
Tepat 1 tahun semenjak hilangnya Hanin di pesisir pantai waktu itu, dan sesuai rencana shilla dan Tante Pratiwi kini Hanin benar-benar menghilang bahkan tanpa jejak sedikit pun hanya menyisakan serpihan kenangan yang terus berputar-putar dalam benak Harun.
" Gimana...? apa sudah ada perkembangan? " Harun bertanya dengan penuh harap pada salah satu Intel miliknya
" Maaf tuan saya masih belum menemukan jejak keberadaan nyonya.... " Dengan ragu-ragu Intel tersebut menyampaikan pada sang bos
" Gak guna.... apa saja kerja kalian bahkan sampai detik ini pun kalian sama sekali belum mendapatkan kabar mengenai Hanin, haa...!!!! " Bentak Harun
" Maaf tuan tolong beri kami sedikit waktu lagi.... "
" Waktu...!!! kamu masih butuh berapa lama lagi ha! ini sudah 1 tahun dan kamu masih belum mendapatkan apapun.... " Harun mulai menurunkan nada bicaranya, seolah semua rasa bersalah dan kehilangan akan sosok Hanin yang senantiasa mengisi kekosongan hidupnya itupun benar-benar sirna
" 1 bulan lagi.... saya kasih kalian waktu satu bulan lagi saya mau kamu mengerahkan semua orang-orang mu untuk menemukan Hanin "
" Baik tuan saya akan melakukan yang terbaik..."
Sementara itu hari demi hari yang dilalui Harun tanpa kehadiran sosok Hanin benar-benar memberikan efek yang cukup besar pada dirinya, Harun kini sering begadang guna memantau setiap perkembangan dari orang-orang suruhannya dan jujur saja setiap kali Harun masuk ke dalam kamarnya bayang-bayang Hanin pun tiba-tiba muncul di berbagai sudut dengan senyum manis nya yang selalu ia tunjukkan manakala Harun pulang kerja maka dari itu Harun lebih memilih menyibukkan dirinya dengan berbagai aktivitas lainnya....
Tak hanya itu sejujurnya Harun juga sedang berusaha menghindari shilla yang kini lebih sering berkunjung ke rumahnya Bahakan tak tanggung-tanggung terkadang shilla juga memutuskan secara sepihak untuk bermalam di kediaman Harun, apalagi coba tujuannya selain menggoda sosok Harun yang sedang kehilangan. Memang hal ini menjadi celah cukup besar bagi shilla untuk menerobos masuk ke dalam kehidupan Harun....
Lalu bagaimanakah kabar Hanin sekarang..... yup Hanin kini yang sedang berada di salah satu rumah sakit di Singapura itu pun masih tak sadarkan diri, menurut hasil pemeriksaan medis secara keseluruhan tidak ada luka yang serius pada diri Hanin namun Hanin hingga detik ini masih tak sadarkan diri dikarenakan adanya masalah dengan spikologis Hanin yang mana masih berkaitan erat dengan syndrom PTSD ( Post Traumatik Stres Disorder ) yang Hanin derita di masa lalu dan kini diperparah dengan percobaan pembunuhan yang dialaminya beberapa waktu lalu hingga membuat Hanin enggan untuk sadarkan diri, dan Rio pun semakin menyalahkan dirinya sendiri mengetahui bahwasanya Hanin pernah menderita syndrom tersebut dimasa lalu dan kini ia pun masih gagal untuk melindungi Hanin yang sebenarnya mampu ia lakukan....
__ADS_1
1 bulan yang lalu......
" Nin.... maafin aku nin aku tau kamu pasti benci banget sekarang sama aku.... tapi please dong kamu bangun oke... aku janji kedepannya aku nggak akan biarin hal buruk apapun terjadi ke kamu.... " Rio yang merasa sangat bersalah pada Hanin pun tak mampu menahan lagi genangan air mata yang sudah menumpuk di pelupuk matanya hingga akhirnya pertahanannya untuk tetap kuat di hadapan Hanin pun gugur, Rio menangis dan mencurahkan segala isi hatinya sambil menggenggam tangan Hanin
Rio pun mengingatkan Hanin akan masa lalu dimana itu merupakan dunia Hanin dan Rio sewaktu kuliah dulu dan mengingatkan Hanin akan sosok yang kuat dan tegar yang selalu Hanin tunjukkan, sikap pantang menyerah akan keadaan
" Nin kamu ingat kan dulu kamu pernah bilang ke aku kalau buat kamu hidup ini kayak rollercoaster yang naik-turun dengan tiba-tiba maka kamu kamu terus berusaha untuk tenang dan mengimbangi setiap perubahan yang ada di masa mendatang bukan? " Rio masih menitikkan air matanya
" Nin kamu harus bangun dan buat semua orang yang nyakitin kamu berada di rollercoaster yang sama agar mereka tau bagaimana rasanya, setiap ketakutan dan kesedihan yang kamu alami mereka harus merasakannya.... " Rio menatap Hanin dengan penuh keyakinan dan perlahan Rio merasakan ada sesuatu yang menyentuh tangannya, ya sungguh sebuah keajaiban ternyata kata-kata Rio ternyata mampu membangkitkan Hanin dari keterpurukannya dan akhirnya membuka matanya setelah satu bulan lamanya
" Hanin.... dok.... dokter...! " teriak Rio dan setelah dokter selesai memeriksa Hanin Rio pun masuk dan menemui Hanin
" Apa yang terjadi? " tanya Hanin
Singkat cerita Rio pun akhirnya menceritakan semua yang ia ketahui bahkan ia juga menceritakan bahwa shilla dan Tante Pratiwi lah dalang dari hilangnya Hanin saat itu
" Hanin.... apa rencana kamu sekarang? " tanya Rio meminta kepastian
" Aku mau hubungi Marsha terlebih dulu? " pinta Hanin
" Oke aku hubungi dia buat kamu.... "
__ADS_1
" Halo...! " jawab Marsha
" Halo ini aku, gimana keadaan disana? " tanya Hanin
" Ya Allah.... Hanin ini beneran kamu? " Marsha tampak sangat terkejut mengetahui Hanin lah yang menghubungi nya
" Katakan!!! " Hanin yang merasa ada yang tidak beres pun meminta Marsha untuk menjelaskan duduk perkaranya
" Jadi gini..... BLA BLA BLA, jadi gitu aku beneran nggak tau kenapa cincin nikah kamu ada di jari mayat yang ditemukan di pantai yang aku tau kalau semua orang ngira kalau kamu udah..... " Marsha tidak melanjutkan kalimatnya
" Lalu Harun? "
" Hmmmm..... awalnya dia juga nggak percaya tapi karena cincin itu ada di korban tersebut jadi..... "
" Aku ngerti.... kamu harus merahasiakan tentang aku dari semua orang dan terus awasi pergerakan mereka " Hanin memotong perkataan Marsha lalu memutuskan panggilan nya.
" Gimana? " tanya Rio
" Heihhh.... karena semua orang udah anggap aku udah ma** jadi biarkan saja Hanin ma** " Hanin menyeringai
" Hanin kamu? " Rio masih bertanya-tanya akan keputusan Hanin dan apa langkah selanjutnya yang ia ambil.....
__ADS_1