
Setelah sesi wawancara antara Syahira dan Harun di hotel Fransisco waktu itu kini hampir sebagian besar para relasi Harun dan tuan Husein pun mengetahui bahwa paras sang nona Mahendra dari KL Group itu amatlah mirip dengan mendiang istri dari Harun Wardhana CEO muda yang berkompeten dalam dunia bisnis dari WRH Groups yang telah menyandang status sebagai seorang duda sejak 1 tahun yang lalu......
Kini sudah berjalan selama lebih dari 1 bulan sejak acara tersebut. Baik Syahira maupun Harun keduanya kini sama-sama tengah disibukkan dengan urusan pekerjaan masing-masing dan hampir tidak pernah bertemu lagi, namun Harun selalu meminta Bayu agar mengawasi setiap gerak-gerik Syahira
tok...tok..tok
( Bayu mengetuk pintu ruang kerja Harun )
" Masuk!!! " Harun yang masih sibuk memeriksa beberapa dokumen, hingga iapun masih tetap fokus dan pandangan matanya pun tak beralih dari dokumen tersebut
" Maaf tuan.... saya baru saja mendapatkan info mengenai nona Syahira " Bayu angkat bicara
" Katakan!!! " meskipun terkesan ketus namun pada dasarnya Harun sangatlah sensitif bila mendengar nama Syahira disebut, hal itu pun terbukti dengan sikap Harun yang tiba-tiba mengubah ekspresi dari sikap yang acuh tak acuh menjadi sangat peduli dan penuh dengan rasa penasaran
" Malam ini tuan Husein telah membuat janji temu antara Nona Syahira dan tuan Dimas " Bayu to the point
" Apa...? kapan...? dan dimana...? cepat katakan padaku....!!! " Harun tiba-tiba seperti orang yang kebakaran jenggot mendengar Syahira akan bertemu dengan Dimas yang merupakan wakil Presdir dari DE entertainment
Bayu menatap Harun dengan perasaan heran sekaligus ia merasa Harun bersikap berlebihan ( konyol sekali pikirnya )
" Tuan.... ? " Bayu mengangkat salah satu alisnya ( menyelidiki Harun dengan cermat ) dengan tatapan yang tajam
" Hei... jaga matamu...! " teriak Harun
" Maaf tuan..., mereka akan bertemu malam ini di Grace'restauran pukul 8 malam " jawab Bayu
" kosongkan semua jadwal ku malam ini! " sang bos pun kembali memberi pemerintah yang tak akan mendengar kata tidak dan segala macam alasan lainnya.....
Sementara itu di kediaman tuan Husein....
" Pa.....! " protes Syahira dengan nada bicara yang sopan nya
" Nggak ada alasan lagi, pokok nya kali ini kamu harus menemuinya dan ingat jaga sikap kamu " pak Husein tidak ingin ditolak lagi dan beliau pun mengingatkan Syahira agar tidak bersikap buruk seperti yang ia lakukan beberapa waktu lalu
Flashback on:
__ADS_1
Cafe Amora....
" Apa kabar " Sapa Dirga ( nak dari teman bisnis Pak Husein )
" Sebenarnya tadi sangat baik, tapi entah kenapa tiba-tiba jadi buruk " jawabnya dengan ketus
" Apa ada masalah nona Syahira? "
" Satu-satunya masalah saya adalah bertemu dengan kamu... " jawabnya
" Tapi kenapa? apa saya pernah berbuat salah atau bersikap buruk pada anda sebelumnya? " Dirga merasa sangat bingung apakah ia secara tidak sengaja telah menyinggung wanita yang akan dijodohkan dengan dirinya itu ( dalam pikiran Dirga )
" Coba aku lihat, kaku adalah pria dengan usia hampir 40 tahun sedang aku baru berusia 28 tahun, lalu lihatlah ini.... " Syahira menatap Dirga dari atas hingga ke bawah mengamati style Dirga
" Baju yang nggak match sama celana kamu, trus ini sepatu...... astaga apa ini benar-benar layak dikenakan dengan setelan kemeja mu ini?! sudahlah lupakan aku sama sekali nggak tertarik sama kamu, oke bye.... " Syahira memang sengaja bersikap buruk di depan Dirga saat itu, jujur setelah itu Syahira benar-benar menyesal dan sebagai permintaan maaf ia pun mengirimkan satu setel jas limited edition dan juga menjadi salah satu investor bagi perusahaan nya saat itu. dan sebenarnya mereka pun telah berdamai dengan cukup baik....
Flashback off....
" Syahira " Teriak pak Husein pada sang putri yang cenderung masa bodoh dengan rencana kencan buta nya
" Sya.....hi....ra.....! " pak Husein hampir saja habis kesabaran pada Syahira, ia sama sekali tidak pernah berbuat baik selama itu berhubungan dengan calon pendamping yang dipilih pak Husein
" Aku pergi dulu pa.... kita lihat aja jadwal aku nanti ya...oke bye bye papa... " ucapnya sambil berjalan menjauhi dari sang papa sambil mencomot selembar roti coklat dan susu kemasan di atas meja makan
...........
~ Duk... bruk.... ~
Syahira dengan kasarnya menutup pintu mobil dan menghempaskan tubuhnya di jok mobil bagian belakang
" Syahira.... " Rio merasa heran dengan sikap Syahira yang terkesan bar-bar baginya
" Kenapa...? mau omelin aku lagi kayak papa??? " Syahira kesal
" Apaan sih... mau ke KL entertainment sekarang? " tanya Rio yang ingan mengetahui tujuan sang nona muda yang telah dikenal sangat kompent di bidang manajemen terutama entertainment
__ADS_1
" Langsung ke kantor aja deh....! Jawab Syahira santai
30 menit kemudian....
KL entertainment....
" Selamat pagi nona... ada tamu yang sedang menunggu di ruangan anda sekarang " Siska sekertaris Syahira
" Siapa yang ngijinin dia nunggu di ruangan ku langsung? "
" itu katanya perintah dari tuan Husein nona " Siska jujur
" Papa..... " Syahira yang merasa kesal pun memilih bergumam sendiri yang membuat Rio geleng-geleng kepala dibuatnya
~ Ceklek... ~
Syahira membuka pintu ruangannya dan langsung mendapati seorang pemuda sedang duduk manis di singel sofa kesayangan
" Siapa yang nyuruh kamu duduk disini? " Syahira merasa sangat kesal
" Tadi sekertaris kamu bilang buat tunggu di di sini " rupanya Dimas tak semudah yang Syahira bayangkan
" CK...CK...CK.... Sangat mirip! " Dimas menatap ke sebuah tabloid dan menyanyikan nya di samping Syahira
" Ngapain sih... " Syahira mengerutkan keningnya
" See.... kalian itu beneran mirip deh... " Jawab Dimas sambil terus menyandingkan gambar Hanin dan Syahira yang muncul sebagai berita ter-hits
" Keluar nggak....! " Syahira menaikkan nada bicaranya pada Dimas
" CK... CK.... CK.... melihat sikap kamu yang gelisah ini aku semakin curiga tentang kamu dan nyonya Wardhana ini....!!!! " jawab Dimas yakin
Deg.....
Syahira seketika membisu dan tubuhnya pun terasa kaku dan tak bertenaga karena rasa gemetar....
__ADS_1
Apa dia udah tau... apa papa udah..... Batin Hanin berkecamuk dengan segala kemungkinan yang terjadi......