What A Wonderful Woman

What A Wonderful Woman
Nyonya Wardhana?


__ADS_3

Hotel Fransisco....


Syahira perlahan mengingat kembali kenangan di hotel tersebut, hotel yang mana menjadi tempat Hanin untuk pertama kalinya bertemu dengan Harun secara langsung dan terjadi lah insiden yang tidak ia harapkan dan bisa dibilang bagi setiap gadis tentu dan karena hal itu pula membuat Hanin terseret dalam dunia Harun yang pelik saat itu.....


Deg.....


Tiba-tiba saja Syahira merasa sekujur tubuhnya terasa kaku dan ia pun mulai gemetaran, bahkan tangannya pun kini terasa sangat dingin.....


" Syahira.... kamu kenapa? " Rio yang menyadari perubahan mimik wajah Syahira saat itupun seketika menjadi panik


" Rio... ini kenapa? kenapa Syahira tiba-tiba begini? " pak Husein bingung dan takut melihat keadaan putrinya


Perlahan bayang-bayang setiap kejadian malam itupun muncul kembali dalam benaknya yang membuat Syahira semakin gemetar dan berkeringat dingin....


" Syahira..... Hira... Hira...! " Teriak Rio saat tiba-tiba saja tubuh Syahira lemas dan akhirnya jatuh dalam pelukannya....


" Rio.... cepat bawa Hira ke rumah sakit... cepat...!!!! " teriak pak Husein semakin panik, dan beberapa orang yang saat itu berada tak jauh dari posisi mereka pun turut merasa bingung dan ada pula sebagian lainnya yang khawatir, namun ada pula yang bergosip disana....


Dengan sigap Rio mengangkat tubuh Syahira yang lemah saat itu dan membawanya ke rumah sakit, namun siapa sangka di tengah perjalanan Syahira justru meminta mereka agar putar balik ke hotel...


" Pa... aku nggak apa-apa kok... kita puter balik aja ya... " pinta Syahira dengan nada yang masih sangat lemah


" Nggak bisa...! Rio cepat...!!! " pak Husein menolak permintaan sang putri saat itu karena baginya Syahira adalah segala, beliau pernah kehilangan Syahira di masa lalu dan beliau tidak ingin melakukan kesalahan yang sama ( pikirnya )


" Aku nggak apa-apa pa... " Syahira kembali memohon


" Om... " Rio mulai bimbang


" Ke rumah sakit...!!! " pak Husein kembali menegaskannya


" Pa... aku nggak apa-apa kok...kalau papa bawa aku ke rumah sakit, aku akan melewatkan kesempatan kali ini.... " Syahira masih ngotot meminta agar mereka mengikuti keinginannya


" Apa acara itu lebih penting dari pada keadaan kamu saat ini...!!! " kali ini pak Husein benar-benar emosi dan beliau tak habis pikir dengan jalan pikiran sang putri


" Justru itu pa... kalau aku mundur sekarang selamanya kenangan itu akan terus muncul lagi dan lagi, pa aku nggak mau selamanya terjebak dalam bayangan kejadian waktu itu.... jadi aku harus menghadapinya cepat atau lambat agar aku benar-benar mampu berdiri dengan kokoh di hadapan semua musuh-musuh ku " Jujur ini adalah kali pertama baginya menginjakkan kakinya kembali di hotel tersebut, pasalnya setelah kejadian naas yang menimpanya ia tak pernah lagi datang ke hotel tersebut....


" Om... aku nggak tau masalah apa yang Syahira hadapi di masa lalu.... tapi seperti yang Syahira katakan barusan satu-satunya cara adalah menghadapinya karena cepat atau lambat hal ini pun pasti akan ia hadapi " Rio menyadari ada sesuatu yang salah di hotel tersebut, tapi Syahira yang lebih memilih memendam masalah itu sendiri pun membuat Rio semakin yakin bahwa masalah itu tidak sesederhana yang ia bayangkan. maka dari itu Rio lebih memilih mendukung segala keputusan Syahira seperti janjinya


" Kamu yakin??? " pak Husein akhirnya luluh pada tekad sang putri, namun masih saja beliau merasa khawatir


" Aku yakin pa... lagian kan ada kalian ( pak Husein dan Rio ) " jawab Syahira meyakinkan kembali

__ADS_1


" Rio putar balik sekarang..! " perintah pak Husein


"Baik om "


" Makasih pa... " Syahira dan Rio menjawab serentak


Hotel Fransisco....


Suasana tampak begitu ramai, sesuai dugaan Syahira sebelumnya acara ini dihadiri oleh para tamu penting dan para karyawan WRH Groups serta beberapa media massa yang meliput acara tersebut.....


Syahira masuk dengan digandeng oleh sang ayah itupun tampak begitu cantik dan mempesona kini setiap mata sedang menatap ke arahnya, banyak diantara mereka yang takjub dan juga bingung terlebih para karyawan WRH Groups yang melihat Syahira sebagai sosok Hanin yang dikabarkan telah meninggal 1 tahun yang lalu dan kini tiba-tiba muncul dihadapan mereka.....


" Mohon perhatian.... para hadirin yang terhormat acara segera dimulai... " MC acara tersebut membuka jalan acara malam ini.... BLA BLA BLA


Setelah beberapa patah kata yang diucapkan oleh Harun sebagai CEO dari WRH selanjutnya adalah jamuan santai dan juga dikesempatan inilah Syahira akan mendapatkan jawaban yang ia cari


Ia dengan sengaja berjalan mendekat ke arah para staf perusahaan dan mencoba mencari tau reaksi mereka....


" Bu Hanin... " teriak salah seorang staf


" Maaf " Syahira pura-pura celingukan kesana-kemari


" Maaf anda seperti salah orang " jawab Syahira


" Nggak mungkin... anda begitu mirip dengan istri tuan Harun "


" Maaf saya kurang tau mengenai masalah tuan Harun tapi nama saya adalah Syahira... Syahira Mahendra bukan Hanin " dengan tenang Syahira menyanggah perkataan staf tersebut


Ditengah percakapan tersebut rupanya sepasang mata sedang menatap Syahira dengan penuh selidik, mereka tampak tidak suka sekaligus takut dalam waktu yang bersamaan


" Permisi... " sapa shilla


Syahira hanya tersenyum ke arahnya, meskipun dibalik senyuman tersebut menyimpan sejuta pertanyaan dan ketidak sukaan nya pada shilla


" Perkenalkan saya shilla.... putri dari tuan Akbar " shilla mengulurkan tangannya pada Syahira


" Saya Syahira... senang bertemu dengan anda nona shilla " jawab Syahira menyebut uluran tangan dari shilla


" Oh iya anda kesini dengan.... " shilla mulai menyelidiki


" Ah.. saya menemani papa saya kemari, kebetulan papa saya mengadakan kerjasama dengan WRH Groups " Syahira yang menyadari maksud shilla pun memotong perkataan nya

__ADS_1


" Husein Mahendra.... anda pasti pernah mendengar nama ini bukan ? " sambung Syahira


" CEO dari KL Group bukan " shilla yang mendengar nama tersebut spontan menjawabnya


" Tepat sekali... kebetulan saya adalah putri tunggal beliau, dan saya juga merupakan CEO dari KL entertainment di kota Y ini " Syahira dengan bangganya menunjukkan kekuasaan nya pada shilla


" Oh... suatu kehormatan bagi saya bisa bertemu langsung dengan putri pembisnis ternama dari Singapura " shilla tersenyum pahit


" Terimakasih... saya masih ada urusan lainnya jadi saya permisi dulu... " Syahira memilih meninggalkan shilla dan mencari tau sejauh mana berita tentang kematian nya ( Hanin ) telah beredar


Syahira sebenarnya ingin menghampiri Rio untuk meminta bantuan, namun tiba-tiba ia dihentikan oleh Harun


" Nona Syahira.... apa kabar " sapa Harun


" Seperti yang anda lihat saya baik-baik saja, terimakasih " jawabnya ketus


" Anda terlihat sangat cantik malam ini " Harun memuji


" Terimakasih..." jawabnya singkat


" Permisi tuan Harun boleh minta waktunya sebentar " sapa seorang wartawan yang sedang meliput acara tersebut


" Tentu... "


" Karena anda sedang ada keperluan saya permisi dulu.. " Syahira undur diri, namun sayangnya sang wartawan juga ingin mengorek informasi darinya


" Maaf nona... bolehkah kami meliputi anda juga " sergah sang wartawan yang tak ingin melewatkan berita besar besok, ( istri CEO WRH hidup kembali ) pikir nya


" Baiklah jika demikian, suatu kehormatan bagi saya tentunya " jawab Syahira


Awalnya sang wartawan menanyakan perihal acara tersebut pada keduanya hingga pada akhirnya ia menanyakan perihal sosok wanita yang mirip dengan sang istri yang ada di samping nya


" Maaf sebelumnya, tuan Harun tapi saya benar-benar penasaran dengan nona cantik yang sedang berada disamping anda apakah.... " pertanyaan itupun tidak terucap dengan sempurna karena Harun telah memotong nya terlebih dahulu


" Dia adalah nona Syahira Mahendra putri tunggal dari tuan Husein Mahendra dari KL Group, kebetulan kami mengadakan hubungan kerjasama dengan beliau " jawab Harun


" Oh... maaf, sebelumnya saya pikir nona ini merupakan nyonya Wardhana. Saya mohon maaf sebelumnya " wartawan tersebut rupanya ingin mencari masalah nya sendiri pada seorang Harun yang belakangan lebih sensitif bila berhubungan dengan sang istri


Deg....


Baik Harun maupun Syahira merasa terkejut dengan perkataan wartawan tersebut. Bahkan kini keduanya sama-sama gemetar mendengar pernyataan tersebut

__ADS_1


__ADS_2