
Pagi hari yang tak seindah biasanya meskipun sunrise kali ini bisa dibilang cukup indah dengan udara yang cukup sejuk namun tetap saja bagi Hanin cuaca seindah apapun akan terasa suram baginya terlebih dalam suasana hati yang buruk dan semakin buruk itu
Pagi ini Hanin menikmati suasana pagi di taman bunga belakang rumahnya meskipun hanya sebidang tanah berukuran kecil namun Hanin sangat menikmati nya kapanpun ia merasa sedih dan bingung Hanin akan mengunjungi taman tersebut dan melepaskan segala masalah nya disana lalu kembali dengan senyum ceria nya
" Ternyata kamu beneran disinilah!!! " Rio yang tiba-tiba muncul di samping Hanin itupun berhasil membawa nya terkejut
" Rio.... kamu ngapain disini? " jawab Hanin dengan sedikit lesu
" Hmmmm.... apa menurut mu aku itu teman yang jahat? "
" Maksudnya? "
" Kenapa sih kamu memendam semua ini sendiri apa menurut mu aku ini cowok bren*** sama kayak si Harun yang pa*** itu? " Rio mulai geram
" udahlah ngapain bahas itu sih??? "
" Nin.... aku tau kamu sedih dan kecewa tapi ayolah nikmati hidup ini oke!!! "
" Apa aku pantas??? "
Tuk....
( Mario menyentil kening Hanin )
" Bodoh, nggak ada satu orang pun di dunia ini yang bakal ngelarang kamu, dan kamu itu pantas bahagia dan pantas mendapatkan yang terbaik di dunia ini "
" Tap.... "
" Husttt udah nggak ada tapi tapian lagi, yuk! " Tanpa aba-aba Rio langsung menarik tangan Hanin agar mengikuti langkahnya
" Hei... mau ngapain sih? "
" Bawel...! " Kata-kata Rio barusan mengingat Hanin pada masa-masa dimana ia dan Rio saling berbagi suka dan duka saat masih kuliah dulu
Belum juga kaki Hanin menapak di pintu samping tiba-tiba saja seseorang muncul tepat dihadapannya dengan seringainya
" Tunggu aja di luar oke! " Pinta Hanin pada Rio
" Tapi nin...! " Sergah Rio yang tak ingin meninggalkan Hanin bersama dengannya, namun senyuman lembut Hanin akhirnya mampu membuat Rio menyerah
" Ada apa?! " Tanya Hanin padanya
" Hmmm ...... duduk aja dulu "
__ADS_1
" Shilla katakan apa mau kamu? "
" Oke.... aku langsung aja ke intinya... menurut kamu gimana menikah sama seseorang sedangkan orang tersebut masih amat sangat mencintai kekasih lamanya? " Sebuah pertanyaan yang menohok itu Solon pad Hanin yang jujur saja kondisi batinnya cukup tertekan
" Apa maksud kamu? "
" Maksud aku udah jelas... tinggalin Harun, just it " Shilla menatap tajam pada Hanin yang mulai gemetar karena Hanin tau apa yang dikatakan shilla itu memang benar adanya, bahwasanya Harun memang masih sangat mencintai shilla hal itupun cukup jelas bagi Hanin terlepas dari apa yang sudah shilla lakukan pada Harun di masa lalu namun dengan sikap Harun semalam itu sudah cukup membuktikan bahwa ia masih sangat mencintai nya dan masih berharap untuk kembali merajut jalinan kasih yang lama telah pupus itu
" Lalu? apa kamu cukup senang bisa masuk diantara aku dan Harun? "
" Kamu tau dengan pasti siapa yang mengusik dan siapa yang di-usik, kamulah orang ketiga nya disini " Shilla berucap sambil menunjuk-nunjuk Hanin dan berusaha memojokkannya
" Aku.... apa kamu mimpi disiang bolong, hello.... menurut kamu siapa yang tiba-tiba menghilang dan tiba-tiba muncul tanpa merasa bersalah dan tanpa dosa sedikit pun, aku harap kamu sadar Harun sekarang udah jadi suami aku dan lupakan tentang kekasih masa lalu mu itu karena dia udah menikah dan kamu yang tanpa merasa bersalah sedikitpun tiba-tiba muncul dan mengikis dinding rumah tangga kami " Hanin berusaha mempertahankan keutuhan rumah tangga nya meskipun sulit setidaknya ia harus berusaha
" Nggak ada gunanya juga kamu ngomong gitu, lagi pula kamu seharusnya tau kalau Harun bertekad maka kamu pun nggak akan bisa berbuat apapun! " Shilla dengan bangganya melenggak-lenggok meninggalkan Hanin yang masih terpaku ditempatnya
Sementara itu Rio yang merasa resah akan Hanin pun akhirnya memutuskan untuk menyusul.....
" Hanin.....! " Teriak Rio saat mendapati Hanin yang bersimpuh dilantai yang dingin itu sambil berurai air mata
" Nin...!!! " Teriaknya lagi sambil menggoyangkan-goyangkan tubuh Hanin agar bereaksi
" Nin... Rio yang tak mampu melihat Hanin demikian pun ikut merasakan sakit di dadanya seolah ada sebilah pisau yang menyayat-nyayat nya akhirnya Rio merengkuh Hanin ke dalam pelukannya dan mengusap lembut kepalanya
" Dimana Hanin? " Tanya Harun pada ART nya
" Mungkin dia masih bermain dengan seseorang di suatu tempat " Ucapan shilla itupun menyiratkan bahwasannya Hanin sedang bermain dibelakang Harun saat ini
" Dimana Hanin sekarang, apa kalian udah bosan kerja disini dan mau cari kerja lain? jawab!!! "
" Dari tadi pagi nyonya berada di halaman belakang tuan..." jawab salah seorang ART Harun
Tanpa basa-basi lagi Harun dengan langkah kasarnya langsung menuju ke halaman belakang rumahnya berharap bahwa apa yang dikatakan shilla itu tidak benar, namun sayang sungguh sayang.... Harun mendapati Hanin yang sedang berada dalam pelukan Rio, dan sontak membuat darahnya mendidih
" kalian! " Bentak Harun
" Bie.... " Hanin menghampiri Harun dan berusaha menjelaskan apa yang terjadi
" Ikut aku! " Harun yang masih kesal itupun menarik Hanin dengan paksa
" Hei.... apa gini cara kamu memperlakukan wanita? apalagi diakan istri kamu sendiri? " Rio tiba-tiba saja menarik lengan Harun
" Bukan urusanmu, dan perlu kamu ingat dia itu istri ku jadi jaga sikapmu? " Harun langsung meninggalkan Rio
__ADS_1
" Bie... bie... lepas bie... sakit... ! " Harun menarik cukup keras hingga membuat pergelangan tangannya sakit
Sementara itu orang-orang yang melihat pun merasakan hawa dingin antara keduanya namun shilla dan Tante Pratiwi justru merasa puas karena mereka tau bahwa rencana mereka sebentar lagi akan terwujud
~ Bruk...~
Harun menghempaskan Hanin di kasur dengan kasarnya
" Bie..... "
" Jadi ini yang kamu lakuin kalau lagi sama si breng*** Rio itu haaa!!! " Bentak Harun
" Bie.... aku nggak... "
" Jadi ini alasan kamu mau Rio kerja disini biar kalian bisa terus bersama dan main di belakang aku haa!!! " Bentak Harun
" Bie... nggak bie kamu salah paham aku... "
" Sejak kapan haa! apa dia juga udah ngelakuin ini? " Harun langsung menindih tubuh Hanin dan mulai bersikap kasar terhadapnya ia mencumbu Hanin sambil terus bertanya
" Disini.... disini.... atau disini.... atau kalian udah....? " Harun tak melanjutkan kalimatnya
" Cukup bie.... aku tau aku salah karena aku pelukan sama kak Rio tadi.... tapi gimana sama kamu? "
" Apa maksud kamu? "
" Kamu marah besar sama aku karena masalah tadi lalu gimana menurut kamu perasaan aku saat tau kalau dia ( shilla ) balik lagi di kehidupan kamu dan bahkan dari kemarin kamu terus sama dia "
" Apa menurut kamu aku nggak sakit bie... liatnya kamu yang masih sangat mencintai nya bahkan mungkin kamu juga berharap menikahi nya bukan, lalu menurut kamu.aku harus gimana lagi bie....? " Air mata Hanin tumpah ruah, segala rasa yang terpendam pun mampu ia keluarkan
" Jadi itu yang kamu pikirkan! " Harun menatap tajam Hanin dengan tangannya yang mencengkram bahu Hanin
" Bie.... "
" Oke aku akuin kalau aku sempat goyah saat shilla datang dan aku butuh waktu sendiri buat yakin in diri aku sendiri apa sebetulnya perasaan aku buat dia, tapi jujur aku nggak suka liat kamu sama Rio yang sangat dekat tadi " Cengkraman tangannya pun mulai melemah dan akhirnya ia pun lemas dan terduduk dilantai sembari meluk kaki Hanin
" Sayang.... aku tau aku udah nyakitin perasaan kamu.... aku tau aku bodoh seharusnya aku langsung suruh dia pergi dan nggak ngasih dia kesempatan buat masuk diantara kita... maafin aku sayang please jangan tinggalin aku.... aku... aku nggak bisa tanpa kamu " Harun pun berderaian air mata ia sungguh tidak ingin kehilangan Hanin
" Bie.... Aku nggak akan ninggalin kamu " Hanin mengangkat tubuh Harun dan mengusap lembut lelehan air matanya dan tersenyum padanya dengan senyum manis tulusnya itu
" Janji!!!? " Harun menatap Hanin dan dibalas anggukan olehnya
Hingga akhirnya mereka berhasil menyelesaikan masalah mereka dan tentu saja Harun tidak akan melewatkan kesempatan baiknya setelah sekian lama akhirnya Harun dan Hanin pun mencurahkan segala kerinduan nya dan malam yang panjang pun dimulai......
__ADS_1
Namun sayangnya kebahagiaan itupun tidak dirasakan oleh shilla yang merasa tersisihkan ia pun bersama Tante Pratiwi berencana untuk membuat Hanin menghilang dari kehidupan Harun untuk selamanya......!