
...🍀🍀🍀...
Sontak saja Lilis, Ima dan juga Aisha menatap tajam pada sosok penata rias dadakan yang tiba-tiba datang untuk merias Aisha. Saat si penata rias itu mengatakan tentang calon istri Sadam, hingga ketiga gadis itu terkejut bukan main.
"Teteh, sebenarnya teteh teh siapa? Kenapa teteh bilang kalau Aisha calon istri kang Sadam?" tanya Lilis dengan nada bicaranya polos.
Wanita itu tersenyum sambil menggaruk-garuk kepalanya. "Sebenarnya saya kakak sepupunya Sadam. Oh ya, kita belum kenalan ya. Nama saya Sarah."
"Jadi teteh itu kakak sepupunya kang Sadam? Jadi teteh disuruh kesini sama kang Sadam?" tanya Ima lebih dulu yang secara tak langsung mewakili Aisha untuk bertanya.
"Iya. Sadam yang nyuruh saya kesini, buat Aisha."
Blush~
__ADS_1
Seketika muncul rona merah di pipi Aisha kala mendengarnya. Terbit juga senyuman manis nan indah dibibirnya yang sudah di poles lipstik berwarna nude itu.
"Cie...cie...Aisha yuhuy!" goda Ima seraya menyenggol lengan Aisha.
"Kang Sadam teh beneran naksir sama kamu, Ai. So sweetnya ditaksir sama Ji Chang Wook kw 2 haha." celetuk Lilis sambil tersenyum menggoda temannya juga, sama seperti Ima.
"Baru kali ini loh, Sadam minta sesuatu sama kakak. Selama ini dia orangnya jarang ngomong, apalagi minta sesuatu. Lalu tiba-tiba dia minta saya buat jadi penata rias kamu dan bawa baju buat kamu. Saya pikir, siapa wanita yang berhasil membuat Sadam meminta pada saya.Ternyata, kamu orangnya. Kamu spesial, Aisha." tutur Sarah menjelaskan. Ia tersenyum pada Aisha, gadis yang mengenakan gamis berwarna merah maroon itu tampak malu-malu.
Dalam hati Aisha bertanya, "apa benar ia spesial itu di dalam hidup Sadam?"
'Kenapa aku berharap kang Sadam datang ya? Padahal aku nggak tau dia datang atau enggak' Meski banyak orang-orang tersayangnya di acara itu. Namun, Aisha merasa tidak lengkap karena Sadam tidak ada disana.
"Saya akan mengumumkan siswa dengan nilai terbaik angkatan taun ini. Dan siswa terbaik, juara umum sekolah adalah Marwah Aisha Adawiyah!"
__ADS_1
Prok, prok, prok!
Begitu nama Aisha disebutkan, semua orang sontak saja bertepuk tangan. Pak Asep dan Riki sangat bangga dengan prestasi Aisha. Mereka memberikan ucapan selamat kepada Aisha.
"Marwah Aisha Adawiyah, dipersilahkan untuk naik ke atas panggung!" ujar MC di acara wisuda tersebut.
Aisha tersenyum, dia berdiri dari tempat duduknya kemudian berjalan ke atas panggung. Semua mata memandangnya, termasuk Yusuf yang sedari tadi tidak berpaling dari Aisha.
Setelah sampai di depan sana, Aisha menerima penghargaan dari kepala sekolah dan guru-guru sebagai siswa terbaik, teladan. Aisha mendapatkan piala dan juga medali penghargaan.
"Alhamdulillah...terimakasih kepada Allah SWT yang senantiasa mengiringi langkah saya disetiap perjalanan untuk menimba ilmu, baik dalam hal lainnya. Terimakasih juga kepada semuanya, teman-teman...terutama keluarga yang sudah mendukung saya. Saya bukan apa-apa tanpa mereka semua. Terutama atas seizin Allah SWT, semua ini tidak akan terjadi." Aisha mengucapkan satu dua patah kata atas keberhasilannya. Gadis itu terlihat menawan dan sederhana.
Namun tiba-tiba saat ia akan turun dari panggung, sontak saja semua orang terkejut melihat ke arahnya dengan takjub. Ada sesuatu dibelakang Aisha yang membuat semua orang takjub. Aisha pun membalikkan badannya dan dia melihat sesuatu mengejutkan disana.
__ADS_1
"Dia..."
...****...