
Sudah seminggu lebih setelah Harun mengetahui kebenaran akan Syahira yang tidak lain adalah Hanin sang istri tercinta, yang ia ketahui telah meninggal 1 tahun yang lalu.
Kenapa... kenapa harus seperti ini, apa yang sudah aku lakukan? aku sudah membuat Hanin pergi dan memaksanya hingga ia tidak memiliki pilihan lagi selain, membuat identitas baru. Akulah yang sudah memaksanya untuk pergi dan.... dan...
" Ahhhhhg....!!!! " pikiran Harun benar kacau saat ini ia bahkan tidak konsen dalam bekerja
" Tuan...!!! " sergah Bayu
" Tuan apa anda baik-baik saja? " sambungnya lagi
" Nggak ada yang baik-baik lagi, aku.... akulah yang memaksanya menjadi orang lain dan aku juga yang memaksanya menjauhi ku... Bayu apa aku masih pantas untuknya ( Hanin )? " Harun mulai linglung
" Tuan....? "
" Sudahlah.... semua sudah terjadi dan Hanin pun sudah pergi..... tidak ada lagi cinta dan kasih sayang di hatinya untuk ku lagi, tidak akan ada lagi kelembutan dan kehangatan nya seperti dulu.... aku..... aku benar-benar gagal menjadi suami yang baik, yang menyayangi dan melindungi nya.... aku benar-benar gagal....!!! " Harun mengacak-acak rambutnya dengan kasar menunjukkan betapa frustasi nya ia akan permasalahan yang sedang dihadapinya
" Tuan maaf jika saya lancang.... tapi apakah anda benar-benar menyerah pada keadaan ini dan membiarkan nyonya Hanin pergi begitu saja....? apakah anda yakni demikian? " Bayu merasa simpati dengan kondisi Harun saat ini satu-satunya yang bisa ia lakukan hanyalah memberikan support padanya
" Aku....aku...apa aku masih bisa.... apakah kami masih bisa kembali seperti dulu...??!!! "
Ditengah kebimbangan Harun akan pilihan nya, disisi lainnya Syahira yang tengah sibuk dengan berbagai urusan pekerjaan dan juga beberapa hal lainnya yang tengah ia kerjakan sedang menunggu perintahnya....
" Mutia gimana...? apa berita tentang Zein sudah ada kemajuan? " Syahira bertanya pada sang sekretaris
" Saat ini popularitas Zein sedang kurang stabil bahkan kini jumlah hatersnya semakin meningkat tajam karena skandalnya dengan nona Ariana yang merupakan icon utama dari majalah Male "
" Oke, sementara minta Zein untuk stay di rumah dan juga suruh bagian humas untuk menekan berita negatif tentang Zein lalu posting berita gala amal yang Zein ikuti beberapa waktu yang lalu untuk mengurangi pikiran negatif masyarakat dan juga buat sampaikan ke media massa bahwa kita akan mengadakan konferensi pers besok untuk klarifikasi mengenai hubungan Zein dan nona Ariana ! "
" Laksana, saya akan segera menemui bagian humas.... kalau begitu saya permisi dulu "
~ Kringgg.... ~
Belum juga Mutia melangkah dari pintu ponsel Syahira sudah berdering....
" Halo.... " tanpa ragu Syahira menerima panggilan tersebut
" ........... "
" Baik, 30menit lagi saya menuju ke kantor anda.... "
" ........... "
__ADS_1
~ Tut...Tut...Tut... ~
Panggilan diakhiri, hingga waktu dan tempat yang sudah disepakati disitulah mereka bertemu
" Selamat siang nona Syahira... maaf saya mengganggu waktu anda... " sapa pak Alexander pengacara pribadi keluarga Mahendra
" Tidak perlu terlalu sungkan lagi pula seharusnya sayalah yang meminta maaf kare telah membuat anda bekerja 2 × lebih keras dari biasanya... jadi bagaimana pak Alex? "
" Berkas yang anda minta sudah saya buat anda hanya tinggal menandatangani nya lalu minta tuan Harun untuk menandatangani juga... " pak Alex menyerahkan formulir gugatan yang diminta Syahira
" Saya akan mengirimkan nya segera setelah Harun menandatangani nya "
" Dan juga.... saya rasa anda harus melihat ini!!! " pak Alex menyodorkan handphone nya dan memperlihatkan sebuah video lalu beliau juga memberikan rekaman recorder yang beliau peroleh pada Syahira
" ........... " Syahira masih terpaku hingga ia tak mampu berkata apapun lagi
" Bukan hanya itu..... saya juga mendapatkan bukti pembukuan rekening milik nyonya Pratiwi dan juga beberapa bukti kecurangan nya yang telah mencuci uang perusahaan yang tuan besar Wardhana kelola sejak awal hingga sampai pada tuan Harun... !!! " pak Alex juga menunjukkan beberapa dokumen terkait
" Luar biasa.... kali ini mereka akan mendapatkan balasan atas apa yang mereka perbuat selama ini... "
" Lalu apa tindakan anda selanjut....? " pak Alex menunggu perintah Syahira
" Saya mengerti... kalau begitu sekarang juga saya akan mengurus nya... "
" Terimakasih banyak atas kerja keras anda pak Alex, saya benar-benar takjub dengan cara kerja anda yang cepat ini namun masih sangat begitu teliti hingga pada bukti yang sangat akurat ini... terimakasih banyak pak Alex "
" Anda terlalu memuji saya nona Syahira... sebagai seorang pengacara sudah merupakan tugas dan kewajiban bagi saya untuk menyelidiki suatu perkara dengan tepat dan menekan terjadinya kesalahan sekecil apapun "
Singkat cerita pak Alex pun akhirnya membuat laporan ke kantor polisi mengenai tindakan yang dilakukan oleh Tante Pratiwi dan juga shilla dengan tuduhan percobaan pembunuhan pada shilla, sedangkan Tante Pratiwi dengan tuduhan penggelapan dana perusahaan dan pencucian uang.
Sedangkan Syahira pergi ke WRH Groups untuk menemui Harun
" Permisi apakah tuan Harun ada? saya ingin bertemu dengan nya " Syahira bertanya pada karyawan di bagian resepsionis
" Maaf apakah sudah membuat janji sebelumnya? "
" Saya belum membuat janji, tolong anda hubungi beliau dan katakan bahwa Syahira Mahendra ingin bertemu "
" Nona Mahendra.... mohon anda tunggu sebentar "
~ Tut..Tut..Tut..~
__ADS_1
" Maaf tuan... nona Mahendra ingin bertemu dengan anda, apakah........ " belum juga ia menyelesaikan perkataannya Harun sudah memotongnya terlebih dahulu
" Antarkan nona Mahendra ke ruangan saya segera " jawab Harun
Di ruangan Harun
" Bayu.... tolong tinggalkan kami berdua "
" Baik tuan... "
" Saya langsung saja tolong anda tandatangani dokumen ini " Syahira menyodorkan dokumen tersebut pada Harun
" Dokumen??? " Harun merasa bingung mengapa Syahira tiba-tiba meminta Harun untuk menandatangani sebuah dokumen, padahal seingatnya ia belum memiliki hubungan kerjasama baik dengan KL Group maupun dengan KL entertainment sebelumnya
~ Brak.... ~
Harun mengebrak meja kerjanya besar dokumentasi yang ia lihat
" Apa ini?! " Harun menahan emosi nya
" Seperti yang anda lihat, jadi tolong tandatangani dokumen tersebut secepatnya "
" Sebegitu ingin kah kamu berpisah dengan ku Hanin " Harun memelas
" Tidak usah bertele-tele lagi anda tau pasti apa yang harus anda lakukan " Syahira tidak goyah sedikit pun
" Apa... apa yang harus aku lakukan agar kita bisa kembali seperti dulu, Hanin aku rindu Hanin yang dulu... Hanin yang hangat penuh dengan cinta dan kasih sayang, Hanin yang dulu yang penuh dengan kelembutan dan kehangatan, Hanin yang dulu yang selalu bersikap lemah lembut dan berbelas kasih, Hani...... " Harun belum menyentuh perkataan karena Syahira Sud memotong perkataan nya terlebih dahulu
" Ya.... Hanin sudah lama ma** bukan, dia yang penuh cinta kasih yang bahkan tidak dapat melindungi calon anaknya sendiri , Hanin yang kelembutan dan kehangatan nya bahkan bisa membuatnya diasingkan oleh suaminya sendiri, Hanin yang penuh belas kasih dulu yang selalu dianggap lemah dan di sakit oleh orang lain!!!! dia....dia... sudah dipaksa seseorang untuk ma** 1 tahun yang lalu, bukankah Hanin yang demikian begitu lemah dan bo*** bukan " Syahira melupakan segala kekesalannya pada Harun hingga ia tak mampu menahan air matanya agar tidak mengalir
" Tidak....tidak..... akulah yang bersalah...aku akulah yang sudah berdosa dan aku juga yang telah gagal memenangkan tanggung jawab ku untuk melindungi,menjaga, dan mengayomi nya.... akulah akulah yang bersalah " Harun tak kalah emosional dari Syahira ia pun menangisi bahkan bersimpuh dihadapannya ( Syahira )
" Jadi? bukankan seharusnya kamu melepaskan nya dan biarkan dia bahagia.... "
" Apa kamu bahagia.... Hanin apa kamu bahagia bila kita berpisah apakah kamu akan benar-benar bahagia dan melupakan kenangan-kenangan kita bersama begitu saja... Hanin mungkin kamu bisa melupakannya, tapi aku nggak akan bisa dan nggak akan pernah bisa melakukannya "
" ........ "
" Apakah kita tidak bisa seperti dulu dan bahagia bersama-sama menghabiskan waktu bersama dan mengulang kenangan kita bersama, Hanin!!! tidak bisakah???! " Harun mulai putus asa
" Tidak..... "
__ADS_1