
Setelah kondisi Hanin benar-benar pulih dokter mengijinkannya untuk pulang namun harus melakukan cek upi minimal sebulan sekali
Setelah kejadian beberapa waktu yang lalu sikap Hanin mulai berubah meskipun Hanin masih bersikap tenang seperti biasanya namun siapa sangka bahwa itu hanyalah kedok belaka
Yah setelah beberapa kali mengalami kejadian naas Hanin memutuskan menjadi pribadi yang dingin dia akan tuli dan bisu akan rumor-rumor yang beredar atau hanya sekedar ejekan dari orang-orang yang tidak suka dengan kehidupan Hanin saat
Seminggu berlalu di kediaman Harun masih sama seperti biasanya setiap pelayan dan bodyguard akan bekerja seperti biasanya dan untuk Harun dan Hanin mereka masih diam menutupi kegelisahan mereka masing-masing. Harun masih belum mampu mengatakan perihal kejadian beberapa waktu yang lalu sedangkan Hanin dia mulai bersikap entahlah bagaimana menggambarkan nya kadang dia akan bersikap dingin dan acuh terhadap Harun dan orang-orang disekitarnya namun terkadang dia juga akan bersikap hangat
" Sayang hari ini aku ada meeting sama klien di luar kota kamu nggak papakan aku tinggal sendiri? " Ditengah-tengah aktivitas nya memasang dasi
" Bie aku punya satu permintaan " Hanin mendekati Harun dan mengambil alih aktivitas suaminya kini haninlah yang memakaikan dasi
" Apa sayang " Selidik Harun
" Aku butuh seorang asisten pribadi cewek dan seorang supir bie "Hanin jujur
" Aku pikir apa, tentu saja aku akan memberikannya bahkan kalau kamu mau semua pengawal di rumah ini akan aku perintahkan untuk menjagamu sayang " Canda Harun, sepertinya Harun hanya berpikir bahwa Hanin melakukan ini hanya sekedar untuk melindungi dirinya dan mencari seorang teman untuk menemaninya
" Aku sendiri yang akan mencari nya bie dan kamu nggak akan aku izinkan buat menyabotase nya " Canda Hanin
" Iya iya sayang, ya udah kita turun sarapan yuk " Ajak Harun sembari menggandeng tangan sang istri
Setelah sarapan Hanin mengantar Harun sampai halaman rumah dimana mobil Harun terparkir cantik disana, Hanin mengecup punggung tangan Harun dan sebuah kecupan manja mendarat di pipi Harun
" Hati-hati ya " Malu-malu Hanin mengatakan nya
" Kamu juga " Harun meraih pinggang Hanin dan memeluknya
" Bie kamu lupa ya kita lagi diluar " Hanin mengingatkan bahwa masih ada Bayu yang berdiri disamping mobilnya
" Kalau ada apa-apa kamu telepon aku, oke " Harun melepas pelukannya
Hanin menatap kepergian nya, setelah mobil Harun sudah tak terlihat lagi Hanin menghubungi seseorang
" Halo ini aku, kita ketemu satu jam lagi di tempat biasa " Hanin tampak menghubungi seseorang entah siapakah orang tersebut
Satu jam berlalu Hanin tampak celingukan mencari-cari keberadaan seseorang diantara puluhan pengunjung cafe yang terletak di samping kampus nya dulu
Tampak seseorang sedang melambaikan tangannya kearah Hanin
Yah itu adalah laki-laki misterius yang tadi ditelpon Hanin
" Udah lama? " Hanin membuka percakapan saat mereka sudah duduk dalam satu meja
" Baru nyampe juga kok, ada apa? " Jawab laki-laki yang kini duduk berhadapan dengannya
" Aku butuh tenaga mu " Hanin to the point
" Ayolah apa kalau itu yang kamu butuhkan kenapa kita tidak pesan kamar saja " Candanya
" Sepertinya seseorang sudah lupa dengan janjinya 4 tahun lalu " Hanin mengingatkan
__ADS_1
" Katakan " laki-laki tesebut tampak serius
" Bekerjalah denganku dan kamu akan mendapatkan gaji yang cukup lumayan untukmu " Pinta Hanin
" Apa pekerjaan ku? " Selidiknya
" Cukup mudah kamu hanya perlu mengikuti perintah ku dan menjalankan sesuai keinginan ku, tidak ada syarat lain tapi apapun yang kamu lakukan dan yang aku perintahkan hanya akan menjadi rahasia kita berdua saja " Hanin tampak semakin serius membuat sosok laki-laki yang ada di hadapannya itu terheran-heran kiranya siapakah yang sudah membangunkan singa betina yang sedang tertidur itu
" Oke aku setuju, tapi aku butuh tempat tinggal "
" Tenang saja aku akan membawamu masuk dengan ku jadi akan semakin mudah bagimu untuk mengakses tugasmu "
" Oke " Balas laki-laki tersebut
" Besok temui aku di alamat ini pukul 7 pagi dan ingat jangan pernah coba-coba untuk berpaling dari ku karena itu akan buruk bagi kalian " Hanin menunjukkan taringnya padanya
Flashback on:
Saat itu Hanin baru saja pulang kuliah karena Hanin mengambil kuliah sore jadinya saat Hanin selesai hari sudah berubah menjadi gelap
" Kok nggak ada tukang ojek yang lewat sih " Gerutu Hanin kesal
Bruakkkkk
Terdengar seseorang baru saja mengalami kecelakaan ya sebuah mobil merk xxxx itu baru saja menabrak pohon karena mencoba untuk menghindari sebuah mobil yang melaju berlawanan arah dengan kecepatan tinggi
" Ya Allah " Hanin terkejut menyaksikan kejadian tersebut tampak kumpulan asap mulai keluar dari kap mobil
" Mas ... mas bangun mas " Pinta Hanin sembari mencipratkan air ke wajahnya
" Mas.... " Hanin berusaha untuk menyadarkan nya
" Ahhhh kepalaku " Laki-laki yang sadar langsung memegang kepalanya yang terasa sakit mungkin itu karena kepalanya membentur stir
" Mas nggak papa kan, nih mas nya minum aja dulu " Hanin menyodorkan sebotol air mineral yang dibawanya kepada laki-laki tersebut
" Mas mending ke rumah sakit aja ya biar saya anterin " Hanin tampak khawatir dengan keadaan nya
" Nggak usah aku baik-baik aja kok " Jawabnya
" Kalau gitu gimana kalau mas hubungin keluarga mas biar dijemput " Hanin peduli
Laki-laki tersebut menatap Hanin dengan seksama mencoba menerka-nerka sosok penolongnya
" Nggak perlu aku bisa pulang sendiri " Jawabnya
" Aku Mario kamu bisa panggil aku Rio " Sambungnya lagi sambil mengulurkan tangan kearah Hanin
" Hanin " Hanin menyambut uluran tangannya
Singkat cerita Hanin mengantarkan nya sampai ke rumah Rio lalu Hanin pulang dan menolak menerima uang tanda terima kasih darinya
__ADS_1
Lalu tanpa sengaja Hanin menyadari bahwa Mario merupakan pelatih taekwondo di kampus Hanin dan mereka jadi lebih sering bertemu baik tanpa sengaja atau memang disengaja
Suatu hari Mario mengajak Hanin untuk bertemu di cafe tempat mereka bisa bertemu
" Hai.... udah lama " Sapa Hanin lembut
" Hai, baru aja kok " Balasnya
" Mau pesen apa? " Tanya Rio
" Yang biasa aja deh " Hanin selalu bersikap terbuka padanya
" Mbak tolong satu americano dan satu cuppucino oh yah sama satu kue strawberry nya yang nggak terlalu manis ya ditambah potongan strawbery segar diatasnya " Rio selalu ingat bahwa setiap kali mereka bertemu Hanin selalu memesannya
" Kenapa? apa kamu mau pesen lainnya " Rio merasa heran dengan tatapan Hanin saat itu
" Udah mbak itu aja " Sergah Hanin
" Sebenarnya ada yang pengen aku bilang sama kamu " Rio to the point
" Apa? "
" Besok aku harus pergi ke xxxxx buat ngajar disana selama 3 tahunan " Rio tampak lesu mengutarakan maksudnya mengajak Hanin tiba-tiba bertemu
" Aku tau kok " Diluar dugaan ternyata Hanin sudah mengetahui nya
" Kapan? " Rio tampak terkejut mendengar pernyataan Hanin saat itu
" Dua hari yang lalu waktu aku latihan sama Marsha " sejak bertemu dengan Rio Hanin memang lebih sering mengikuti kelas taekwondo yang dibimbing oleh Rio dan pak Bagus
Tak jarang mereka menghabiskan waktu berdua hanya untuk melatih gerakan baru hingga membuat Hanin sudah mulai mahir dalam bela diri namun meski begitu Hanin tidak ingin memamerkan nya pada orang lain baginya itu adalah ilmu bela diri bukan ajang untuk pamer kekuatan dia hanya akan menggunakan nya saat benar-benar perlu
" Kenapa kamu nggak tanya ke aku sebelumnya "
" Karena aku yakin cepat atau lambat kamu bakal bilang, dan mungkin kamu punya alasan sendiri sampai kamu harus nunggu sampai hari ini " Tutur Hanin penuh dengan kelembutan membuat Rio merasa bersalah padanya
" Hanin apapun yang terjadi kamu harus inget kalau kamu punya aku dan aku janji aku bakal ngelakuin apapun buat kamu janji " Rio meraih tangan Hanin yang tergeletak di atas meja dan menggenggamnya lembut
" Aku harap kamu akan selalu mengingatnya "
Flashback off:
Setelah bertemu dengan Rio Hanin mengunjungi sahabatnya Marsha dan memintanya melakukan pekerjaan seperti yang dia jelaskan pada Rio dan Hanin juga memintanya untuk tinggal bersama dengan Hanin di kediaman Harun dan Marsha pun dengan senang hati menyetujui nya bagaimana tidak Hanin dan Marsha adalah sahabat sejak masa SMA dan hubungan mereka sudah seperti hubungan saudara
Tidak ada lagi Hanin yang dulu Hanin yang lemah yang selalu mengalah akan keadaan kini aku bukan lagi aku yang dulu. Batin Hanin
Hanin yang lemah itu sudah m*** bersama dengan *****ku yang ikut ***** Bersamanya.............
See you in next capture.......❤️❤️❤️❤️
Jangan lupa dukung author dengan like nya ya....
__ADS_1