
Waktu sudah menunjukan pukul sembilan malam namun Harun tak kunjung pulang, Hanin tampak gelisah mungkin hampir seperti setrikaan yang hanya mondar-mandir tiada henti dia merasa gelisah karena sampai detik ini Harun tak kunjung tiba meskipun tadi Hanin baru mendapatkan telpon bahwa Harun masih ada meeting dan akan pulang sekitar satu jam lagi namun tetap saja Hanin merasa begitu gelisah entah karena menghawatirkan Harun atau hanya sekedar ingin menyampaikan maksud nya.......
Tak terasa sudah hampir satu jam Hanin jam Hanin menunggu nya meskipun rasa kantuknya mulai terasa namun dia berusaha agar tetap terjaga
Tap....
Tap.... ( terdengar suara langkah kaki sedang menuju ke kamarnya )
Ceklek....
Akhirnya sosok yang paling dinanti-nantikan akhirnya datang juga, Hanin tiba-tiba langsung berhambur memeluk Harun yang membuat Harun terkejut akan sikap sang istri yang bisa dibilang aneh baginya karena sejak mereka menikah Hanin belum pernah berinisiatif memeluk duluan
" Sepertinya ada yang lagi kangen nih " Harun menggoda
" Apa....aku tidak " Hanin cemberut dan melepaskan pelukannya namun sebelum itu terjadi Harun sudah lebih dulu menariknya kembali ke dalam pelukannya
" Kenapa buru-buru sayang " Harun meraih tengkuk sang istri dan membimbingnya agar mengikuti apa yang dia inginkan perlahan Harun mengangkat dagu sang istri dengan tangan kanannya desakan yang kiri meraih pinggang Hanin
" Bie..... " Hanin mengelak
" Kenapa sayang apa begitu sulit bagimu untuk bersikap manis dan manja dihadapan suamimu ini " Harun kesal
Deg
Entah mengapa kata-kata Harun begitu terdengar menyakitkan ditelinga dan perasaannya, Apakah aku sudah keterlaluan. Batin Hanin berkecamuk mendengar perkataan Harun barusan
" Bie aku...... " Hanin merasa bersalah
" Sudahlah aku tidak akan memaksamu, aku capek aku mau mandi dulu " Harun melepas dasinya dengan kasar
" Bie.... biar aku siapin airnya ya " Hanin menawarkan
" Tidak perlu aku bisa melakukan nya sendiri " Harun acuh, mungkin dia begitu kecewa pada Hanin walau bagaimanapun juga mereka telah menikah dan sudah seharusnya Hanin melaksanakan tanggung jawab nya dan Harun mendapatkan apa yang dia harapkan namun sayangnya nihil
Hanin kembali duduk di sofa panjangnya yang terletak di bagian sudut kamarnya menunggu Harun selesai mandi
" Bie.... " Hanin menghampiri Harun yang sudah memakai pakaian lengkap ala rumahan
__ADS_1
" Bie.... " Karena merasa diacuhkan akhirnya Hanin kembali memanggil nya
" Aku capek " Harun masih kecewa
" Apa perlu aku pijitin bie... " Hanin berusaha membujuknya
" Jika kamu memiliki tenaga yang cukup kenapa tidak menyenangkan suami mu ini, dan bukannya malah menolak terus-terusan " Harun merebahkan tubuhnya di atas kasur
" Tapi aku nggak tau yang membuat mu senang bie... " Hanin dengan polosnya malah membuat Harun semakin kesal
" Kau..... " Harun benar-benar tak habis pikir dengan istri nya itu para wanita lain akan sangat menginginkan hal ini terjadi tapi justru istrinya sendiri membuatnya menjadi pusing dan naik darah
Cup
( Sebuah kecupan singkat mendarat di bibir suaminya yang sedang merajuk )
" Apa ini cukup " Hanin menatap penuh harap
" Tidak " Harun menggelengkan kepalanya
( Dan lagi di posisi yang masih sama namun durasi yang berbeda kali ini lebih lama bahkan lebih bermakna seiring berjalannya waktu )
" Sayang aku menginginkannya " Harun menyudahi nya sementara untuk mendapatkan persetujuan sang istri
" Bie.... i'm your's " Tak dapat dipungkiri bahwa Hanin sudah mulai bergejolak seluruh tubuhnya meradang seakan-akan dia sedang berada di tempat sauna saja
Peluhnya bercucuran perlahan Harun menanggalkan seluruh pakaiannya begitu pula dengan Hanin yang kini tampak polos namun begitu menggoda membuat jiwa sejati Harun meronta-ronta tak terkendali Harun bergerilya di setiap inci tubuh sang istri tanpa terlewatkan satupun
Malam yang panjang dan begitu bergelora baru saja dimulai dan babak baru hubungan keduanya pun baru saja dibuka tak ada lagi yang mampu menghentikan sepasang suami-istri yang sedang bergelora dimalam pertama untuk kedua kalinya bagi mereka
Hingga akhirnya keduanya pun terkulai lemas disaat yang hampir bersamaan
" Makasih sayang " Harun membelai wajah sang istri penuh kelembutan
" Bie.... bukankah ini sudah seharusnya " Hanin mengalungkan tangannya di tengkuk leher Harun lalu tersenyum manis padanya
" Kalau kamu masih belum puas aku masih siap kok buat buka ronde lagi sayang " Harun kembali menggoda
__ADS_1
" Bie.... " Hanin tersipu malu dibuatnya hingga berlanjut beberapa ronde lagi sampai akhirnya mereka sama-sama kelelahan dan tertidur pulas
Di pagi hari yang cerah secerah perasaan sepasang suami-istri yang masih bergeliat dibalik selimut
Perlahan Hanin membuka matanya sungguh pemandangan yang amat indah. Batin Hanin senang saat menatap wajah tampan suaminya yang masih tertidur pulas sambil memeluk tubuhnya
" Apakah kamu sekarang menyadari betapa tampannya suamimu ini sayang " Harun ternyata sudah bangun dari tadi
" Bie.... kamu udah bangun terus kenapa pura-pura tidur sih " Hanin kesal namun juga merasa amat malu dihadapan suaminya itu
" Astaga..... kenapa aku bisa bangun telat sih " Gerutu Hanin kesal Pascal ini adalah kali pertamanya bangun se-siang ini hingga dia bahkan tidak terbangun saat azan subuh
" Itu karena kamu baru saja menyalurkan energi positif sayang " Harun kembali menggodanya
Hanin bergegas turun agar segera mandi namun tidak semudah itu Harun kembali menindih Hanin dan melahapnya sepert singa yang kelaparan
Satu jam berlalu Hanin tiba-tiba teringat bahwa hari ini dia menyuruh Mario dan Marsha untuk menemuinya di rumah ini pukul 7
" Bie cukup kak Rio dan Marsha mau kesini " ha in panik namun Harun justru tampak menyerngitkan keningnya
" Mario " Ternyata hanya sosok nama laki-laki itu yang menarik perhatiannya
" Iya bie.... kalau jangan lupa lih aku minta buat izinin aku punya asisten yang aku pilih sendiri, oke " Hanin mengingatkan kembali
" Auwhhh " Hanin meringis kesakitan saat ia hendak melangkahkan kakinya menuju kamar mandi
" Bie.... " Hanin terkejut saat Harun yang tiba-tiba saja langsung beringsut dan menggendong sang istri ke kamar mandi
" Maaf sayang mungkin semalam aku terlalu bersemangat " Harun merasa sedikit bersalah karena dirinya telah membuat sang istri sulit berjalan bahkan hanya sekedar untuk bergerak saja namun apa daya jiwa sejati nya begitu bersemangat saat itu
" Bie i'm your's " Hanin merebahkan kepalanya pada dada bidang milik Harun dan benar saja pagi ini telah terjadi dua ronde lanjutan lagi
Malam yang panjang pun tidak akan pernah cukup bagi mereka yang sedang dilanda hasrat bagi sepasang suami-istri dimana pun juga bukan......
Buat para readers aku tunggu ya masukan dari kalian mungkin bisa buat menginspirasi karya ku 🤗
Jangan lupa like dan vote ya...😁😁😁
__ADS_1