When Bad Boy Meet Sholehah

When Bad Boy Meet Sholehah
Bab 37. Kampus Aisha


__ADS_3

...🍀🍀🍀...


Melihat putrinya duduk didekat jendela, membuat Pak Asep mendekatinya. Mungkin saja putrinya sedang memikirkan sesuatu sampai melamun seperti itu.


"Neng, ada apa? Kenapa kamu ngelamun malam-malam begini?" tanya Pak Asep sambil duduk didepan Aisha.


"Teu aya nanaon pak~nggak ada apa-apa Pak." jawab Aisha seraya mengulum senyum tipis di bibirnya.


"Kamu teh beneran bogoh sama anak kota itu, neng?" tanya pak Asep yang membuat Aisha tercekat. Ia tak bisa menjawab langsung pertanyaan bapaknya itu.


"Bapak teh nggak akan larang kamu sama dia, kalau kamu emang bogoh sama kang Sadam. Bapak teh cuma pengen kamu bahagia, Neng." ungkap Pak Asep sambil menghela nafas.


"Tapi bapak hanya ingin melihat dan mengetes seberapa serius kang Sadam sama kamu. Sebenarnya bapak enggan kalau kamu menikah muda. Tapi mau gimana lagi, daripada zina kan?"


"Ja-jadi bapak..." mata Aisha menatap bapaknya dengan bingung. Apa artinya semua ini? Apakah bapaknya setuju dengan Sadam?

__ADS_1


"Bapak seperti ini bukan karena bapak setuju, tapi ya...Bapak hanya memikirkan kebahagiaan kamu." lirih pak Asep yang lalu menepuk bahu Aisha.


"Pak..." Aisha merasa senang dan terharu karena ternyata bapaknya mendukung perasaannya. Lantas, ia pun memeluk bapaknya dengan penuh kasih sayang dan rasa syukur.


"Makasih pak, bapak udah dukung Aisha."


"Apapun demi kamu neng. Tapi kamu harus sabar nunggu dia," ucap pak Asep kepada Aisha. Gadis itu menganggukkan kepalanya, ia memang harus menunggu 1 bulan lagi sampai Sadam menemuinya. Tapi dia lega alhamdulilah karena restu sang ayah sudah dikantonginya.


****


Keesokan harinya, Aisha pergi ke kota untuk ke kampus dan menyerahkan biodata dirinya juga melihat jadwal kuliahnya nanti. Dia akan melalui MOS untuk minggu depan terlebih dahulu sebelum memulai kuliah.


Saat Aisha sedang berjalan-jalan melihat kampus, tanpa sengaja Aisha melihat Arga dan Genan sedang berjalan beriringan.


"Itu kan kang Genan sama kang Arga! Jadi mereka ngampus disini juga?" Aisha tersenyum melihat kehadiran orang yang dikenalnya di sana.

__ADS_1


Lantas, Aisha pun menghampiri kedua cowok yang sedang berjalan di lorong. Melihat Aisha di sana, sontak saja Genan dan Arga menyapanya.


"Sholehah! Ini Lo?" tanya Genan kaget. Dia melihat gadis itu dari atas sampai ke bawah.


"Eh Genan, salam dulu keles!" ujar Arga sembari menyenggol lengan Genan.


"Assalamualaikum Sholehah." sapa Arga dan Genan bersamaan dengan sopan, diiringi senyuman hangat mereka.


"Waalaikum salam kang Genan, Kang Arga. Ternyata kalian teh kuliah di kampus ini juga," ucap Aisha sambil tersenyum pada kedua cowok itu.


"Iya...btw Lo kenapa ada disini? Lo kuliah di kampus ini juga kah?" tanya Genan yang mendapatkan anggukan kepala dari Aisha.


"Wah... seriusan? Si Sadam pasti bakal seneng banget tuh," ucap Arga membayangkan bagaimana reaksi Sadam nanti ketika bertemu dengan Aisha dan bahkan satu kampus dengan wanita pujaan hatinya. Pastinya Sadam sangat bahagia.


"Ngomong-ngomong soal Sadam, udah 2 bulan ini dia sibuk. Apa Lo mau tau dia dimana? Mumpung Lo lagi kesini." ujar Genan.

__ADS_1


"Ayo Sholehah, kita lihat Sadam lagi ngapain. Lo pasti penasaran kan?" tanya Arga lagi. Sejujurnya, Aisha menang penasaran dengan kabar Sadam selama 2 bulan ini. Akhirnya gadis itu pun pergi dengan Arga dan Genan. Aisha naik angkot, sedangkan Genan dan Arga naik motor mereka sendiri. Lalu mereka bertiga pun tiba disebuah restoran.


...***...


__ADS_2