
Sontak saja Aisha, Riki dan Pak Asep kaget mendengar penuturan Sadam yang terlihat serius. Pria itu mengatakan bahwa dia ingin menikahi Aisha. Tentu saja Pak Asep tidak percaya begitu saja. Dia masih beranggapan bahwa Sadam adalah anak kota, seorang player, anak geng dan tidak mungkin serius pada putrinya yang polos ini.
"Menikah? Kamu ingin menikahi anak saya? Kamu bercanda ya?" tanya Pak Asep dengan senyuman sinis di bibirnya.
"Saya tidak bercanda pak. Saya jatuh cinta kepada anak bapak, Aisha. Saya ingin menjadikan Aisha istri saya," ucap Sadam formal seraya melirik ke arah Aisha yang terlihat bingung dan kaget.
"Tadinya saya ingin memberitahu bapak dan melamar Aisha secara resmi bersama keluarga saya. Namun, tampaknya ada kesalahpahaman diantara kita pak. Jika bapak merasa ada yang kurang dari saya, atau ada yang harus saya jelaskan. Bapak bisa bertanya pada saya," ucap Sadam yang terdengar dewasa dan juga lugas. Tentu saja dia harus humble dan tegas, saat berhadapan dengan calon papa mertuanya.
"Saya rasa tidak ada yang perlu dibicarakan sama kamu. Lagian kamu pasti sudah tau kan, kalau saya sudah menetapkan siapa yang akan menjadi suami Aisha!" tegas pak Asep, namun itu tidak membuat Saka menyerah.
"Tapi Aisha mencintai saya dan ini bukan zamannya jodoh jodohan pak. Tolong, beri saya kesempatan!" Sadam percaya diri, dia mengatupkan kedua tangannya seraya memohon pada Pak Asep.
"Saya tidak bisa, maaf."
__ADS_1
"Pak, saya tau bapak masih sulit menerima anak saya. Tapi tolong, berikan kesempatan kepada anak saya pak!" kata Arina yang tiba-tiba datang dan membantu Sadam.
"Benar pak Asep, bukankah kebahagiaan anak-anak itu adalah yang terpenting. Saya janji dan saya bisa menjamin, bahwa cucu saya bisa membahagiakan putri bapak." ucap Bu Rianti yang juga membantu Sadam untuk meruntuhkan tembok bernama Asep itu. Alias halangan restu dari calon bapak mertua. Bu Rianti tentunya tidak mau melewatkan gadis sebaik Aisha yang membuat hidup Sadam berubah jadi lebih baik, untuk menjadi cucu mantunya.
Pak Asep bergeming, tampaknya ia masih berpikir tentang hal ini. Pak Asep juga bisa merasakan bahwa Aisha mencintai Sadam, tapi dia belum percaya pada Sadam.
"Aisha masih muda, dia baru saja lulus SMA. Saya tidak bisa menikahkan anak saya sekarang dan saya tidak percaya pada Sadam." katanya lagi memutuskan.
Pak Asep menghela nafas berat, sampai akhirnya ia lelah karena keluarga Sadam juga Sadam terus mendesaknya.
"Aisha, kamu cinta sama Sadam?" pertanyaan yang sebenarnya tak ingin Pak Asep tanyakan itu, artinya ditanyakan nya juga pada Aisha.
Gadis berkerudung merah itu, tercekat dan menatap sang ayah. Dia terlihat gugup dan gelisah.
__ADS_1
"Aisha jawab bapak. Apa kamu ada hati sama Sadam? Kamu mau bapak kasih kesempatan sama dia?" tanya pak Asep lagi, pria itu berharap Aisha menjawab tidak.
Sadam menatap gadis yang dicintainya dengan sendu dan berharap. Ia yakin bahwa percaya dirinya itu benar. "Iya pak, Aisha suka sama Kang Sadam."
Semua keluarga Sadam, merasa lega mendengar itu. Mereka senang karena Aisha sudah memberikan Greenlight untuk Sadam.
"Baiklah. Saya akan memberimu kesempatan, buktikan pada saya kalau kamu pantas menjadi salah satu calon suami putri saya."
"Siap pak! Bapak ingin pembuktian yang seperti apa?" tanya Sadam semangat.
"Kenapa harus tanya sama saya? Lakukan apa yang harus kamu lakukan sebagai calon kepala rumah tangga dan untuk membahagiakan putri saya!" Cetus pak Asep yang membuat Sadam berpikir keras. Apa maksud ucapan pak Asep?
...****...
__ADS_1