
Sesuai rencana hari ini shilla yang tidak rela posisi diambil Hanin pun akhirnya akan membuat Hanin untuk benar-benar menghilang dari hidup Harun untuk selamanya dan Tante Pratiwi pun akan mendapatkan apa yang ia inginkan selama ini
Namun Rio yang senantiasa setia mendampingi Hanin dan mengawasi serta melindungi Hanin dari jauh pun masih belum dapat mengetahui apa sebenarnya yang akan dilakukan shilla terhadap Hanin, satu-satunya jalan adalah mengawasi dan memastikan keselamatan Hanin di atas keselamatan nya sendiri....
" Kalian stand by di tempat... dan tunggu perintah dari saya... ngerti!!! " Perintah shilla pada seseorang melalui panggilan telepon
" .......... "
" Kalian tenang aja bayaran kalian akan saya transfer begitu semuanya beres....!!!
" ......... "
" Satu hal lagi kerjakan dengan cepat dan tepat, dan satu hal lagi saya mau kalian bekerja dengan bersih ingat jangan pernah sebut nama saya sekalipun.... mengerti!!! "
" ......... "
" Oke good...!! " shilla pun akhirnya memutuskan panggilan nya karena sudah mendapatkan kepastian dari orang-orang suruhannya
" Hanin....Hanin nggak ada seorang pun yang boleh ngerebut Harun dari ku, dan kamu rumput liar harus benar-benar dicabut dari akarnya sebelum merusak tamannya !! " seringai licik pun tersirat dari raut wajah shilla yang menyimpan rasa iri dan dengki pada Hanin seseorang yang dianggap nya sebagai sosok wanita yang telah merebut kekasihnya, namun sayangnya shilla lupa untuk berkaca pada dirinya sendiri bahwasanya shilla lah yang telah menarik tangannya terlebih dahulu dan membuka kesempatan pada wanita lain untuk masuk di kehidupan Harun dan orang itu adalah Hanin....
Sementara itu Harun yang masih menikmati sweet moments nya itupun masih enggan untuk melepaskan sang istri begitu saja, entah mengapa ia begitu tidak rela melepaskan pelukannya dari tubuh sang istri begitu pula dengan Hanin yang seolah merasakan bahwa pelukan tersebut adalah pelukan terakhir sebelum perpisahan sama halnya yang ia rasakan sewaktu melepas kepergian Rio untuk belajar di luar negeri namun kali ini terasa lebih berat dari sebelumnya....
" Sayang.... kamu siap-siap gih.... aku mau ngajakin kamu ke suatu tempat dan aku yakin kamu pasti suka "
" Bie... bentar aja please biarin aku meluk kamu... "
" Kamu apaan sih sayang kayak udah mau pergi jauh aja... " canda Harun
" Mungkin.... nggak akan ada yang tau masa depan bukan???!! "
Deg....
Entah mengapa perkataan Hanin barusan seolah menancap dalam ke relung hati Harun dan membuatnya terdiam cukup lama
" Apa sih sayang....nggak lucu tau !!! "
" Bie.... andai kata aku tiba-tiba hilang apa kamu bakalan nyariin aku? " entah mengapa Hanin tiba-tiba melontarkan pertanyaan itu pada Harun
" Apaan sih sayang kok jadi aneh-aneh aja pertanyaan kamu " Harun bingung akan sikap Hanin
" Apa kamu bakalan terus nyari aku meski aku udah hilang berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun, bie...? apa kamu bakalan setia nunggu aku buat balik lagi ke kamu " Pertanyaan Hanin pun semakin aneh dan hal itupun mampu membuat Harun bertanya-tanya akan sikap sang istri
" Sayang aku nggak peduli berapa lama pun itu akan akan nungguin dan nyariin kamu bahkan kalau aku harus mencari ke seluruh penjuru bumi ini pun aku bakalan lakuin, udah dong aku janji aku nggak akan biarin kamu hilang gitu aja dari pandangan aku... oke ! " Meskipun Harun masih bingung akan sikap sang istri namun ia mencoba untuk tenang dan menenangkan sang istri mungkin saja itu terjadi bila mengingat akan sikap dinginnya pada sang istri beberapa waktu yang lalu
__ADS_1
Hanin pun menyerah dan mengikuti perkataan suaminya meskipun demikian tetap saja perasaan nya masih dirundung kegelisahan yang tak tau asalnya
Setelah bersiap-siap mereka berdua pun akhirnya menuju ke pantai, namun Harun tiba-tiba saja kembali ke penginapan lantaran ia melupakan ponsel nya
" Astaga...! " Harun menepuk jidatnya
" Ada apa bie...? " tanya Hanin
" Handphone aku ketinggalan di kamar sayang... kamu tunggu di sini ya kau mau balik bentar ke penginapan " pinta Harun
" Tapi bie... "
" Sayang bentar aja kok oke... " ucapnya sambil mengusap wajah sang istri dengan lembut
Hanin pun akhirnya meng-iya kan perkataan Harun
" Bie....!!! " Hanin menahan tangan Harun
" Bentar aja kok sayang lagian nggak jauh juga kok... aku janji bakalan buruan balik lagi kok "
Akhirnya Hanin pun membiarkan Harun pergi meski ada perasaan yang masih mengganjal dalam hatinya....
Sementara itu shilla yang senantiasa mengawasi pun memanfaatkan kesempatan ini untuk melancarkan aksinya
" Siap bos!!! "
Tiba-tiba saja muncul seorang wanita yang meminta bantuan pada Hanin
" Permisi mbak... maaf tadi saya lagi nyari penginapan terdekat sini kira-kira di mana ya...? "
" Oh itu ada di...emmmm...emmmm!!! " Hanin meronta-ronta saat ia merasa ada seseorang yang membungkam mulut dan hidung nya hingga akhirnya ia pun tumbang lantaran menghirup obat bius yang sudah dibubuhkan di atas sapu tangan tersebut
" Bie... tolongin aku bie..." Batin Hanin
Hingga akhirnya mereka pun membawa Hanin naik ke atas speed boat dan membawa nya ke tengah laut dan melemparkan Hanin ke laut dalam posisi tangan dan kaki yang terikat serta mulutnya pun di bungkam dengan kain
~ Byur....~
Perlahan Hanin pun mulai tenggelam....
" Hallo bos.... semuanya beres!!! " Salah seorang pelaku melaporkan bahwa tugas mereka sudah selesai
" ..... "
__ADS_1
" Siap bos!!! "
" Yuk... cabut waktunya kita gajian!!! " pintanya pada rekan yang telah mengeksekusi Hanin
Sementara itu Rio yang mengikuti Hanin dari kejauhan pun belum berani bertindak sebelum mereka benar-benar pergi dari TKP
" Yakin udah aman? "
" Halah palingan juga dia udah kekkk ! " dengan isyarat tangan yang melintang di lehernya
" Oke deh... " Akhirnya rekan nya pun menyetujuinya untuk meninggalkan Hanin secepatnya
Sementara itu Harun yang masih mencari ponselnya itupun tanpa sengaja menjatuhkan kerang yang di pungut Hanin kemarin di pantai, hingga kerang itupun pecah menjadi berkeping-keping
" Ya ampun... pakem rusak lagi.. Hanin marah nggak ya nanti... " Harun pun memunguti serpihan kerang tersebut hingga akhirnya sebuah serpihan tersebut tanpa sengaja melukainya
" Sssttt " Desis Harun saat serpihan tersebut mampu melukainya dan tiba-tiba saja perasaan tidak enak dan teringat akan sikap aneh sang istri beberapa waktu yang lalu hingga membuat nya terburu-buru untuk menemui sang istri dan berharap tidak ada hal buruk yang terjadi padanya
" Hanin.... sayang....!!! " Teriaknya saat ia telah sampai di tempat ia meninggalkan Hanin tadi
" Sayang.... jangan bercanda deh... !!! " Teriaknya dan tak jauh dari tempatnya meninggalkan Hanin tadi ia menemukan ponsel Hanin jatuh di timbunan pasir
" Inikan.... sayang ayo dong udah nggak lucu lagi tau.... !!! " Harun terus menyisir pantai dan mencari Hanin namun sayangnya nihil bahkan ia juga sudah bertanya pada beberapa pengunjung yang ada namun tidak seorangpun yang melihatnya....
" Sayang kamu dimana sih.... ayo dong udah nggak lucu lagi nih... serius deh... " Harun mulai frustasi karena ia tidak menemukan jejak sang istri bahkan sampai matahari terbenam.....
Sementara itu Rio masih berusaha untuk menyelamatkan nyawa Hanin yang masih tak sadarkan diri sejak insiden tersebut, dan bahkan dokter pun menyarankan agar Rio membawanya ke kota karena fasilitas yang terdapat di rumah sakit tersebut kurang Masai untuk melakukan perawatan pada Hanin
" Maaf pak seperti anda harus memindahkan pasien ke rumah sakit di kota karena jujur saja peralatan kami kurang memadai untuk menangani pasien saya akan menyiapkan rujukannya.... "
" Emmm dokter tolong bantu saya untuk membawa pasien ke luar negeri secepatnya.... berapa pun biayanya akan saya tanggu dok... !!! " Rio memutuskan untuk membawa Hanin ke luar negeri karena jujur saja ia masih merasa takut bila shilla akan mencelakai Hanin bila ia mengetahui Hanin selamat dari rencana shilla
" Ini.... baiklah karena anda berkata demikian saya akan menyiapkan segala kebutuhannya secepatnya agar pasien segera mendapatkan penanganan yang tepat !!! "
Akhirnya Rio pun membawa Hanin ke Singapura dengan aman atas bantuan dari dokter, Rio pun meminta akan laporan kedatangan dan pemindahan Hanin di rumah sakit itu dirahasiakan dari siapa pun dengan alasan keselamatan pasien yang sedang diincar oleh seseorang
Sementara itu Harun masih menggila di pesisir pantai dan mengerahkan orang-orang nya untuk mencari jejak sang istri, ia pun masih menyalahkan kebodohannya karena meninggalkan Hanin sendirian dan tidak mengindahkan prasangka sang istri sebelumnya. Akhirnya ia pun sadar bahwasanya perkataan Hanin beberapa waktu yang lalu merupakan sebuah pertanda yang diberikan sang istri namun Harun menepis semua kecurigaan tersebut begitu saja....
" Sayang kamu dimana....? " Harun benar-benar tak sanggup menahan kesedihannya ia pun meluapkan emosi nya dan mengutukki kebodohannya yang lalai menjaga sang istri
" Sayang.... please jangan tinggalin aku sendiri....aku nggak sanggup tanpa kamu sayang... "
Dan akhirnya sesuai rencana Hanin pun menghilang dari hidup Harun......
__ADS_1