When Bad Boy Meet Sholehah

When Bad Boy Meet Sholehah
Bab 16. Jangan sakiti dia


__ADS_3

🍀🍀🍀


Aisha terkejut manakala ia melihat pria yang tadi menyerang rumahnya. Pria itu menaikkan dagu Aisha dengan pisau belati yang dipegangnya. Gadis itu lebih bergidik ngeri saat melihat raut wajah Tristan yang menyeramkan.


"Lo udah bangun, manis? Apa Lo mau ngomong?" tanya Tristan pada gadis itu, sambil tersenyum sinis. Aisha tidak bisa bicara karena kondisi bibirnya yang tertutup, tapi dia menjawab anggukan kepala.


Tanpa perasaan, Tristan melepas lakban yang menutupi bibir Aisha dengan sekali tarikan. Hingga gadis itu meringis kesakitan bukan main.


"Auw!"


"Sakit ya?" Tristan mengapit pipi Aisha dengan satu tangannya dengan gerakan kasar.


"Ka-kamu teh mau apa? Kenapa kamu bawa saya kesini?" tak mau menyia-nyiakan waktu, akhirnya Aisha bertanya.


"Buat apa gue jawab pertanyaan Lo. Nanti saat Sadam sialan itu udah dateng, lo bakal tau semuanya!" cetus Tristan lalu melepaskan tangannya dari pipi Aisha. Terlihat pipi Aisha yang berwarna putih itu, mereka karena jari Tristan.


"Emangnya apa yang udah kang Sadam lakukan sampai kamu teh semarah ini sama dia?" tanya Aisha dengan intonasi bahasa sundanya yang terdengar lemah lembut.


"Hem...kok bisa ya Sadam suka sama Lo. Seingat gue selera dia yang seksi deh, kayak si Vita." bukannya menjawab, Tristan malah menelisik wajah dan penampilan Aisha yang bisa dibilang kampungan.


Aisha bergeming, begitu mendengar nama Vita disebutkan. Jujur saja, hatinya tidak nyaman.


"Saya nggak ada hubungan apa-apa sama kang Sadam. Dia juga tidak suka pada saya, jadi lebih baik kamu teh lepasin saya aja. Daripada semuanya sia-sia," ucap Aisha yang tidak mau membuat Sadam dalam bahaya.


"Masalah Sadam suka sama lo atau enggak, biar gue yang nilai! Lo diem aja!" sentak Tristan yang membuat Aisha tidak berani bicara lagi. Matanya berkaca-kaca, dia yang berhati lembut dan tumbuh dengan kasih sayang. Tidak pernah mendapatkan bentakan ataupun perlakuan kasar seperti ini.


"Maaf, aku kan cuma nanya."


"Bego!"


"Ta-tapi kenapa kamu mau kang Sadam kesini? Kenapa?" tanya Aisha. "Kalau kang Sadam kesini, apa yang mau kamu lakukan?" Aisha tidak tahan untuk tidak bertanya. Dia khawatir kalau orang ini berbuat jahat pada Sadam.

__ADS_1


"Intinya, kalau dia kesini. Dia bakal mati!" cetus Tristan yang membuat Aisha kaget bukan main.


"Nggak! Jangan apa-apain kang Sadam!"


Merasa Aisha berisik, akhirnya Tristan kembali menyumpal mulut Aisha dengan lakban hitamnya.


Drett..


Drett..


Tak lama kemudian, terdengar suara dering ponsel Tristan yang berbunyi. Tristan pun mengangkatnya dengan cepat. "Woy Sadam, gue udah nungguin Lo dari tadi."


"Dimana Aisha?" suara Sadam terdengar dingin.


"Oh-jadi namanya Aisha?"


"Jangan banyak bacot Lo! Bilang sama gue, dimana dia? Apa dia baik-baik aja?" tanya Sadam cemas.


"Lo dimana?" tanya Sadam to the poin.


"Gue share lock, tapi itu pun kalau Lo bisa nemuin tempatnya. By the way, Lo harus datang sendiri!"


"Fine. But, gue mau denger suara Aisha." pinta Sadam, ia harus memastikan bahwa Aisha baik-baik saja.


Tristan pun membuka kembali lakban hitam itu. Lalu mengarahkan ponselnya tepat didepan bibir Aisha. Gadis itu gemetar ketakutan, apalagi tadi dia mendengar Tristan akan membunuhnya kalau Sadam datang kemari.


"Sholehah, apa kamu ada disana?" tanya Sadam pada Aisha.


Bergeming, hening. Aisha malah diam saat ditanya oleh Sadam. Hingga Tristan pun kesal dan menampar Aisha, agar bicara.


Plak!

__ADS_1


"Auw!"


"Hey! Lo apain Aisha?!" teriak Sadam yang mendengar jelas suara tamparan dan suara Aisha yang meringis kesakitan.


"Habisnya dia nggak mau ngomong sih, ya udah gue pukul aja dia. Hahaha..." Tristan malah tertawa setelah melihat sudut bibir Aisha yang terluka karena tamparan darinya.


Aisha menatap Tristan dengan tajam menandakan bahwa saat ini ia sedang marah.


"Tristan! Lo!"


"Gak usah banyak bacot, cepetan kalau lo mau ngomong sama cewek Lo," ucap Tristan tanpa merasa bersalah.


"Aisha, kamu denger aku baik-baik. Aku bakal datang, kamu tenang ya. Aisha aku pengen denger suara kamu, please bicara..." Sadam berujar lirih, bernada permohonan.


"Kang...jangan kesini, orang jahat ini mau bunuh akang! Nggak usah khawatirkan aku, aku baik-baik aj--Akhh!!"


Tristan lantas menendang perutnya, sampai Aisha menjerit kesakitan. Di sebrang sana, Sadam panik mendengar suara Aisha. Tristan langsung membungkamnya kembali dengan lakban.


"Lo udah denger suara dia kan? Puas?"


"Gue bakal bunuh Lo, Tristan! Kalau Lo sampai nyakitin dia! Gue bersumpah!" teriak Sadam murka.


"Oke, kita fight disini. Kalau Lo gak datang dalam waktu 2 jam. Lo bakal kehilangan dia!" ancam Tristan lalu ia menutup telponnya begitu saja.


Tut...Tut...Tut...


"SIALAN!"


"Dam..." ucap Arga seraya menepuk bahu Sadam. Pria itu tampak emosi.


...****...

__ADS_1


__ADS_2