What A Wonderful Woman

What A Wonderful Woman
Kesempatan lagi


__ADS_3

Malam telah berlalu dan masa kelam Hanin pun berlalu kini Hanin sedang menuai buah dari kesabaran nya selama ini....


Hanin masih meringkuk dalam pelukan Harun di balik selimut yang menutupi keduanya....


~ Cup...~


Sebuah kecupan lembut pun mendarat di kening Hanin dengan lembut


" Morning kiss sayang.... " Cuat Harun saat melihat Hanin membuka matanya


~ Cup...~


Hanin mencium pipi Harun


" Morning kiss bie..." jawab Hanin sambil mempererat pelukannya pada Harun


" Apa aku perlu cuti hari ini hmmm " ucapnya sambil mengusap pucuk rambut sang istri


" Kamu yakin bie...? "


" Yah... mau gimana lagi kayaknya ada yang nggak mau lepasin aku sih " goda Harun


" Ihhhh.... apaan sih bie... udah kamu kerja aja deh " jawab Hanin sambil melepaskan pelukannya dan ingin bangkit namun sebelum Hanin bangkit Harun sudah lebih dulu menariknya kembali ke dalam pelukannya

__ADS_1


" Bentar aja... aku pengen peluk kamu lagi sayang " ucapnya manja


" Bie... janji sama aku kalau kamu nggak bakalan ninggalin kau " Entah kenapa Hanin tiba-tiba berkata demikian


" Apa sih sayang..... aku bakalan selalu ada buat kamu dan aku janji aku nggak akan ninggalin kamu oke! ya udah mandi yuk aku mau ngajakin kamu ke suatu tempat "


" Kemana bie... "


" Entar juga tau "


" Bie....! " teriak Hanin yang tiba-tiba saja Harun mengangkat tubuhnya yang masih terbalut selimut itu ke kamar mandi


Sementara itu shilla sudah menyiapkan kejutan spesial untuk Hanin, entahlah apakah itu cuma dia yang tau, namun Rio yang merasa keadaan tidak seaman itu akhirnya pun memutuskan untuk mengikuti Hanin dan menjaganya dari kejauhan


" Bie... mau kemana sih? "


" Entar juga tau "


" Apaan sih bie... pakai rahasia-rahasia an segala sih " Hanin mulai kesal entah mengapa ia merasa khawatir akan suatu hal dan itu mampu membuat nya merasa ketakutan, namun Harun mengira bahwa Hanin hanya kesal karena ia tidak mengatakan tujuannya saat ini


1,5 jam kemudian sampailah keduanya di pesisir pantai dengan pasir putihnya yang indah dan terhampar lautan biru dengan lambaian pohon-pohon kelapa yang berjajar di pinggir pantai, sungguh sejuk dipandang mata pantai yang tampak indah dan bersih itu mampu membuat Hanin takjub dan seakan mampu membuat segala penat dan rasa gelisah nya menghilang tersapu oleh ombak pantai yang melipir di bibir pantai


" Bie... ini....? " Hanin tak mampu berkata-kata lagi matanya masih menatap sekitar dan menikmati indahnya alam ciptaan-Nya

__ADS_1


" Suka? " Harun memeluk sang istri dari arah belakang dengan mesranya tanpa menghiraukan mata yang memandang, toh nggak ada yang salah bukan jika seorang suami memeluk istrinya sendiri pikirannya


" Kamu becanda...? aku suka banget makasih ya bie.... !! " Hanin antusias hingga tanpa ia sadari ia pun berbalik dan mengecup singkat bibir Harun itu lalu berhamburan menghampiri sapuan ombak yang semakin menggugah dirinya untuk dapat berbaur dan menikmati keindahan nya


Harun pun merasa keputusan nya mengajak sang istri kemari adalah pilihan yang tepat setelah masalah yang begitu pelik menerpa keduanya ini adalah pilihan yang tepat untuk membuat keduanya rileks dan menciptakan moment-moment romantis kembali, yah anggap saja sebagai honeymoon ya guys....


Setelah puas bermain-main dengan pantai dan menikmati sunset di pinggir pantai, Harun pun mengajak sang istri untuk makan malam dan kembali ke penginapan yang telah ia pesan sebelumnya


" Siap sayang....!!? " ucapnya sambil memegang gagang pintu kamar


" Maksud nya? " Hanin mengerutkan keningnya


~ceklek....~


Harun membuka pintu perlahan dan membimbing Hanin, remang-remang Hanin menatap di sekeliling ruangan karena memang Harun mematikan lampunya dan hanya menyalakan beberapa lilin di suatu sudut ruangan dan beberapa yang ia letakkan di sepanjang jalan hingga ke arah pembaringan, dan entah ada berapa ratus kelopak mawar yang ia taburkan di lantai


" Bie... apa ini? " Hanin berhenti sejenak dan menatap tersangka yang melakukan tugas ini


" Aku sengaja nyiapin ini khusus buat kamu sayang.... aku tau belakangan aku udah keterlaluan sama kamu dan udah nyakitin kamu banget so... ini sebagai wujud ketulusan aku sama kamu sayang... please kasih aku kesempatan lagi oke...! " pinta Harun sembari menggenggam jari-jemari sang istri


" Bie... aku akan selalu kasih kamu kesempatan untuk kita, dan aku udah cukup seneng banget karena semua masalah ini akhirnya mampu kita lewati bersama... " Sebuah senyuman pun terukir indah di bibirnya dan senyuman itulah yang mampu membuat Harun luluh lantak selama ini, dan akhirnya momen-momen indah pun mereka ciptakan di sana dan hanyalah cahaya lilin lah sebagai saksi bisu akan apa yang tejadi di malam itu, yang pasti sesuatu yang tidak akan dilewatkan oleh seorang suami pastinya......


Lain halnya Harun-Hanin lain halnya pula Tante Pratiwi dan shilla yang sedang menyiapkan rencana liciknya untuk membuat Hanin menghilang dari kehidupan Harun dan melancarkan semua keinginan dan harapan mereka, dan semoga saja kali ini mereka tidak benar-benar berhasil memisahkan sepasang suami-istri yang sedang hangat memadu kasih diantara keduanya.....

__ADS_1


Semoga dan semoga saja.....


__ADS_2