigala di samping istriku ini " Harun duduk sejajar dengan Hanin sedangkan tangannya melingkar di pinggang sang istri
" Bie.... "
" Apa, Sayang " Harun menyandarkan kepalanya di bahu sang istri dengan manja
" Kamu nyium bau sesuatu nggak sih bie? "
" Iya.... bau tubuhmu Sayang " Harun benar-benar menikmati aroma tubuh Hanin yang seperti candu baginya sejak momen berharga yang terjadi beberapa waktu yang lalu
" Tapi kenapa seperti ada bau Cuka ya? " Hanin mendelik kan matanya menatap tajam Harun yang masih bersandar padanya
" Masak sih.... enggak ah aku masih wangi kok lagian aku seharian nggak ada survei lapangan sayang " Harun melepas rangkulan tangannya pada sang istri lalu mencari bau masam yang dimaksud sang istri pada tubuhnya sendiri
" Tuhkan masih wangi kok " Harun serius, namun sayangnya sang istri justru tampak cekikikan menatap tingkah konyol suaminya tersebut
" Apa.... apanya yang lucu " protes Harun
" Aku emang nyium bau Cuka bie... tapi tidak dari tubuh mu.... " Keluh Hanin
" Lalu? "
" Bau Cuka dari pikiran dan perasaan mu bie "
" Sayang coba katakan dengan jelas "
" Bau Cuka darimu itu berasal dari kecemburuan mu bie... " Jawab Hanin
" Kau minta dihukum atau disayang " Harun menatap serius Kim posisinya sudah tidak lagi sejajar dengan sang istri melainkan telah menindihnya tubuhnya dengan tangan kirinya menyangga tubuhnya yang kekar tersebut sementara tangan kanannya mengusap-usap lembut bibir sang istri
" Katakan kamu pilih yang mana? " Goda Harun
" Bie..... aku.....ah.... a.... hemmmm " Hanin bingung Harun jawab apa karena baginya keduanya sama saja, namun sayangnya harun telah mengambil tindakan lebih dulu sebelum Hanin menjawabnya Harun telah membungkam Hanin dengan kelembutannya
Cukup lama keduanya berpautan tanpa sepatah katapun hanya decatan saliva yang terdengar antara keduanya membuat keduanya semakin memanas Harun bergerilya dan menikmati momen-momen saat dia mendengar rintihan hasrat dari sang istri yang tampak seperti bensin yang tersulut api. Keduanya berhenti sejenak menatap sosok paling istimewa bagi keduanya Harun menyisipkan anak rambut yang menggangu pemandangan indah itu dari wajah sang istri dengan lembut nampak Hanin menyunggingkan senyum di bibirnya tanpa aba-aba Hanin mengalungkan tangannya di tengkuk suaminya tersebut hingga keduanya berlanjut pada momen luar biasa yang tak pernah cukup bagi Harun, lagi dan lagi entah sampai berapa ronde namun yang pasti Harun merasa sangat beruntung memiliki Hanin sebagai istrinya yang mampu mengimbangi dirinya hinggap akhirnya keduanya pun terlelap dan mendekap satu sama lain
Disisi lain
Diva tampak sedang menunggu seseorang di cafetaria favorit nya
" Tante.... "
Ternyata Diva dan tante Pratiwi sedang bertemu dan membahas sesuatu perihal Harun
" Selanjutnya rencana tante apa ? Diva Yo the point
" Tenga saja tante sudah masukkan seseorang yang akan membantu rencan kita nanti " Tante Pratiwi masih belum mau menjelaskannya secara gamblang
" Baiklah tante Diva tunggu " Diva benar-benar berharap tante Pratiwi mampu membuat celah antara Harun dan istrinya Hanin
" Tenang saja...... " Balas tante Pratiwi
__ADS_1
Hingga pada waktu nya kau akan menghancurkan hidup mu wanita**** kau tidak pantas berada di samping kak Harun. Batin Diva
Yuk Guys jangan lupa like dan komentarnya ya biar ceritanya bisa tambah menarik dan author semangat nulisnya 😉😉😉