
Sadam yang awalnya tenang saat mengucapkan bahwa Aisha akan dijodohkan dengan Yusuf. Tiba-tiba saja dia tersentak kaget, sontak ia menatap wajah kedua pria paruh baya didepannya itu. Pak Asep dan pak Entis yang masih tampak berbincang-bincang tentang Aisha.
'Sholehah mau dijodohin?' pekik Sadam dalam hatinya.
Sedangkan orang yang dibicarakan itu, terlihat tidak nyaman dengan pembicaraan bapaknya dengan bapak temannya. Selama ini, Aisha menganggap Yusuf sebagai teman dan tidak lebih dari itu. Bisa-bisanya bapaknya membicarakan perjodohan, memangnya ini zaman Siti Nurbaya. Namun disisi lain, Yusuf terlihat senang dengan pembicaraan kedua orang tuanya.
"Pak, Aisha teh mau sekolah dulu...mau kuliah dulu. Aisha teh belum kepikiran buat kesitu." ucap Aisha disela-sela pembicaraan bapaknya dan pak Entis.
'Bagus Aisha, kamu harus nolak perjodohan ini' batin Tristan yang senang dengan ucapan Aisha.
'Bagus Sholehah, jodoh kamu itu aku. Jadi kamu nggak boleh nerima cowok lain' batin Sadam sangat percaya diri. Memang dia sudah memberikan hatinya untuk Aisha, sejak ia memberikan kalung ibunya kepada gadis itu.
"Neng, maksud bapak bukannya langsung nikah. Maksud bapak, kamu teh tunangan dulu sama Yusuf. Kalau udah terikat, bapak teh bisa adem kan?" celetuk pak Asep seraya melihat ke arah Sadam dan Tristan yang sedang makan, tapi mereka tak fokus.
"Tapi pak, Aisha belum siap. Aisha mau kuliah dulu," tolak Aisha halus. Dia tidak bisa secara terang-terangan mengatakan bahwa dirinya tak suka Yusuf, karena takut melukai hati Yusuf dan juga ayahnya yang ada disana.
Raut wajah Yusuf berubah menjadi muram, saat Aisha menjawab begitu. Entah kenapa Yusuf merasa di ditolak bahkan sebelum mengatakan cintanya pada Aisha.
__ADS_1
Setelah itu suasana menjadi hening, sampai selesai makan. Pak Entis dan putranya Yusuf pamit pulang ke rumah mereka. Kemudian, Pak Asep juga langsung menyuruh Sadam dan Tristan untuk pergi dari sana.
"Terus kalian teh masih mau ngapain disini?" tanya Pak Asep pada Tristan dan Sadam yang masih duduk-duduk di sofa rumah sederhana itu.
Kedua pria itu sontak saling menatap satu sama lain. Kemudian dengan kompak mereka mengatakan tujuan awal mereka datang kemari, yaitu untuk minta maaf pada pak Asep dan semua keluarganya. Atas apa yang menimpa Aisha.
"Ya sudah, saya maafin kalian. Tapi kalian tidak boleh datang lagi kemari dan mendekati anak saya!"
Awal-awalnya Sadam dan Tristan lega dengan ucapan Pak Asep yang mengatakan memaafkan mereka berdua. Akan tetapi, bagian akhir dari ucapan pria paruh baya itu, sungguh tidak menyenangkan dan membuat tak nyaman Sadam dan Tristan.
Sebenarnya ucapan Sadam membuat pak Asep tertohok. Untuk orang yang pernah menimba ilmu agama di pesantren, pak Asep tau benar dosa memutus tali silaturahmi.
"Pak Asep tau kan hukum memutuskan tali silaturahmi? Hukum memutus tali silaturahmi dijelaskan dalam berbagai dalil Al-Qur'an dan hadits Rasulullah SAW. Bagi umat muslim yang memutus silaturahmi akan mendapatkan azab Allah, tidak diterima amalnya dan bahkan ditempatkan di neraka. Bapak mau tidak diterima amalnya, atau ditempatkan di neraka nanti?"
Sontak saja Aisha yang mendengar itu, menahan tawanya. Dia berada di balik pintu kamarnya. Kata-kata yang Aisha pernah ucapkan padanya, ternyata Sadam masih ingat. Sedangkan Pak Asep dibuat skak mat oleh Sadam.
"Dam, Lo cosplay jadi ustad?" bisik Tristan pada temannya itu dengan kening berkerut.
__ADS_1
"Lo masih muda untuk mengarungi hidup ini bro. Lo harus belajar banyak dari gue!" Sadam malah tersenyum lalu menepuk bahu temannya itu.
Lalu apakah pak Asep akan mengizinkan kedua pria ini untuk bertemu Aisha ke depannya?
***
Assalamualaikum semuanya, author ada rekomendasi karya teman author nih...Coba mampir yah❤️❤️
Author : Vita Zhao
Judul : Penyesalan Kakak Angkat.
Blurd: Zayla Oakley (18 tahun). Gadis cantik, yang harus menelan pil pahit setelah kepergian kedua orang tua angkatnya. Dia dibenci oleh kakaknya sendiri, karena sudah menyebabkan kedua orang tua mereka meninggal. Kakak yang dulu sangat menyayanginya serta penuh kehangatan, kini berubah menjadi dingin dan tak tersentuh. Bahkan sang kakak tanpa ragu menjadikan Zayla pembantu di rumahnya sendiri.
Arion Wesley, laki-laki dewasa berusia 28 tahun yang tak lain adalah kakak angkat Zayla, merasa hidupnya gelap setelah kepergian kedua orang tuanya. Ia bersumpah tidak akan pernah memaafkan kesalahan Zayla. Namun, bagaimana jika Zayla tidak bersalah dalam kecelakaan yang telah merenggut nyawa kedua orang tuanya? Akankah Arion menyesal sudah bersikap buruk terhadap adik angkatnya sendiri?
Bagaimana kisah kehidupan saudara angkat tersebut? Akankah ada cinta diantara mereka? Atau justru berpisah dan hidup dengan pasangannya masing-masing?
__ADS_1