
" Ini akan jadi berita besar besok " Senyum licik terlihat jelas disana
Setelah mendapatkan apa yang diinginkan orang tersebut pergi meninggalkan mereka yang masih berada di jalan raya tersebut
" Kita pulang sekarang " Ajak Harun sambil menggandeng tangan Hanin
" Saya bisa jalan sendiri " Hanin tampak belum bisa menerima Harun meskipun dia sudah mengatakan bahwa dia akan bertanggung jawab pada Hanin
" Baik tuan " Balas Bayu
Selama perjalanan tidak ada seorang pun yang bicara semuanya hening. Karena jarak yang tidak terlalu jauh dari rumah Harun mereka kini telah sampai di rumah megah milik Harun
" Siapkan semua yang dibutuhkan untuk rencana pernikahan ku " Perintah Harun sebelum keluar dari dalam mobil
" Apa kau masih ingin disini " Tanya Harun sewot saat dilihatnya Hanin masih setia pada posisinya.
" Maaf " Sebuah kata yang mewakilinya pada Bayu jujur saja Hanin lebih nyaman berada di samping Bayu namun Hanin tidak ingin egois karena orang yang seharusnya bertanggung jawab bukanlah dirinya
" Cepatlah " Sergah Harun kesal karena Hanin masih terus menatap Bayu yang tampak menatapnya balik melalui kaca spion
Di meja makan
Suasana tampak hening hanya suara garpu dan sendok yang saling bertabrakan dengan piring sebuah meja makan yang berukuran besar yang tampak terhidang kan berbagai jenis makan disana
" Habiskan dulu makanan mu " Pinta Harun saat melihat Hanin berdiri di posisinya
" Maaf tuan tapi aku masih ada urusan " Jawab Hanin yang tidak mengindahkan perkataan Harun
" Urusan apa, dan apa begini caramu memanggil calon suami mu? " Harun mulai kesal dia juga tidak menyelesaikan sarapannya
" Katakan! " Perintah Harun
" Saya ada sidang skripsi hari ini " Jawab Hanin jujur
" Kau kuliah? "
" Maaf tuan mengganggu didepan ada nona Diva yang ingin bertemu anda " Jelas Bayu yang tiba-tiba muncul sebelum Harun mendengar jawaban Hanin
" Kau tunggulah di kamar mu dan jangan keluar, nanti biar aku yang mengantarmu kau dengar!! " Suara Harun terdengar mulai naik saat melihat Hanin pergi menuju kamarnya Sebelum Harun menyelesaikan kalimatnya
" Kau urus saja urusanmu dan aku akan ku urus urusan ku sendiri " Jawab Hanin kesal sembari memasuki kamarnya
" Kau, mengurus satu orang saja tidak becus sok sok an mau tanggung jawab segala " Dengus Harun kesal
Dijalan rumah tampak Diva sedang berteriak dan meronta-ronta ingin masuk namun dihadang oleh beberapa orang pengawal disana
__ADS_1
" Lepaskan kalian tidak tau siapa aku ha? aku adalah calon nyonya rumah ini " Teriaknya kesal
" Besar juga nyali mu " Tampak Harun melangkahkan kakinya menuju halaman rumah nya bersama Bayu
" Harun...."
" Lepaskan kau pikir kau siapa berani sekali kau menyentuh ku " Harun mulai emosi
" Pergilah!!! "
" Tapi aku masih.... " Bela Diva, namun belum juga dia menyelesaikan kalimatnya tampak Hanin keluar dari rumah
" Siapa dia, apakah karena dia kau menjauhi ku " Selidik Diva
" Dia calon istri ku " Jawab Harun sembari menghampiri Hanin
" Sayang kan aku sudah bilang tunggulah sebentar " Harun menunjukkan kemesraan nya di hadapan Diva berharap gadis itu akan segera pergi
" Dasar wanita tidak tau diri berani sekali kau merebut nya dari ku " gerutu Diva sambil berkacak pinggang
Namun yang diberi peringatan justru tidak menghiraukan nya sama sekali membuat diva semakin geram ditariknya tangan Hanin dengan kasar saat Hanin berjalan disampingnya
" Nona tolong jaga sikap anda " Pinta Bayu yang berbarengan dengan Harun " Lepaskan " sambil meraih tangan Hanin
" Pergilah sekarang juga atau..... "
" Atau apa? " Sergah Diva
" Atau kau akan tau akibatnya " Balas Harun sembari menunjuk Diva
" Hah, hanya karena gadis kampungan yang gak banget ini kamu sampai harus ngancem aku run? " Diva benar-benar tak habis pikir memang dari segi fisik dan kekayaan diva memang lebih unggul dari Hanin
" Kalau ada masalah kalian selesaikan saja sendiri dan jangan bawa-bawa aku " Pinta Hanin dan meninggalkan perdebatan yang tidak penting baginya
" Bayu kau urus dia " perintah Harun agar bisa membereskan kekacauan yang diva sebabkan Bayu tampak menggangguk paham, sedangkan Harun memilih untuk mengejar Hanin
" Aku antar " Harun yang sudah berhenti mengejar Hanin pun meraih tangan Hanin tampak Hanin tanpa perlawan itu untuk ikut masuk ke dalam mobilnya
Mobil pun melaju dengan kecepatan sedang menuju ke universitas tempat Hanin kuliah sedangkan Bayu tampak masih beradu mulut dengan Diva yang masih enggan hengkang dari kediaman Harun Wardhana itu
Setelah cukup lama berdebat akhirnya Div menyerah dia memilih untuk pergi dan berkunjung lain waktu
" Oke aku pergi sekarang, puas!!! " Teriak Diva yang tampak emosi pada Bayu yang telah menghalangi nya ini belum selesai. Batin Diva karena dia punya kunci utama untuk mendapatkan Harun
Disisi lain
__ADS_1
" Bos "
" Dasar tidak berguna apa begini caramu kerja sudah siang begini baru sampai "
" Tenang bos, lihat apa yang aku dapatkan buat gosip besok " Jawabnya sambil menunjukan hasil jepretannya
" Good job " Orang tersebut tampak tersenyum lebar saat melihat penampakan yang jarang didapatkan oleh karyawan lain
" Segera buat beritanya! " perintahnya
" Siap bos " Dengan senang hati paparazi yang berhasil mengabadikan momen langka seorang Harun Wardhana yang terkenal dengan image yang sempurna sebagai pengusaha muda yang sukses dan juga terkenal sering berdonasi pada yayasan sosial
Lihatlah Harun apa yang bisa aku lakukan untuk menghancurkan mu. Tampak senyum licik menghiasi wajahnya
Sementara itu Harun telah sampai di universitas tempat Hanin kuliah
" Sampai sini aja "
" Kenapa? " Harun merasa heran dengan sikap Hanin karena biasanya para gadis akan memamerkan pacar mereka pada teman-temannya
" Apa tuan ada urusan bisnis disini jika ia silahkan tuan urus urusan tuan tapi bila tidak ada maka tuan bisa pergi, terimakasih tumpangan nya " Hanin berlalu meninggalkan Harun yang masih diam di area parkir kampung. Tuan, kenapa aku jadi kesel sih. Gerutu Harun pasalnya dia sudah menyuruh Hanin untuk merubah panggilan nya tersebut namun sampai detik ini Hanin masih kaku padanya
Sesampainya Hanin di ruang dosen pembimbing Hanin langsung menyerahkan skripsi bab akhir yang sudah pernah dia buat namun tertunda karena masalah beberapa waktu yang lalu
tok
tok
" Permisi Pak "
" Hanin, masuk "
" Maaf Pak hari ini saya ingin menyerahkan skripsi saya pak "
" Hanin Hanin kenapa baru sekarang kamu selesaikan bapak tau kamu adalah salah satu murid yang kompeten tapi apa bab terakhir ini begitu sulit untuk mahasiswa seperti mu ini "
" Maaf Pak saya sedikit ada masalah kemarin jadi telat untuk menyerahkan nya, mohon pengertiannya pak "
Dosen tersebut tampak begitu serius membuka setiap halaman dengan seksama dan meneliti setiap bab yang ditulis Hanin, tampak dosen tersebut manggut-manggut dan mulai menarik garis simpul pada bibirnya
" Kamu memang luar biasa, selama ya Hanin kamu lulus " Mendengar pernyataan dosen tersebut seketika itu pula Hanin ingin meloncat kegirangan karena Hanin berhasil menyelesaikan gelar sarjana nya dalam kurun waktu 3 tahun
" Terimakasih pak ini semua juga atas bimbingan bapak " Hanin menjabat tangan dosen tersebut dan keluar dari ruangan karena sudah ada mahasiswa lain yang sedang mengantri di belakang nya tadi
Akhirnya.Batin Hanin lega sembari menyusuri setiap bagian fakultas manajemen tersebut Hanin awalnya ingin berjalan-jalan sebentar namun Harun muncul dihadapannya dan mengajaknya pulang secepatnya, meskipun Hanin tidak menyukai Harun namun dia sadar saat ini Harun adalah calon suami nya dan Hanin juga mulai mencoba untuk menerima kenyataan dan keberadaan Harun dalam hidupnya
__ADS_1