What A Wonderful Woman

What A Wonderful Woman
Ketahuan


__ADS_3

" CK... CK.... CK.... melihat sikap kamu yang gelisah ini aku semakin curiga tentang kamu dan nyonya Wardhana, ini....!!!! " jawab Dimas yakin


Deg.....


Syahira seketika membisu dan tubuhnya pun terasa kaku dan tak bertenaga karena rasa gemetar....


Apa dia udah tau... apa papa udah..... Batin Hanin berkecamuk dengan segala kemungkinan yang terjadi......


Dimas yang merasa Syahira bersikap aneh saat ini, hal itupun semakin meyakinkannya bahwa ada sesuatu antara Hanin dan Syahira di masa lalu


" Apa maksud kamu? " selidik Syahira


" Seharusnya nona Syahira tau lebih baik darinya saya "


" Jangan bertele-tele, jika anda tidak ada hal lain yang ingin dibicarakan maka mohon maaf saya masih ada urusan lain..... Permisi!!! " Syahira mencoba tetap tenang meskipun pada dasarnya Syahira tidaklah setenang itu


" Saya tau semuanya.... " jawab Dimas yang membuat Syahira terpaku dan mengurungkan niatnya untuk pergi meninggalkan Dimas


" Katakan dengan jelas apa maksud kamu? " Syahira mendesak Dimas untuk berterus terang tentang apa yang ia ketahui


" Semuanya.... saya tau semua tentang anda baik pribadi anda saat ini atau di masa lalu.... semuanya....!!! " Dimas menekankan kalimat nya pada Syahira


~ Bruk...~


Syahira kehilangan keteguhan nya saat mendengar pernyataan Dimas barusan


" Jadi? " Syahira ingin mendengar sebenarnya apa maksud dan tujuan Dimas padanya


" Saya mau kamu menerima aliansi ini "

__ADS_1


" Jadi kamu menyelidiki masa lalu saya dan akhirnya tujuan kamu sebenarnya adalah untuk menjalin hubungan kerjasama dengan kami? "


" Lebih tepatnya.... menjalin hubungan antara kita dan hubungan kerjasama bisnis adalah bonusnya.... "


" Sejujurnya saya tidak terlalu tertarik dengan bisnis, tapi saya rasa hanya itulah satu-satunya hal yang mampu mengikat kamu lebih erat ke depannya, mengingat hubungan antara kedua orang tua kita, bukankah demikian nona Syahira? "


" Tapi anda tau bahwa saya tidak mungkin menikah dengan anda, bahkan pria manapun di belahan bumi ini sebelum saya bercerai dengan Harun dan mendapatkan akta cerai nya "


" Tidak masalah.... saya akan membantu menyelesaikan masalah ini " Dimas bersikukuh terhadap Syahira


" Tapi.... " Syahira belum menyelesaikan kalimatnya tiba-tiba


~ Brak.....~


Suara pintu yang dibuka dengan paksa


Deg...


" Kita harus bicara....!!!! " Harun menarik tangan Syahira


" Maaf tuan Harun Wardhana yang terhormat tapi wanita yang sedang anda tarik tangannya ini adalah calon istri masa depan saya.... " Sergah Dimas sembari melepas paksa tangan Harun dari Syahira


" Tolong dengarkan baik-baik perkataan saya.... wanita yang anda sebut sebagai istri masa depan anda ini.l tidak lain merupakan istri sah saya.... " Harun menyela dengan tegas sembari menatap tajam pada Dimas dengan pandangan tidak suka ( cemburu )


Deg....


Syahira terkejut mengetahui bahwa Harun rupanya telah mendengar percakapan antara Syahira dan Dimas barusan hingga ia mengetahui bahwa Syahira adalah Hanin istrinya


" Kamu....? " Syahira bertanya-tanya pada Harun

__ADS_1


" ikut aku sekarang juga...!!!! " dengan tegas Harun mengatakan nya


Harun pun mengajak Syahira pergi ke suatu tempat hingga sampailah keduanya di sebuah ruang kosong di sana


~ Brak...~


Harun menutup pintu dengan keras dan mengunci Syahira dalam rengkuhan nya....


" Kenapa.... kenapa kamu lakuin ini ke aku sayang.... apa? apa aku ada salah sama kamu.... " Harun meminta penjelasan pada Syahira atas keputusannya selama ini


" Katakan...!!!! apa aku membuat kesalahan yang tak termaafkan olehmu hingga kamu memutuskan untuk memalsukan kematian mu selama ini dan menjadi orang lain bahkan dihadapan ku.... suami mu sendiri...katakan? " Harun benar-benar marah sekaligus kecewa pada sikap dan keputusan sang istri


" Apa aku orang yang telah memalsukan kematian ku??? " Syahira menatap tajam pada Harun dengan perasaan yang campur aduk antara sedih, kecewa bahkan amarah nya yang mampu mengalahkan rasa simpatinya pada Harun


" Aku tidak pernah berbohong mengenai diriku dan aku juga tidak akan menyangkal bahwa aku memang berpura-pura tidak mengenal mu.... itu karena kamu yang tidak memberikan ku kesempatan untuk menjelaskan nya bahkan kamu pun tidak mampu memahami perkataan ku waktu itu bukan,..... heh... apa yang aku harapkan jangankan mampu memahami maksud ku kamu bahkan tidak pernah menayangkan tentang diriku bukan.... maaf saya masih ada kencan, permisi!!! " Syahira merasa kecewa terhadap Harun


" Seorang wanita yang sudah bersuami tidaklah benar untuk berkencan dengan seorang pria dibelakang suaminya... " Harun mencekal lengan Syahira


" Hei.... lalu apakah seorang pria yang sudah beristri dibenarkan untuk mengkonfirmasi kematian istrinya sendiri hanya berdasarkan sebuah cincin yang bahkan hanya bernilai beberapa ratus juta itu?! " Syahira mengejek Harun


Harun yang mendengar perkataan Syahira itupun akhirnya mundur karena ia menyadari bahwa dialah yang bersalah selama ini, kesalahan pertama nya adalah meninggal Syahira sendirian hingga ia harus mengalami insiden itu lalu Harun pun menyerah pada kenyataan bahwa Hanin sang istri telah meninggal hanya pada sebuah cincin saja dan bahkan saat Syahira muncul pun ia tak mampu menyadari dengan baik apa maksud Syahira sebenarnya....


" Karena kamu sudah tau kebenarannya maka secepatnya aku akan melakukan apa yang seharusnya aku lakukan, sisanya terserah padamu tuan Harun Wardhana yang terhormat...!!! " sebelumnya Syahira pergi ia mengatakan perkataan itu, entah Harun memahami maksud dari Syahira yang sebenarnya atau justru sebaliknya...


Singkat cerita....


Setelah Harun mengetahui kebenaran tentang Syahira yang tidak lain adalah Hanin sang istri ia pun tiada henti-hentinya menyalahkan dirinya sendiri bahkan ia terus mengutuki kebodohan serta ketidak mampuannya selama ini menjaga dan melindungi Hanin di masa lalu


Lalu apakah Harun kali ini akan benar-benar kehilangan Syahira dan melepaskannya begitu saja, atau ia akan berusaha dan mengejar cinta Syahira kembali.....

__ADS_1


__ADS_2