What A Wonderful Woman

What A Wonderful Woman
Gara-gara Asinan


__ADS_3

Harun menyusuri setiap jalan dimana biasanya terdapat beberapa penjual makan namun hanya tersisa penjual nasi goreng dan bakso saja


" Sayang penjual asinan nya udah nggak ada kita beli besok aja ya " Pinta Harun


" Tapi bie aku maunya sekarang bukan besok" Hanin ngotot


" Sayang tapi kita udah muter-muter dari tadi tapi nggak ketemu juga yang jual asinannya " Harun mulai lelah


" Lagi pula mana ada penjual asinan yang masih buka tengah malam gini sih " Harun yang melihat ekspresi kecewa istrinya tersebut semakin frustasi dibuatnya


" Lihat nih bahkan diaplikasi semua udah close, ganti yang lain aja ya " Harun memperlihatkan ponselnya yang terdapat sebuah aplikasi online food disana memang benar adanya bahwa semua penjual asinan sudah tutup sejak pukul delapan tadi


" Besok aja ya, aku udah ngantuk banget nih " Harun berkata jujur


" Ya udah bie " Meskipun Hanin merasa kecewa namun dia juga kasihan dengan kondisi Harun yang sudah sangat letih berkeliling hanya untuk memenuhi keinginannya saja


Sesampainya di rumah Harun langsung merebahkan tubuhnya di tempat tidur


" Bie kamu capek banget ya " Hanin merasa bersalah


" Iya sayang,aku tidur dulu ya besok aku ada meeting sama klien " Suara Harun terdengar semakin lemah karena kantuk yang dirasakan nya sudah tidak dapat lagi ditahan lebih lama hingga ia tertidur pulas


" Bie.... " Hanin masih tidak dapat menahan keinginannya untuk memakan asinan, entah mengapa tiba-tiba dia ingin memakannya padahal sebelumnya Hanin sama sekali tak tertarik akan makanan tersebut


Hampir dua jam Hanin mondar-mandir didepan pintu kamar mandi hingga waktu menunjukkan pukul dua dini hari Hanin masih belum bisa tidur dan melupakan hasratnya akan asinan yang terus terngiang-ngiang dipikirkannya bayangan akan perpaduan buah nanas, jambu air, mentimun, toge, dan kol tentunya hal yang paling ingin dinikmati nya adalah mangga muda yang dipadukan dengan bumbu ulek dengan rasa manis, asin, pedas dan asam dari cuka membuat Hanin tak mampu menahan nya


" Ahhh kenapa aku sangat ingin memakannya sih " Gerutu Hanin kesal hingga akhirnya dia keluar dari kamarnya dan menuju ke dapur


Di dapur Hanin tampak sedang membuka kulkas dia ingin mencari-cari bahan yang biasa digunakan untuk membuat asinan tersebut


" Apa ini hanya ada kol dan toge saja lalu buahnya hanya ada apel aghhhh gak enak dong " Hanin merasa kecewa


" Nona " Sapa bik Marni yang membuat Hanin terperanjat kaget


" Bibik? "


" Maaf nona apa saya membuat anda terkejut, tolong maafkan kelancangan saya nona " Bik Marni merasa khawatir kalau-kalau perbuatannya itu membuat nyonya rumah ini tersinggung bahkan akan marah dan tentunya berakibat pengakhiran hubungan kerja

__ADS_1


" Ahhh enggak kok bik aku cuma lagi ngecek bahan aja kok " Hanin merasa tidak enak


" Apa nona menginginkan sesuatu " Bik Marni bisa menangkap keindahan yang begitu besar dalam diri nyonya muda nya tersebut


" Emmmh sebenarnya aku lagi pengen asinan Bogor bik itu loh makan yang dibuat dari perpaduan buah nanas, jambu air, mentimun, toge, kol dan mangga muda yang dipadukan dengan bumbu ulekan dengan rasa manis, asin, pedas dan asam bik bibik taukan " Hanin jujur


" Tapi sayang nya penjual asinan nya udah tutup sejak kemarin malam dan dirumah nggak ada bahan-bahan yang bisa digunakan untuk membuat nya " Hanin merasa kecewa


" Emmmh kalau begitu nona nanti saya akan Carikan di pasar xxx biasanya ada beberapa penjual asinan yang buka disana " memang saat bik Marni sedang berbelanja di pasar tersebut dia biasanya melihat beberapa pedagang kaki lima yang mangkal di depan pasar tersebut


" Benarkah bik? " Hanin berbinar


" Tapi nanti sekitar pukul lima nona bagaimana " bik Marni menjelaskan


" Iya bik nggak apa yang penting ada oh ya nanti bilang sama penjualan nya untuk membuat nya jangan terlalu pedas ya bik " Hanin kembali antusias


" Baik nona " bik Marni mengangguk dan menatap kepergian Hanin dengan perasaan bingung kenapa tiba-tiba dia nona menginginkan nya ya dan rela menunggu berjam-jam apa mungkin....... ah sudahlah. Bik Marni menepikan pikiran yang terlintas begitu saja dalam benaknya


Hingga suara azan subuh berkumandang Hani tak kunjung menutup mata. Karena suasana kamar Harun yang begitu hening membuat nya mendengar suara kucuran air shower yang jatuh di kamar mandi aroma harum dari sabun dan shampo yang dikenakan Hanin membangkitkan gairahnya saat ini Sayang kenapa kau terlihat sedang menggodaku. Harun bertanya dalam hati ingin rasanya dia segera mendapatkan apa yang seharusnya dia dapatkan sejak mereka telah resmi menjadi pasangan suami-istri namun sayang diurungkannya karena Hanin yang belum bisa menerima Harun sepenuhnya


Kenapa dia lama sekali, apa yang sedang dilakukan nya. Harun sudah tak sabar lagi ingin rasanya dia segera memeluk tubuh istrinya itu dan menahannya untuk waktu yang cukup lama


Sepuluh menit kemudian Hanin tampak keluar dari ruang ganti dengan pakaian yang lengkap namun rambutnya masih sedikit basah dan belum disisir. Hanin hendak mengeringkan rambut dan menyisirnya namun sayangnya Harun lebih dulu membenamkan tubuh ramping Hanin ke dalam pelukannya Hanin berontak


" Sayang lima menit saja biarkan aku menikmati Harun tubuhmu ini " Pinta Harun yang hanya diangguki oleh Hanin


" Sayang apa pagi ini ada yang istimewa kenapa wangi tubuhmu begitu menggodaku " Harun jujur memang saat ini dia sudah pada ujung hasrat nya


" Mungkin " Entah mengapa hanya kalimat itu yang terlintas dipikirannya


" Benarkah sayang " Harun antusias mendengar nya dipikirkannya Harun beranggapan bahwa dia akan mendapatkan nya saat itu juga


Diraihnya dagu Hanin yang tadinya tertunduk kini tampak sedikit mendongak kearah Harun


Cup....


Satu kecupan lembut mendarat dibibir sang istri dan berubah menjadi ganas dilahap nya seluruh*****Hanin dalam sekejap saja Harun sudah menyentuh setiap inci dari tubuh sang istri tanpa perlawan, sedangkan Hanin yang mendapat perlakuan begitu lembut dari Harun hanya mampu diam dan merasakan setiap sentuhan dan kecupan sang suami bahkan ini lebih lembut dari pada saat kejadian yang pertama waktu itu

__ADS_1


Perlahan Harun menurunkan resleting baju Hanin dan membuat beberapa tanda di beberapa tempat Harun sudah tidak mampu menahannya lebih lama ditanggalkan nya semua pakaian yang dikenakan nya dan pakaian milik Hanin namun saat Harun hampir melakukan nya tiba-tiba pintu kamarnya diketuk


Tok


tok


" Nona asinan yang nona inginkan sudah saya siapkan " Bik Marni mengantarkan asinan yang tadi diinginkan Hanin ke kamar


" Iya bik sebentar " Hanin yang mendengar kalimat asinan itu tampak seperti orang yang mendapatkan lotre saja. didorongnya tubuh Harun seketika dan beranjak turun dari kasur merapikan kembali pakaiannya dan membuka pintu


" Iya bik " Hanin hanya membuka sedikit pintu tersebut karena Hanin tidak ingin bik Marni melihat kondisi Harun yang sedang bersembunyi dibalik selimut nya


" Ini nona asinan yang nona pesan " Bik Marni menyodorkan nampan yang berisi semangkuk asinan dan segelas air putih itu padanya


" Makasih ya bik " Hanin sangat bersemangat dia langsung menerimanya dan menutup pintunya kembali


" Sayang " Harun lesu


" Kamu mau bie.... " Hanin tampa merasa bersalah sedikitpun pada suaminya yang sedang hor** itu


" Kamu aja deh sayang aku mau mandi dulu " Harun menyambar piyama tidurnya dan dikenakannya kembali dan menuju ke kamar mandi Semua ini gara-gara asinan itu, sial. Gerutu Harun kesal dan hanya kucuran air shower lah yang menjadi saksi kekesalannya yang sudah membuncah karena gagal mendapatkan ******* saat itu


Saat Hanin sedang asyik menikmati asinannya tiba-tiba saja perutnya terasa tidak nyaman dan huuukk..... Hanin tampak menutup mulutnya dan berlari ke kamar mandi


" Bie..... " Hanin menggedor pintu kamar mandi dengan kasarnya hingga membuat Harun yang berada didalam terperanjat dan membuyarkan lamunan nya


Ceklek


Harun hanya membuka sedikit pintu tersebut, namun Hanin menyerobot masuk dengan paksa dan mengeluarkan semua isi perutnya.......


" Sayang kamu sakit " Harun meraih piyama mandinya


" Bie aku........."


Makasih buat like dan komen nya, aku tunggu komentar dari kalian yang mungkin bisa mengapresiasi karya ku, 🤗🤗🤗


Thank you buat para reader jangan lupa vote ya

__ADS_1


__ADS_2