
" Sayang.... aku mau ngomong serius sama kamu..... "
" Apa sih bie.... ya udah ngomong aja "
" Tapi janji jangan marah ya sayang.... " Pinta Harun
" Emang kenapa aku harus marah sih bie... " Hanin dibuat bingung olehnya
" Janji dulu... " Pinta Harun
" Iya udah janji " Meskipun sebenarnya Hanin merasa ragu dan khawatir jikalau apa yang akan dikatakan Harun merupakan hal-hal yang tidak diinginkan oleh nya
" Sayang sebenarnya aku udah rencanain ini udah lama tapi nggak tau kamu setuju apa enggak? "
" Apa sih bie.... please to the point aja!!! "
" Oke... oke aku bakalan cerita tapi beneran ya jangan marah? "
" Bie.... apa ada yang kamu sembunyiin dari aku ya? "
".............." Harun diam
" Jawab bie.... apa kamu diem-diem ada main dibelakang aku iya kan jawab bie... " Entah mengapa Hanin merasa keanehan sikap Harun itu dikarenakan pilah ke tiga
" Sayang kamu tuh ya kalau ngomong, ihhh amit-amit deh " Harun protes akan perkataan Hanin yang menurutnya berlebihan
" Ya makanya kamu kasih tau dong biar aku nggak mikir macem-macem tentang kamu " Hanin sewot
" oke... oke pertama aku minta maaf karena udah bikin kamu mikir yang enggak enggak tentang aku, tapi jujur aku udah lama banget kalau keluarga kecil ini lengkap sayang " Harun mulai menatap Hanin dengan serius
" Maksud kamu gimana sih bie.... udah deh jangan muter-muter mulu " Hanin mulai kesal
" Aku pengen kita program baby gimana menurut kamu sayang? " Meskipun terdapat keraguan dalam hati Harun namun ia berusaha mengutarakan maksudnya mengenai diterima atau tidak itu masalah belakang bukan....
Jeduarrrrrt.....
Hanin bagaikan tersambar petir bagaimana tidak tiba-tiba saja Harun meminta Hanin untuk melakukan program kehamilan
" Bie.... kamu yakin.... tapi " Hanin gugup
" Sayang kenapa? ya kalau kamu belum siap ya gak papa tapi jujur aku pengen keluarga kecil kita buat lengkap, tapi kalau kamu belum siap is oke " Walaupun berat hati Harun terpaksa harus menerima kenyataan bahwa sang istri belum siap untuk mengandung saat ini
" Bie.... bukan gitu aku mau-mau aja program kehamilan tapi tetap ajakan semua nya itu nggak ada yang mudah dan aku harap kamu bisa sabar oke, aku janji sama kamu aku bakalan lakuin yang terbaik buat keluarga kecil kita " Hanin mengiyakan permintaan sang suami dan memeluknya
" Kamu serius sayang? " Harun begitu bahagia mendengar pernyataan Hanin barusan yang hanya diangguki oleh sang istri dan kembali memeluk tubuh istri kecilnya itu
Di sisi lain
" Lakukan secepatnya!!! " perintah tante Pratiwi
" Baik Nyonya " jawab seseorang yang masih menjadi rahasia siapakah sosok tersebut
" Bagus " Seringai licik tante Pratiwi yang berharap kali ini usahanya akan berhasil
Tut Tut Tut
( panggilan diakhiri )
" Gimana tante? " Tanya Diva
__ADS_1
Ternyata Diva selalu memantau dan berusaha mengetahui setiap gerakan yang dilakukan tante Pratiwi namun sayangnya tidak semua renca dari tante Pratiwi diketahui olehnya
" Kamu tenang aja Diva " Tante Pratiwi masih enggan mengatakan detail dari rencananya tersebut
Harun kamu tunggu aja gimana kamu akan kehilangan segalanya, cepat atau lambat harta Wardhana itu akan menjadi milikku karena kamu sama sekali nggak pantes untuk itu. Batin tante Pratiwi dengan senyum liciknya
Hari-hari berlalu tanpa ada insiden mencurigakan baik itu di kantor Harun maupun dikediaman pribadinya, namun siapa sangka bahwa renca tante Pratiwi telah berjalan dengan mulus bahkan tak ada seorang pun dikediaman tersebut yang mengetahui hal tersebut hingga pada suatu pagi dimana Hanin telah membuat janji temu dengan seorang dokter spesialis kandungan (obstetri dan ginekologi/ ob-gyn) atau biasa disebut dengan dokter obygyn
" Kita ke rumah sakit xxxx " Ucap Hanin pada Rio
" Oke, siap! " Ucap Rio pada Hanin, meskipun Rio bekerja sebagai supir pribadi Hanin namun Hanin tidak mengharuskan nya untuk memanggil Hanin dengan sebutan nona maupun nyonya muda seperti kebanyakan pelayanan rumah Harun, karena jujur saja Hanin tidak terlalu suka dengan panggilan tersebut namun karena itu adalah perintah Harun pada mereka maka Hanin tidak dapat menolak
Tiga puluh menit kemudian sampailah Hanin di rumah sakit tersebut
" Perlu aku temenin nggak " Rio menawarkan diri
" Nggak perlu, kamu bisa tunggu di cafetaria di depan rumah sakit kalau kamu bosan, oke aku masuk dulu "
" Permisi saya sudah membuat janji dengan dokter Mariana " Ucapannya saat Hanin sampai di bagian pendaftaran
" Baik mari saya antar nyonya " Jawab salah seorang perawat
Karena sebelumnya Hanin sudah membuat janji terlebih dahulu selain itu rumah sakit tempat Hanin saat ini adalah salah satu rumah sakit milik Harun tentu saja Hanin tak perlu lagi mengantri seperti pasien lainnya
" Selamat pagi Nyonya " Sapa dokter Mariana
" pagi dokter, panggilan saja Hanin dok jangan terlalu formal " pinta Hanin pada dokter Mariana yang hanya dibalas dengan senyum manis sang dokter cantik tersebut
" Baiklah sesuai keinginan nyonya Hanin saja, ehmm maksud saya nona Hanin " Balas dokter Mariana
" Maaf saya tidak bisa memanggil anda sesuai dengan keinginan anda karena,yah anda tau bukan bagaimana mana sikap tuan Harun Wardhana tersebut " Sambung dokter Mariana
" Baiklah mari kita lakukan pemeriksaan terlebih dahulu " Pinta dokter Mariana pada Hanin
Butuh waktu sekitar 30 menit bagi Hanin untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh mulai dari pemeriksaan umum hingga pemeriksaan lanjutan lainnya
" Jadi gimana dok " Hanin penasaran dengan hasil pemeriksaan tersebut
" Tidak ada yang perlu dikhawatirkan semuanya normal bahkan kondisi rahim dan sel telur pun semuanya baik tapi dari hasil tes darah dan tes urine terdapat kandungan hormon estrogen dan progesteron yang cukup tinggi dan ini berpengaruh pada proses ovulasi " Dokter Mariana menunjukkan hasil tes tersebut pada Hanin
" Tunggu maksud dokter? "
" Maaf Nyonya bila anda menginginkan untuk melakukan program kehamilan saya sarankan agar anda berhenti mengkonsumsi pil kontrasepsi pribadi anda " Raut wajah dokter Mariana sudah berubah dan bahkan tidak seperti sebelumnya terdapat raut wajah kecewa di wajah dokter cantik tersebut
Jeduarrrrrt.....
Bagaikan tersambar petir kini tubuh Hanin seolah kaku dan membuat lidahnya kelu bahkan untuk tetap duduk tegak pun seakan tak bertenaga lagi
" Maaf dok bisakah kita melakukan pemeriksaan ulang karena jujur saja saya tidak pernah mengkonsumsi obat-obatan yang dokter maksud " Hanin berkata jujur pada dokter Mariana, karena jujur saja pernyataan dokter Mariana barusan telah membuat nya bingung sekaligus syok
Karena melihat Hanin yang begitu syok mengetahui hasil tersebut akhirnya dokter Mariana pun menyetujuinya permintaan Hanin untuk melakukan pemeriksaan ulang
" Gimana dok? " Raut wajah gelisah terpancar dari mimik wajah Hanin saat ini membuat dokter Mariana tak tega mengatakan hasil nya
" Katakan dok " Sambung Hanin lagi
" Seperti yang saya katakan sebelumnya nyonya " setelah menarik nafas panjang akhirnya dokter Mariana pun mengatakan kebenaran nya
Jeduarrrrrt....
__ADS_1
Hanin bagaikan tersambar petir untuk kedua kalinya mendengar pernyataan dari dokter Mariana barusan
" Nggak mungkin!!! " Hanin benar-benar tak habis pikir bagaimana obat tersebut bisa masuk ke tubuhnya sedangkan dirinya sama sekali tidak pernah mengkonsumsi nya meskipun sekali
" Dok.... tapi masih ada solusi kan bagi saya untuk hamil " Dengan mata berkaca-kaca Hanin benar-benar berharap bahwa masih ada kesempatan baginya untuk menjadi seorang ibu kelak
" Tentu saja masih nyonya, pertama anda harus benar-benar berhenti mengkonsumsi obat tersebut dan saya juga akan memberikan beberapa resep vitamin untuk mengembalikan kesuburan anda dan juga saya akan merekomendasikan makanan sehat untuk anda konsumsi " Jawab dokter Mariana sambil menuliskan beberapa resep pada Hanin
" Dan mengenai obat tersebut sebaiknya anda membicarakannya pada tuan Harun agar kalian mengetahui penyebabnya " Sambung Dokter Mariana sambil menyodorkan secarik resep dan catatan makanan sehat dari ahli gizi yang beliau miliki
" Dok bisakah anda merahasiakan masalah ini dari suami saya " Pinta Hanin
" Sebenarnya saya kurang setuju dengan anda Nyonya tapi karena ini merupakan masalah pribadi anda jadi saya akan merahasiakan nya sesuai keinginan anda " Jawab dokter Mariana, karena melihat Hanin yang masih syok dokter cantik itu berpikir mungkin Hanin akan menceritakan nya secara pribadi bila Hanin sudah tenang
" Terimakasih banyak dokter " Hanin menerima resep yang diberikan dokter Mariana dan menyalami nya sebelum Hanin kembali pulang
" kamu dimana " Ucap Hanin di telpon
" Di cafetaria depan rumah sakit, pulang sekarang " Jawabnya
" Jangan.... aku ke sana sekarang " Jawab Hanin langsung mengakhiri panggilannya
Tut Tut Tut
Kenapa lagi sih, semoga bukan hal besar. Batin Rio mencoba menenangkan diri
Sesampainya di cafetaria yang dimaksud Hanin langsung menemui Rio
" Ada apa? " Rupanya Rio sudah mampu membaca ekspresi Hanin
" Minta Marsha untuk menyelidiki setiap pelayanan yang memasak bahkan yang menyajikan makanan maupun minuman di rumah " Ucap Hanin tanpa mengubah ekspresi serius nya
" Oke.... tapi apa terjadi sesuatu? " Rio mulai khawatir
" Seseorang memasuki obat kontrasepsi pada makanan atau minuman yang aku konsumsi " Jawab Hanin serius
Deg....
" Sial.... kok bisa sampai kecolongan gini sih " Rio geram karena gagal melindungi Hanin
" Kamu tenang aja... aku dan Marsha bakal selidiki hal ini sampai tuntas da..... " Perkataan Rio tiba-tiba dipotong oleh Hanin begitu saja
" Tapi ingat hati-hati jangan sampai ada yang mengetahui hal ini " Sambung Hanin
" Kamu tenang aja " Rio benar-benar geram kali ini bagaimana bisa seseorang berencana mengganggu Hanin sedangkan kini Hanin berada dalam pengawasan nya sungguh kegagalan yang fatal baginya
" Oke kita pulang sekarang " Pinta Hanin
" Oke, aku bayar dulu " Jawabnya sambil memanggil pelayan
Setelah membayar Hanin dan Rio bergegas pulang, Hanin langsung merebahkan tubuhnya di tempat tidur dan melepaskan rasa penat dan gelisah nya walaupun tak semudah yang dibayangkan sedangkan Rio dia diam-diam menemui Marsha dan memintanya untuk melakukan sesuai instruksi Hanin dan segera melaporkan hasilnya pada Hanin sekecil apapun
Siapa yang berani melakukannya, kali ini aku nggak akan biarin seorang pun nyakitin kamu selama masih ada aku Hanin kamu nggak usah khawatir ada aku yang bakalan jagain kamu. Ucap Rio lirih sambil memandangi foto Hanin pada layar handphone miliknya
See you in next capture.....
Buat para readers jangan lupa buat like dan vote ya....
__ADS_1