
Masih sama suasana dan sikap yang sama-sama egois itu masih kekeh dan melekat pada keduanya, namun siapa sangka malam ini ada yang berbeda tiba-tiba saja ada tamu yang tak diundang muncul di tengah keduanya yang sedang menyantap makanan malam
" Wah wah wah, romantis sekali kalian berdua, apa Tante tidak diizinkan untuk bergabung " Tante Pratiwi yang muncul entah dari mana itupun tanpa rasa sungkan sedikit pun langsung duduk di samping Harun
" Oh iya Tante nggak kesini sendiri loh... sayang kenapa malu-malu sih " Tante Pratiwi bangkit dan menghampiri seseorang
" Keponakan ku tersayang gimana menurut mu... bukankah Tante mu ini sangat pengertian membawanya kemari? " Tante Pratiwi tiba-tiba menyandingkan nya di samping Harun
Harun yang terkejut itupun tak mampu berkutik manakala ia melihat seorang gadis yang dulu pernah menjadi seseorang yang sangat ia cintai tiba-tiba muncul di tengah-tengah rumah tangga nya di mana saat ini Hanin yang berstatus sebagai istrinya pun menatap penuh tanda tanya pada nya
" Shilla!!! " Yah, sebuah nama akhirnya terucap dari bibir nya
" Harun " Entah sengaja maupun tidak shilla tiba-tiba saja memeluk Harun di hadapan Hanin yang mematung menyaksikan keintiman keduanya
" Kalian lanjutan saja " Hanin yang merasa tidak nyaman pun memutuskan meninggalkan mereka namun sayangnya seseorang tidak akan membiarkan nya semudah itu
" Hanin jangan salah paham.... tante bisa menjelaskan nya " Sahut Tante Pratiwi yang mampu menghentikan langkahnya
" Jadi?? " Hanin menatap Harun berharap laki-laki yang menyandang status sebagai suaminya itu mampu memberikan penjelasan namun sayangnya Harun nampak masih menikmati kenangan lama dalam pelukan shilla
" Perkenalan ini shilla dan dia adalah mantan tunangan Harun dan seperti yang kamu lihat sepertinya Harun masih memiliki rasa terhadapnya " Bisik Tante Pratiwi di telinga Hanin yang mampu memancing kecemburuan nya, tentu saja hal itu wajar istri mana yang mampu menahan manakala mengetahui suaminya masih memiliki perasaan terhadap mantannya dan bahkan kini sedang berpelukan di depan matanya
" Bie....???!!! " Hanin mencoba realistis dan berharap Harun memberikan penjelasan setidaknya dia mau melepas pelukannya
Melihat reaksi Harun Tante Pratiwi merasa sangat senang dan memanfaatkan kesempatan untuk menyiramkan bensin pada Hanin
" Seperti yang kamu lihat, Bagaimana apakah kamu sekarang paham dimana posisi mu Hanin ?... kamu hanyalah pengganti sementara dan sekarang pemilik aslinya sudah di sini jadi apa yang kamu tunggu lagi " Seolah mendapatkan angin segar Tante Pratiwi tiada hentinya memprovokasi Hanin
__ADS_1
" Lihatlah betapa intimnya mereka... apakah kamu mau mengganggu nya? " Dan seperti dugaan Hanin yang sudah tidak tahan melihatnya pun memutuskan untuk meninggalkan mereka
Tanpa terasa sudah hampir dua jam berlangsung dan tamu tak diundang itu pun masih betah untuk berlama-lama disana rupanya hingga ponsel Harun berdering
~Drett.... drettttt... Drettttt~
ID pemanggil nya adalah Bayu
" Katakan? "
"..............."
" Oke... aku mengerti!!! " Harun mengakhiri panggilannya
" Seperti nya sudah terlalu malam sebaiknya Tante dan shilla pulang sekarang " Tegas Harun
" Harun??? " shilla yang masih enggan beranjak itupun masih mencoba untuk berlama-lama disana
" Maaf Tante.... tapi sepertinya kurang sopan " jawab Harun
" Tante... shilla nggak masalah kok, toh besok kita masih bisa bertemu lagi bukan? " Jawab shilla memotong percakapan keduanya
" Oke baiklah...."
Sepulangnya Tante Pratiwi Dan shilla Harun bergegas menuju ke kamar nya menemui Hanin
" Apa maksud mu? " Harun to the point
" Kamu yakin pertanyaan itu ditujukan untukku? " jawab Hanin
__ADS_1
" Jadi menurut mu? " Harun mengerutkan keningnya dan mencengkeram erat pergelangan tangan Hanin
" Lepas!!!! " Hanin yang merasa kesakitan itupun berharap agar Harun lekas melepaskan nya
" Katakan!!!! " Suara Harun yang cukup keras itupun melengking memenuhi ruangan
" Apa!!! " Tak kalah kesalnya Hanin meronta dan berteriak antara rasa sakit dan kecewanya semua berbaur menjadi satu
" Pak Flores? Katakan?!!! "
" Apalagi yang kamu harapkan, aku yakin kamu pasti sudah tau detail nya kenapa harus bertanya lagi padaku? " jawabnya
" Kenapa? " Harun mulai memelas
" Apa perlu kamu memberikan pertanyaan ini? karena semua jawabannya ada dalam hati mu sendiri " Hanin berontak dan berbalik meninggalkan Harun namun sebelum Hanin melangkah Harun lebih dulu memeluknya
" Please jangan lakuin ini ke aku? "
" Lalu apa rencana mu terhadap nya ( shilla ) aku yakin kamu nggak akan melepaskan nya begitu saja bukan "
" Shilla..... dia....dia "
" Dia adalah cinta pertamamu dan belahan jiwamu bukan jadi sekarang aku mau kamu memilih dia atau aku!!!! "
Bak buah simalakama pertanyaan Hanin itupun mampu membuat Harun gusar....
" Aku...."
__ADS_1
Shilla Lesmana Agus muda berbakat yang merupak putri seorang menteri eksekutif dalam jajaran anggota kepemerintahan, gadis berusia 24 tahun yang merupakan kekasih lama Harun yang tanpa sebab menghilang begitu saja 6 tahun yang lalu hingga membuat Harun patah hati