
Suasana pagi yang yang jarang terjadi di kediaman tuan Harun Wardhana
karena inilah momen-momen yang paling ditunggu oleh Harun selama ini, yah pagi pagi ini Harun akan melangsungkan pernikahannya yang hanya dihadiri oleh beberapa kerabat dekat saja sesuai dengan keinginan mempelai wanita Hanin Raihana Syahira gadis ini setuju untuk melangsungkan pernikahan dengan Harun asalkan tidak akan ada para wartawan dan acaranya pun harus diadakan sesederhana mungkin dan itupun harus diadakan di kediaman Harun pribadi
Harun mempercayakan wedding organizer yang terkenal dan sudah ahli di bidangnya, sebuah konsep garden party dengan tema biru putih. yang tampak begitu elegan kursi tamu yang tertata dengan rapi menghadap ke sebuah meja persegi dengan empat kursi dibagian kanan dan kirinya disinilah Harun akan mengikat janji suci sehidup semati dengan Hanin
waktu sudah menunjukkan pukul 8.00 AM terlihat para tamu undangan telah hadir dan pak penghulu pun sudah siap pada posisinya sedangkan Harun entah mengapa hari ini dia begitu gugup bahkan dia tidak segugup itu saat meeting dengan klien besar dari negara asing tapi kali ini seorang Harun Wardhana begitu gugup hingga dia tidak dapat menyembunyikannya dari penghulu yang akan menikahkan mereka
" Tenanglah " Pak penghulu mencoba menenangkan nya
" Tolong panggilkan mempelai perempuan nya " Sambungnya lagi
Tak berapa lama Hanin tampak keluar didampingi dengan sahabat Hanin dulu Jesika dan Lala yang tampak seragam dengan dress berwarna biru muda yang sudah disiapkan Harun sebelumnya, sedangkan Hanin tampak mengenakan kebaya modern berwarna putih yang dirancang secara khusus sesuai dengan keinginan sang mempelai
Sebuah kebaya modern dengan aksen Payet khusus dengan gaun panjang bertabur payet yang mewah, berdetail halter neck yang menunjukkan karakter yang glamor khas Harun tentunya rambut yang ditata dengan gaya sanggul klasik namun dengan aksen bunga di bagian tengahnya high heels yang berwarna senada membuat Hanin tampak semakin sempurna Hanin berjalan perlahan menuju ke arah Harun berada
inilah keindahan yang selama ini tersembunyi. batin haru yang terpukau dengan calon istri nya yang berjalan semakin dekat dan kini sudah tepat berada disampingnya
" Bisa saya mulai? " Tanya penghulu
" Silahkan pak " Jawab para saksi yang sudah ditunjuk Harun beberapa waktu yang lalu
Suasana tampak hening para tamu undangan kini fokus untuk menyaksikan prosesi ijab Kabul seorang businessman yang ternama Harun Wardhana
" Baiklah saudara Harun Wardhana apakah kau bersedia menikahinya dengan segala kekurangan nya dan atas keinginan sendiri tanpa ada paksaan "
" Saya bersedia " Dijawab Harun dengan tegas
" Saudara Hanin Raihana Syahira apakah kau bersedia menikah dengannya dan menerima segala kekurangan nya dan atas keinginan sendiri tanpa ada paksaan kau menerimanya "
" Saya bersedia " Tidak ada lagi pilihan baginya nasi sudah menjadi bubur Hanin sudah tidak dapat lagi untuk membatalkan semua nya
" Baiklah silahkan jabat tangan saya dan ikuti kalimat saya Setelah nya " Harun tampak mengangguk paham
" Bismillahirrahmanirrahim saudara Harun Wardhana bin Basuki Wardhana ( alm ) saya nikahkan dan kawinkan engkau dengan Hanin Raihana Syahira binti Husain Mahendra dengan maskawin seperangkat alat sholat satu set perhiasan dan uang tunai senilai 2.206.230 rupiah dibayar tunai "
" Saya terima nikah dan kawinnya Hanin Raihana Syahira binti Husain Mahendra dengan maskawin tersebut dibayar tunai "
" Bagaimana sah sah " Tanya pak penghulu kepada para saksi yang duduk di sisi kiri dan kanan nya
" Sah " Teriak para saksi dan tamu undangan serempak
Akhirnya baik Harun maupun Hanin mereka kini sudah sama-sama melepas status lajangnya sedangkan Hanin kini menyandang gelar sebagai seorang NY Harun Wardhana
Hanin tampak mengecup punggung tangan Harun yang kini menjadi suami sah nya sedangkan Harun membalasnya dengan kecupan manis di kening sang istri
Setelah itu mereka berdua bertukar cincin kawin yang dilanjutkan dengan proses salam salam dan lempar bunga yang disambut antusias oleh tamu undangan yang masih lajang
Flashback on:
Setelah Harun memutuskan untuk menikahi Hanin dalam waktu dekat akhirnya Harun mengajak Hanin untuk berkunjung ke rumah Hanin yang dulu yaitu rumah ayah angkat Hanin
" Kamu siap-siap sekarang aku mau ngajak kamu ke suatu tempat " disela sarapan Harun mengutarakan maksudnya
" Kemana? " Hanin penasaran
" Nanti juga tau "
Setelah sarapan selesai Hanin dan Harun meluncur menuju ke rumah pak Jamal tanpa bantuan supir karena Harun hanya ingin berdua dengannya
" Kita?.... " Hanin akhirnya menyadari kemana arah mobil Harun Selanjutnya
" Kenapa? "
" Tidak apa-apa " Hanin menyembunyikan kondisi batinnya yang sedang beragumen sendiri setiap kenangan yang ia lalui di rumah itu, perjuangannya dan hinaan yang diterimanya yang berakhir pada kejadian naas yang membawanya pada keluarga Wardhana
" Ayo turun " Ajak Harun saat mobilnya sudah sampai tepat didepan rumah pak Jamal
__ADS_1
" Hanin " Harun memegang tangan Hanin yang menggenggam erat di atas pangkuannya sendiri
" Jangan!!! " Hanin berteriak begitu saja yang membuat Harun terkejut
" Hanin kamu kenapa? " Harun merasa khawatir dengan kondisi Hanin yang baru saja kembali normal
" Maaf, aku baik-baik saja "
" Kau yakin, atau kita kembali lain kali saja "
" Tidak perlu, aku baik-baik saja ayo " Hanin meyakinkan nya
Mereka berdua pun turun dari mobil dan mengetuk pintu rumah
tok
tok
Diketuknya pintu tersebut oleh Harun
" Sebentar " Seseorang tampak berteriak dari dalam rumah
ceklek
" iya, siapa ya? " Tanya pak Jamal yang belum menyadari keberadaan Hanin yang berdiri di belakang Harun
" Hanin " Pak Jamal akhirnya melihat Hanin yang mulai menunjukkan keberadaan nya
" Ayo silahkan masuk " pak Jamal mengajak mereka berdua untuk masuk kedalam
" Maaf nak rumah bapak berantakan ya " pak Jamal merasa malu pasalnya setelah Hanin diusir dari rumah itu baik Bu sari maupun putrinya enggan untuk membereskan rumah jadi hanya pak Jamal seorang yang berberes rumah
" Langsung saja pak kedatangan saya kesini adalah untuk meminta bapak menjadi wali nikah Hanin nanti " Harun to the point
" Kalian akan segera menikah? ahhh Selamat ya nak akhirnya kamu menemukan jodoh mu bapak turut bahagia nak, tapi.... " pak Jamal tampak ragu melanjutkan kalimatnya
" Apa bapak enggan menjadi wali nikah kami "
" Bukan begitu, tapi saya merasa tidak pantas menjadi wali Hanin "
" Apa maksudnya? " Harun merasa heran
" Karena beliau bukanlah orang tua biologis ku " Hanin menyela percakapan antara ayahnya dan calon suaminya
" Apa!! " Harun sangat terkejut mendengar nya karena Harun belum pernah menyuruh orang-orangnya untuk mencari tau latar belakang Hanin sebelumnya
" Lalu siapa ayahnya? " Sambung Harun lagi
" Saya kurang tau detail nya, saya hanya menemukan sepucuk surat yang lengkap dengan peralatan bayi serta uang tunai yang sudah berada di samping Hanin saat saya menemukan nya di gerobak Sam*** " pak Jamal menjelaskan
" Sebentar " Pak Jamal pergi mengambil surat dan juga selimut bayi yang saat itu dikenakan Hanin sewaktu bayi
" Ini " pak Jamal menyerahkan nya kepada Hanin, Hanin tampak gemetar menerima nya hingga akhirnya diraihnya selimut yang dikenakan nya sewaktu bayi disana terdapat sulaman nama dengan inisial H dengan benang berwarna biru
dan selembar surat yang intinya meminta tolong untuk sementara waktu merawat putrinya dengan baik dan mereka berjanji akan menjemputnya bila keadaan sudah aman
tertanda : Husain Mahendra
" Baiklah tapi saya harap bapak bersedia hadir nantinya " Kata Harun
" Terimakasih sebelumnya tapi sebaiknya saya tidak hadir karena kamu tau sendiri kan bagaimana sikap ibu dan adikmu nak " Hanin mengiyakan perkataan ayahnya
" Nak, bapak minta maaf sebelumnya karena bapak tidak bisa menjaga amanat dari ayah kandung mu untuk menjaga mu dengan baik dan juga kalung pemberian ayah mu, maafkanlah bapak yang tidak berguna ini nak bapak mohon "
" Pak sudahlah saya sangat berterimakasih pada bapak karena sudah bersedia merawat saya selama ini "
" Tapi nak "
__ADS_1
" Sudahlah pak, lagi pula ini bukanlah salah bapak sepenuhnya "
" Baiklah pak kalau begitu kami pamit dulu " Harun mengakhiri perdebatan antara Hanin dan ayahnya
Pak Jamal mengantarkan keduanya sampai hanya sampai halaman rumahnya
flashback off
Ditengah meriahnya pesta pernikahan mereka tiba-tiba seseorang datang dan membuat keributan
" Lepaskan saya " Teriak wanita tersebut dengan nada yang cukup nyaring
" Kak Harun kenapa kamu jahat banget sih kak sama aku, sampai kamu nggak ngijinin aku menghadiri pernikahan kamu kak " Ternyata gadis itu adalah Diva yang sedang meronta-ronta karena dihadang oleh dua orang pengawal
" Bayu coba kamu periksa "
Beberapa menit kemudian Bayu menemui Harun lagi " Maaf tuan itu mbk Diva yang memaksa masuk "
" Kamu urus dia " Dengan tegas Harun memerintahkan Bayu agar segera menyelesaikan gadis itu namun ditahan oleh Hanin
" Apa begitu caramu memperlakukan wanita " Sambil memegang lengan tangan Harun
" Tapi sayang dia... "
" Aku tau, tapi mungkin dia hanya ingin mengucapkan selamat padamu "
" Oke kalau kamu tidak keberatan, Bayu suruh Diva masuk "
" Baik tuan "
Bayu mengawal Diva dengan ketat karena takutnya wanita ini akan bertingkah nanti di dalam, dan memang benar itulah tujuan nya
Tante, karena Tante gak bisa datang tepat waktu maka aku akan bertindak sendiri. Batin Diva dengan tatapan tidak bersahabat
" Kak " Ucap Diva saat berada tepat dihadapan Harun, diva ingin meraih lengan Harun namun dicegah oleh Bayu
" Nona tolong jaga sikap anda "
" Maaf aku terlambat kak, dan untukmu dasar wanita tidak tau diri lihat siapa dirimu berani sekali kau menggoda kak Harun hingga dia harus menikahi mu dasar tidak tau malu " Diva menghinanya tepat saat Hanin masih berada di atas pelaminan dengan sikap arogan nya
" Diva " Harun tidak menyangka akan sikap yang ditunjukkan diva saat ini
" Kenapa kak, sudahlah Kakak gak usah menutupi nya lagi aku tau kau menikahi nya bukan karena cinta kan tapi karena wanita itu telah menjebak mu bukan " Nada bicara Diva yang dibuat semakin tinggi hingga para tamu undangan menatap kearah mereka sekarang bayangkan betapa malunya Hanin saat ini, Hanin tidak dapat memungkiri semua perkataan Diva memang benar adanya bahwa Harun menikahi nya bukan karena cinta namun karena rasa tanggungjawab nya pada Hanin
" Diva.... " Harun merasa bahwa sikap Diva sudah mulai berlebihan
" Kenapa kak apa coba kakak lihat baik-baik wanita ini dia sama sekali bukanlah tipe mu dan dia juga bukanlah dari keluarga yang sederajat dengan mu " Hanin hanya diam mendengarkan kalimat Diva yang bagi Hanin memang begitu adanya
" Dasar wanita mur**** kalau kau ingin mencari uang secara instan katakan saja aku akan mengenakan mu pada gi**** yang akan membuat mu menjadi primadona nanti nya jadi tinggalkanlah kak Harun " Sebuah kalimat yang cukup mematikan bagi Hanin kini harga diri nya sudah sepenuhnya diinjak-injak olehnya
Tampaklah para tamu undangan mulai berbisik dan menghidupkan Hanin karena perkataan Diva barusan, hati Hanin hancur seperti tersayat-sayat dan diporakporandakan oleh Diva
" Kalau pun itu benar lalu apa hubungannya dengan mu, dan kalau pun tidak itu semua bukanlah urusanmu nona Diva yang terhormat, aku memang bukanlah wanita yang terhormat yang berasal dari keluarga kaya seperti kalian tapi setidaknya aku masih punya harga diri dan aku masih bisa menjaga lisan ku dengan baik "
" Kau memang wanita yang terhormat dan terpelajar nona tapi kata-kata begitu tajam dan kotor, dan satu hal lagi bagaimana kau bisa mempunyai hubungan dengan seorang gi****? " Hanin membalas telak hinaan Diva dan membalik keadaan hingga membuat Diva menjadi pusat perhatian para tamu undangan
Harun dan Bayu tampak tercengang menatap Hanin yang bersikap tenang namun bisa membuat Diva tak berkutik
Ada rasa bangga dalam hati Harun
" Kau....! " Teriak Diva protes
" Ada apa ini! " Tampak seorang berteriak dan berjalan menghampiri mereka
Para tamu undangan tampak celingukan mencari pemilik suara lantang tersebut hingga pandangan mereka terarah pada seorang wanita paruh baya yang tampak elegan dengan dress maroon nya
Dia.........
__ADS_1
Buat para reader Terimakasih buat dukungannya ya♥️♥️♥️ jangan lupa untuk like dan vote nya 🙏🙏🙏