
...πππ...
Sadam and the geng mulai melantunkan musik, tidak hanya untuk menghibur Aisha saja. Melainkan untuk menghibur pada tamu yang hadir dalam acara tersebut. Sebelumnya Sadam sudah mendapatkan persetujuan dari pihak sekolah untuk menjadi bintang tamu di acara kelulusan. Pihak sekolah, mengizinkan Sadam untuk tampil. Bahkan bu Rianti, nenek Sadam juga turut andil dalam menyumbangkan uangnya untuk acara kelulusan tersebut. Semua ia lakukan, demi kebahagiaan cucu laki-lakinya.
Aisha masih berdiri di sana, ia melihat Sadam yang terlihat tampan disisi manapun ia melihat pria itu. Ya Allah, apa ini yang namanya terpesona? Apa ini yang namanya cinta? Aisha, pertama kali merasakan berdebar seperti ini saat melihat Sadam. Bukan hanya karena fisik Sadam yang tampan, tapi akan kebaikan hatinya dan kelembutan pria itu, mampu membuat dirinya terlena.
Sadam menyanyikan lagu Virgoun-bukti...
Memenangkan hatiku
Bukanlah satu hal yang mudah
Kau berhasil membuat
Ku tak bisa hidup tanpamu..
Pria itu menyanyikan lagu dengan penuh penghayatan, sambil curi-curi pandang pada gadis pujaan hatinya yang masih berdiri tak jauh dari panggung.
Deg! Deg!
Jantung Aisha berdebar kencang merasakan tatapan mata Sadam yang hangat, ia balas tatapan itu dengan senyuman indah yang menampakkan satu lesung di pipinya. Cantik, itulah Aisha bagi seorang Sadam. Meski bukan pertama kalinya jatuh cinta, tapi Sadam merasakan seperti pertama kali. Dia mencintai Aisha, apapun yang ada pada dirinya.
"Keren banget kang Sadam! Ya Allah..." Lilis mengagumi Sadam yang berdiri didepan sana.
"Aisha, beruntung banget!" ujar seorang siswi yang masih tidak berkedip melihat Sadam and the geng.
Menjaga cinta itu...
Bukanlah satu hal yang mudah
__ADS_1
Namun sedetik pun tak pernah kau
Berpaling dariku
Beruntungnya aku...
Dimiliki kamu...
Kamu adalah bukti
Dari cantiknya paras dan hati
Kau jadi harmoni saat ku bernyanyi
Tentang terang dan gelapnya hidup ini
Dari baiknya Tuhan padaku
Waktu tak mengusaikan cantikmu
Kau wanita terhebat bagiku
Tolong kamu camkan itu...
Setelah selesai menyanyikan semua liriknya, Sadam turun dari atas panggung. Ia menyimpan gitarnya, lalu membawa bunga primrose merah yang ia simpan dibelakang panggung tadi.
Bunga primrose melambangkan cinta abadi. Dengan memberikan bunga ini, seseorang dapat mengungkapkan kepada pasangan bahwa seseorang tidak bisa hidup tanpa seseorang itu.
Pria itu terus mendekat ke arah Aisha, hingga mereka hanya berjarak 3 langkah saja. Dengan perasaan hangat dan berdebar karena disaksikan banyak orang, Sadam memberanikan diri seperti ini. Untuk menunjukkan bahwa Aisha sudah ia tandai. Meskipun belum menjadi miliknya, ia yakin Aisha juga memiliki rasa yang sama dengannya.
__ADS_1
"Aisha...aku tidak pandai untuk merangkai kata-kata indah, aku bukan penyair, bukan pula seorang pujangga. Aku hanya merasakan jantungku berdebar saat dekat sama kamu, aku merasakan kamu memberiku cahaya didalam kegelapan. Kamu mengajarkanku Islam, menuntunku untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Kamu bukan hanya menyelamatkan nyawaku, tapi juga batinku yang sempat tersesat."
"Satu hal yang ingin aku katakan sama kamu, didepan semua orang disini. Terutama sama keluarga kamu. Bahwa aku mencintaimu, Aisha." Kata Sadam begitu lirih dan hangat.
Jantung Aisha berdebar kencang, dia menatap manik mata Saka dengan dalam. Sementara Pak Asep yang mendengarnya, langsung beranjak dari tempat duduknya dan menghampiri Aisha.
"Aisha, ayo pulang!"
***
Assalamualaikum π₯°hai readers setia Sadam Aisha. Maaf baru up lagi ya πmau kasih tau 4 episode lagi ending....dan author mau kasih tau pemenang give away novel ini.
Bagi nama-namanya yang tertera disini, silahkan hubungi author lewat chat ya π Maafkan author mau bagi-bagi dikit aja π Berikut nama-namanya :
Karmila
Kurnianovi
Apriyanti
Ramadhani Kania
Anne Rukpaida
Selamat kepada para pemenang π₯°π₯° dan silahkan hubungi author πkirim no ponsel kalian juga ya
__ADS_1