
" Kau....! " Teriak Diva protes
" Ada apa ini! " Tampak seorang berteriak dan berjalan menghampiri mereka
Para tamu undangan tampak celingukan mencari pemilik suara lantang tersebut hingga pandangan mereka terarah pada seorang wanita paruh baya yang tampak elegan dengan dress maroon nya
Dialah Nyonya Pratiwi beliau merupakan kakak kandung dari mending ibu Harun, Namaun hubungan keduanya tidak terlalu baik terlebih saat Harun menyadari watak asli dari Tante nya itu
Akhirnya. Diva tersenyum bangga karena Dewi Fortuna nya telah tiba
" Harun apa begini ekspresi mu menyambut kedatangan tante sayang " ibu Pratiwi menghampiri Harun dan Hanin dengan tatapan yang kurang bersahabat itu
" Tante " seru Harun
Hingga malam pun tiba dan suasana rumah Harun pun berangsur sepi, satu persatu para tamu undur diri sedangkan Hanin tampak tidak begitu nyaman dengan kehadiran Tante Pratiwi karena tatapan tajam yang ditujukan beliau pada Hanin
" Tante, kapan tiba kenapa tidak memberi tau ku kalangan mau datang " Seru Harun
" Kenapa apa kau ada waktu menemui ku, bukankah terakhir kita bertemu adalah saat pemakaman orang tuamu " Tante Pratiwi mengingat peristiwa lima tahun yang lalu saat orang tua Harun mengalami kecelakaan pesawat saat perjalanan bisnis ke luar negeri
" Maaf Tante sejak kepergian papa aku jauh lebih sibuk dari sebelumnya dan tidak punya waktu untuk bersantai " Harun mengatakan nya dengan tegas
" Sayang kamu pasti capek ya, ayo kita istirahat dulu " Harun menggandeng mesra sang istri menuju kamarnya tanpa menghiraukan Tante Pratiwi dan diva disana
" Tante... "
" Dasar gadis bodoh, apa begitu caramu menarik simpati Harun, justru Harun akan semakin membencimu " Tante Pratiwi kesal
" Aku tidak punya pilihan lain Tante " diva memasang wajah melas tak berdaya
" Tapi dengan sikap mu tadi itu cukup membuktikan bahwa kau tidak lebih cerdas darinya ( Hanin ) "
" Lalu apa yang harus kita lakukan Tante "
" Kau tunggu saja " Tante Pratiwi memperlihatkan senyum licik nya pada diva
Sementara itu di dalam kamar Harun tampak dia sedang melepaskan jas nya sedangkan Hanin hanya duduk di atas ranjang
" Sayang " Harun mulai melangkahkan kakinya menuju Hanin dan duduk disampingnya
Digenggam nya tangan Hanin dengan satu tangannya dan tangan yang satunya meraih dagu Hanin perlahan namun pasti
Cup
Satu kecupan lembut dan singkat itu mendarat di bibir sang istri
" Maaf " Satu kata yang diucapkan Harun di malam pertama nya sebagai pasangan suami-istri
" Untuk apa? " Hanin merasa heran kenapa juga Harun harus mengatakan nya
__ADS_1
" Untuk semua yang kamu alami karena ulah ku dan untuk kejadian tadi " wajah Harun terlihat begitu sendu yang membuat Hanin merasa bersalah, karena semua itu juga bukan merupakan kesalahan Harun seorang
" Semua yang berlalu biarlah berlalu, aku nggak mau mengungkitnya masalah itu dan maafkan aku juga " Hanin mengatakan nya sambil meraih tangan Harun dan menggenggamnya dengan kedua tangannya
" Kenapa kau harus minta maaf, itu bukan salah mu sayang " Harun mengatakan nya dengan lembut dan mulailah dia merebahkan Hanin di atas pembaringan saat Harun ingin melanjutkan aksinya tiba-tiba saja Hanin mengungkapkan nya
" Maafkan aku karena sampai detik ini aku masih belum bisa menerima mu "
Deg
Harun terkejut bukan main ternyata maksud permintaan maaf sang istri adalah untuk itu, bahwa Hanin masih belum bisa menerima Harun sepenuhnya
" Aku akan menunggumu " Harun mencoba bersikap dewasa dia tidak ingin Hanin merasa tertekan dengan keberadaan nya
" Baiklah saya kau ingin mandi duluan atau aku yang duluan " Harun mengalihkan pembicaraan
" Aku masih harus membersihkan riasan ini, kau duluan saja "
setelah beberapa menit Harun dikamar mandi akhirnya dia selesai juga dengan pakaian yang lengkap dan rambutnya yang masih basah jujur saja sebagai seorang perempuan tentu lah itu sedikit menggoda nya
Hanin bergegas masuk ke Indonesia kamar mandi dia tidak ingin berlama-lama menatap nya
Aku tau sayang dan aku berjanji aku tidak akan menyentuhmu sampai kau bersedia menerima diriku dengan segenap hati mu.
Harun merebahkan tubuhnya yang terasa begitu lelah hingga tanpa terasa Harun sudah tertidur pulas saat Hanin selesai mandi dan hendak beranjak tidur, diselimuti nya tubuh Harun sampai batas dadanya " Maaf " Hanin merasa bersalah padanya karena sebagian seorang istri Hanin belum bisa menunaikan kewajiban nya
Tapi aku akan berusaha sebaik mungkin. Hanin mengambil bantal dan selimut dan dibawanya menuju sofa panjang yang ada di sisi kamarnya hingga ia pun terlelap disana hingga telinganya samar-samar mendengar suara lantunan azan subuh
Artinya:
"Sholat itu lebih baik dari pada tidur "
Hanin bangkit lalu membereskan selimut dan bantal nya selanjutnya dia ingin bersuci terlebih dahulu sebelum melaksanakan shalat subuh
Setelah melaksanakan kewajibannya terhadap sang pencipta Hanin turun kebawah dia berencana ingin membuat sarapan pagi ini
" Nona ada perlu apa biar bibik siapin non " Seru salah seorang asisten rumah tangga Harun ( Iva )
k
" Hmmm bik boleh gak kalau hari ini aku aja yang buat sarapan " Hanin bertanya dengan nada yang sopan
" Tapi non nanti tuan.... "
" Bibik nggak usah khawatir biar nanti biar aku yang ngomong ya bik " bik Iva hanya dapat mengangguk paham meskinya ada rasa takut dalam hatinya namun dengan karena Hanin berhasil meyakinkan nya maka bik Iva hanya bisa meng-iya kan nya
Tak terasa waktu Hanin memasak berlalu begitu cepat
" Bik udah selesai semuanya, tolong bibik siapin di meja makan ya aku mau naik dulu " Pinta Hanin, dia ingin mandi dan menyiapkan keperluan suaminya Hanin sudah bertekad sejak Hanin memutuskan untuk menikahi nya sejak saat itu pula Hanin mencoba membuka hati dan belajar menjadi istri yang baik
__ADS_1
" Ahhh ternyata masih tidur " Hanin merasa lega karena dia belum terlambat untuk menyiapkan keperluan suaminya Hanin pun bergegas untuk membersihkan diri dan lanjut menyiapkan pakaian suaminya hingga membangunkannya
" Bie udah siang loh kamu nggak mau bangun dulu " Hanin mulai terbuka dan berusaha membangunkan Harun tapi sayangnya Harun malah menutupi seluruh bagian tubuh nya dengan selimut
" Bie... " Hanin membuka perlahan selimut yang dikenakan Harun hingga batas dada dengan tangannya yang mengelus lembut pipinya
Harun yang merasakan adanya sentuhan di pipinya sontak terperanjat kaget siapa yang berani membangunkannya. Mungkin itulah yang sedang dipikirkannya
Namun betapa terkejutnya dia saat melihat Hanin tengah duduk disampingnya dengan senyuman hangat yang dia berikan membuat Harun merasa nyaman
" Aku udah siapin airnya dan juga pakaian kamu bie jadi kamu cepat mandi trus sarapan ya, aku tunggu di bawah oke " Hanin beringsut hendak turun lebih dulu namun sayangnya Harun menahan tangannya
" Bie? " Harun mulai menyadari ada kalimat yang terasa aneh didengarnya
" Kenapa? " Hanin kembali duduk
" Kamu nggak salahkan sayang masak ia aku disamain sama bibik sih ". protes Harun
" Kok bibik sih ". Hanin jadi ikut bingung dibuatnya
" Iya maksud kamu apa bilang bi...bi gitu tadi " Harun mulai cemberut seperti anak kecil yang sedang protes pada ibunya namun Hanin malah tertawa melihat reaksi Harun seperti itu
" Terus aku harus panggil tuan atau bapak oh aku tau bos iyakan ". Entah mengapa Hanin begitu santai bercanda pada Harun mungkin dalam hatinya dia sudah mulai menerima Harun namun dia belum menyadarinya sepenuhnya
" Sayang!!! " Harun kembali protes
" Kamu tau nggak apa bie yang aku maksud tadi " Hanin bertanya padanya namun Harun hanya menggelengkan kepalanya
" Apa? "
" Habibie " Hanin jujur namun sayang nya Harun semakin kesal dengan panggilan itu mungkin dia pikir itu adalah nama mantan pacarnya dulu
" Yang artinya kesayangan ku " Hanin menerangkan makna panggilan tersebut karena Hanin sadar pasti saat ini Harun memikirkan hal lain
" Kenapa? kamu keberatan ya, ya udah Kalau gitu aku ganti aja deh "
" Siapa bilang keberatan " Harun mulai menyunggingkan garis senyum di bibir nya
" Aku suka kok panggilan itu sayang " Harun merasa bahwa Hanin sudah mulai membuka hati nya dan Harun pun tidak akan menyia-nyiakan kesempatan itu
" Aku boleh meluk kamu sayang " Harun sebenarnya ragu Hanin akan menyetujuinya namun apa salahnya mencoba
Pucuk dicinta ulam pun tiba Hanin mengangguk yang artinya dia mengijinkannya
Dipeluknya tubuh Hanin dan membisikkan lirih tepat ditelinga Hanin " Makasih sayang "
Kembali kasih bie......
Awal yang baik bagi mereka berdua dan mungkin Hanin akan segera memberikan hak sepenuhnya atas dirinya pada Harun
__ADS_1
Hanya waktu yang mampu menjawab semuanya🤗🤗🤗🤗