When Bad Boy Meet Sholehah

When Bad Boy Meet Sholehah
Bab 39. Datang Melamar


__ADS_3

Sadam berlari keluar dari dapur dengan buru-buru, bahkan pria itu menjadi pusat perhatian beberapa tamu yang ada di sana. Sadam seperti kebelet pipis saja, haha.


Hingga langkah Sadam terhenti manakala ia melihat gadis cantik yang selama 2 bulan ini membuatnya rindu. Gadis itu terlihat cantik dengan hijab berwarna pink dan blouse berwarna putih juga rok berwarna pink yang senada dengan hijabnya.


Hati Sadam berdebar melihat kehadiran gadis itu, bahkan sampai langkahnya terhenti ditengah jalan. Hingga beberapa detik kemudian, ia pun kembali sadar dan berjalan mendekati Aisha dan kedua temannya yang ada di meja paling ujung.


"Assalamualaikum Aisha."


'Apa aku mimpi? Aisha benaran ada disini? Apa dia kesini buat nemuin aku?' kata Sadam dalam hatinya.


Atensi Aisha beralih pada Sadam yang memanggil namanya. Sadam sendiri hanya melihat Aisha dan menyapa gadis itu, tapi tidak dengan kedua temannya.


"Waalaikumsalam Kang," jawab Aisha sambil memalingkan wajahnya. Ia tidak bisa menahan getaran rindu didalam dirinya bila melihat Sadam.

__ADS_1


'Eh, kenapa Aisha kayak nggak mau lihat aku? Apa dia marah karena aku nggak ada kabar 2 bulan ini?' Pikir Sadam dalam hatinya.


"Ehem, giliran gue kasih gambar neng Sholehahnya aja langsung gercep. Kalau gue yang telpon sampai ribuan kali juga nggak bakalan diangkat!" Genan mencibir Sadam yang kalau urusan Aisha langsung gerak cepat.


"Ide Lo bagus banget Nan!" celetuk Arga pada temannya itu. "Si Sadam jadi keluar dari tempat persembunyiannya." timpalnya lagi seraya melirik sebal pada Sadam.


Namun Sadam tak mengindahkannya, dia masih menatap Aisha yang berpaling darinya. Akhirnya Genan menyuruh Sadam untuk bergabung makan siang bersama mereka bertiga. Terlihat Sadam dan Aisha sama-sama canggung, mungkin karena sudah lama mereka tidak bertemu dan memberi kabar.


"Jadi kamu ada disini untuk pergi ke kampus?" tanya Sadam.


"Iya Kang. Lalu gimana kabar akang selama dua bulan ini?" tanya Aisha yang penasaran dengan kabar Sadam selama ini.


"Alhamdulillah baik. Sholeha, tunggu aku 1 bulan lagi. Aku janji akan datang dan menjadikan kamu milikku selamanya. Sekarang aku sedang berusaha untuk masa depan kita dan membujuk Pak Asep."

__ADS_1


"Iya Kang, aku akan nunggu akang." ucap Aisha sambil tersenyum. Dia siap menunggu Sadam, entah itu mau 1 bulan, 1 tahun. Aisha tidak terburu-buru untuk menikah, yang jelas hatinya sudah untuk Sadam.


Setelah pertemuan itu, Sadam dan Aisha tidak bertemu selama 1 bulan. Hari yang ditunggu-tunggu pun tiba, dimana Sadam dan keluarganya datang menemui pak Asep, Riki dan Aisha.


Pak Ferdi sebagai ayah angkat Sadam mengatakan tentang niat baik mereka untuk melamar Aisha. Selama 3 bulan ini, Sadam sudah belajar mandiri dan sebentar lagi kuliahnya juga selesai. Selain belajar mandiri dan bekerja, Sadam juga belajar agama. Namun belajar agama, tidak akan pernah cukup. Meskipun begitu, Sadam akan berusaha untuk belajar dan terus belajar seiring berjalannya waktu untuk menjadi imam yang baik.


"Saya terima lamaran dari nak Sadam. Namun sebelum itu, saya ingin nak Sadam berjanji." Sadam menganggukkan kepalanya.


"Tolong berjanji untuk membahagiakan anak saya, jangan membuat anak saya menangis. Karena Aisha adalah putri yang saya sayangi. Sadam, saya percaya kamu bisa menjadi imam dan ayah yang baik untuk keluargamu kelak."


"Saya berjanji pak, saya akan menjaga dan membahagiakan Aisha. Meskipun saya jauh dari kata sempurna untuk menjadi imam yang baik, saya akan selalu berusaha yang terbaik untuk keluarga saya kelak, terutama Aisha. Karena saya mencintainya." ungkap Sadam berjanji dihadapan keluarganya dan juga keluarga Aisha.


...****...

__ADS_1


__ADS_2