When Bad Boy Meet Sholehah

When Bad Boy Meet Sholehah
Bab 15. Menyelamatkan Aisha


__ADS_3

Sadam awalnya heran, kenapa pak Asep menelponnya. Apa terjadi sesuatu pada pak Asep atau keluarganya? Tanpa berlama-lama, Sadam langsung mengangkat sambungan telepon dari Pak Asep kala ia telah sampai di ruang tengah rumah Miranda.


"Assalamualaikum pak Asep,"


"Waalaikumsalam nak Sadam, ini benar nak Sadam kan?" tanya Pak Asep dari sebrang sana, suaranya terdengar cemas dan membuat Sadam khawatir.


"Ada apa pak? Kenapa suara bapak--"


"Kang Sadam, beberapa orang bermotor datang ke rumah saya dan menghancurkan rumah. Mereka juga membawa Aisha pergi, katanya kalau kamu tidak datang menemui mereka. Mereka akan mencelakai anak saya," jelas Pak Asep panjang lebar yang terang saja membuat Sadam tercengang.


Sadam bergeming cukup lama, ia meremass tangannya dengan emosi. Dipikirkannya sudah ada satu nama, yaitu Tristan. Pastilah orang itu yang datang ke rumah pak Asep untuk mencarinya dan mengancamnya lewat Aisha.


"Kang Sadam, apa kamu dengar saya? Kalau sampai terjadi sesuatu pada putri saya, saya tidak akan memaafkan kamu!" seru pak Asep yang berubah jadi marah pada Sadam. Itu karena dia sangat mencemaskan Aisha.


"Maafkan saya pak, tapi saya berjanji pada bapak. Saya akan menemukan Aisha dan membawanya pulang sebelum besok pagi, dan Aisha akan dalam keadaan baik-baik saja! Saya janji pak!" tegas Sadam penuh kesungguhan.


"Katakan saja dimana putri saya berada saat ini. Kamu tau kan?" todong pak Asep dengan pertanyaan itu.


Sadam kembali bergeming, pikirnya akan sangat berbahaya bila dia melibatkan pak Asep atau Riki dalam semua ini. "Saya akan membawa Aisha kembali, saya janji. Bapak dan Riki nggak usah khawatir," ucap Sadam yang lalu menutup telponnya begitu saja sebelum Pak Asep bertanya lebih banyak lagi.


Wajah Sadam merah padam karena emosi yang bercampur dengan rasa cemas. Bagaimana kalau terjadi sesuatu pada Aisha? Beraninya mereka membawa Aisha?


Pria itu pun kembali ke kamar neneknya, ia akan berpamitan lebih dulu pada neneknya sebelum pergi mencari Aisha.


"Nek,"


"Sadam minta izin, Sadam mau pergi dulu nek!" Sadam memegang tangan neneknya. Disisi lain ada Arina sang ibu dan Sadam melihatnya. Ia ingin sekali memeluk Sadam, tapi putranya itu menolaknya.


"Kamu mau kemana nak? Kamu baru aja pulang. Kenapa mau pergi lagi?" cecar Bu Rianti cemas mendengar Sadam yang pamit pergi lagi.

__ADS_1


"Maafin Sadam, nek. Sadam harus pergi sekarang, Sadam harus nyari Sholehah! Sadam takut terjadi sesuatu sama Sholehah," ucap Sadam dengan mata yang menyiratkan rasa khawatir.


"Sholehah? Siapa itu Sadam?"


"Dia cewek yang udah nolong Sadam, dia dalam bahaya nek. Jadi Sadam nggak akan biarin Sholehah kenapa-napa!" jelas Sadam pada neneknya.


Bu Rianti tidak mengerti bahaya apa yang dimaksud oleh Sadam. Tapi Bu Rianti mengizinkan Sadam untuk pergi, asalkan Sadam berjanji bahwa dia harus baik-baik saja.


"Sadam pergi dulu nek," ucap Sadam yang lalu mengecup tangan neneknya. Hal ini langka terjadi sebab Sadam sebelumnya tidak pernah seperti ini.


"Sadam, kamu mau pergi nak?" tanya Arina pada putranya yang sudah berjalan keluar dari ambang pintu. Sadam melirik sinis pada Arina, tanpa menjawab sepatah katapun. Entahlah, dia berat sekali untuk bicara dengan ibunya. Padahal ia merindukan ibunya.


"Sadam! Hati-hati nak, kamu harus pulang! Banyak yang mau mama bicarakan sama kamu!" teriak Arina pada putranya yang saat ini sudah pergi mengendarai motor sportnya.


Dia menghubungi Arga dan Genan didalam perjalanan, menggunakan ponsel cadangannya yang ada di kamar. Karena ponselnya hilang saat dia di buang ke sungai 1 bulan yang lalu.


"Dam, ini benaran Lo?" suara Genan terdengar di sebrang sana.


"Iya Dam, ini gue Arga. Dam, Lo baik-baik aja kan? Lo dimana sekarang Dam? Gue lagi dalam perjalanan ke desa tempat Lo ditemukan," ucap Arga.


"Gue udah di kota, cepet kalian putar balik. Gue butuh bantuan kalian," ujar Sadam pada Arga dengan panik.


"Lo dimana sekarang?" tanya Genan.


"Gue mau ke markas geng Thanos," jawab Sadam.


Arga dan Genan tidak banyak bertanya karena mereka merasa Sadam sedang dalam keadaan darurat. Mereka pun putar balik ke markas geng Thanos untuk menyusul Sadam.


Mereka bertanya-tanya ada apa dengan Sadam, tapi daripada bertanya lebih baik untuk membantu lebih dulu. Dan mereka lega karena Sadam baik-baik saja.

__ADS_1


****


Markas geng Thanos, terlihat beberapa anak buah Tristan yang sedang mabuk-mabukan dan bermain juga disana. Sadam yang ternyata datang bersama dengan anggota gengnya, black Phantom. Langsung menghampiri mereka. Tak lama kemudian, Arga dan Genan juga berada disana.


Alasan Sadam membawa anggota gengnya, karena dia membutuhkan pengalihan. Sadam tau Aisha tidak disana, tapi ditempat lain.


"Woy! Ngapain kalian kemari?" tanya seorang anggota geng Thanos pada Sadam yang berdiri di barisan paling depan.


"Dimana si Tristan? Beraninya dia ngelibatin cewek dalam masalah ini!" sentak Sadam emosi. Pria itu tak segan-segan menunjukkan aura iblisnya.


"Meneketehe, haha."


Bukannya menjawab, anak buah Tristan malah menertawakan Sadam. Kemudian Sadam mencekik salah seorang anak buah Tristan dan melemparkannya ke tembok. Anak buah Tristan menatap ke arah Sadam dengan sinis dan marah.


"Beraninya lo-"


"Dimana dia, atau gue gak segan-segan buat nyakitin kalian!" teriak Sadam emosi. Teman-teman Sadam di geng Black Phantom juga turut membantu Sadam mengancam anak buah Tristan, mengatakan di mana Tristan berada saat ini.


Anak buah Tristan, seakan menciut saat


****


Di gudang tengah hutan, Aisha mulai membuka matanya. Gadis itu meringis merasakan sakit di belaka kepalanya. Saat dia akan bicara, mulutnya sudah ditutup oleh selotip hitam. Dan tubuhnya diikat erat oleh tali di tiang kayu.


Aku dimana? Apa orang-orang yang tadi ke rumah, bawa aku kesini?


Aisha melihat ke sekelilingnya, dia yakin berada di rumah terbengkalai. Melihat ada banyak sarang laba-laba disana, kotor, banyak debu dan tidak terurus.


"Lo udah bangun manis?"

__ADS_1


Suara bariton rendah seorang pria membuat Aisha tercekat dan langsung menoleh ke arahnya.


...***...


__ADS_2