
...🍁🍁🍁...
Rupanya keberadaan Sadam diketahui lebih dulu oleh ketua Geng Thanos, siapa lagi kalau bukan Tristan. Anak buahnya yang memberitahukan postingan viral seseorang di FB yang menunjukkan foto Sadam di desa Mekarmukti. Setelah ditelisik telisik, memang pria itu adalah Sadam dan Tristan yakin itu.
"Jadi gimana bos?"
"Kita harus samperin dia kesana, kalau perlu habisin!" geram Tristan penuh dendam, sambil memandangi foto perempuan berambut panjang dan memakai seragam putih abu. "Dek, kamu lihat aja...kakak balas dendam sama cowok yang udah buat kamu patah hati! Kakak janji, dia tak akan pernah bahagia! Kakak akan mengambil orang yang dia cintai. Agar dia tau gimana rasanya kehilangan!"
****
Bukan hanya pihak musuh saja yang tau tentang Sadam di FB, tapi juga teman-teman Sadam termasuk mantan pacarnya Evita. Vit sangat senang karena dia tau bahwa Sadam baik-baik saja, setelah kehilangan Sadam. Vita sadar bahwa ia masih mencintai mantan pacarnya itu. Tapi dia lupa diri, kalau dia sudah punya suami.
"God! Syukurlah Sadam masih hidup," ucap Vita bahagia penuh syukur, sambil mengusap wajahnya.
"Sayang, kenapa kamu kayak senang gitu?" tanya Devan sembari memeluk Vita dari belakang. Vita sedikit terkejut sebab suaminya sudah pulang siang-siang begini.
__ADS_1
"Sa-sayang, kamu udah pulang?" tanya Vita seraya melepaskan tangan suaminya yang melingkar di tubuhnya. Lalu ia pun beralih menatap Devan, mereka berhadapan.
"Nggak sayang, aku belum pulang. Aku cuma mau ngajak kamu makan siang bareng. Kita makan siang bareng diluar yuk," ajak Devan lembut.
"Maaf sayang. Aku nggak bisa, soalnya aku--" Vita terlihat berpikir, memikirkan alasan yang jelas.
"Kenapa sayang?" tanya Devan dengan kening berkerut.
"Aku mau ketemu sama temenku sayang, aku ada janji. Ini aku mau berangkat kesana! Maafin aku sayang, kita bisa makan bareng lain kali," alibi Vita dengan senyuman manis dibibirnya. 'Maafin aku Devan, aku bohong sama kamu. Aku mau pergi ketemu Sadam'
Devan sama sekali tidak curiga dengan sikap Evita, selama ini dia selalu membebaskan apapun yang Vita lakukan. Asalkan itu kegiatan positif dan jelas, tidak ada pergi dengan pria karena Devan takut kalau Vita selingkuh.
"Enggak usah sayang, aku sama supir aja. Kamu ke kantor aja, maafin aku gak bisa nemenin kamu makan siang." Sekali lagi Vita meminta maaf.
"Nggak apa-apa sayang, aku bisa makan sama sekretarisku nanti." Devan tersenyum, kemudian dia mencium kening Vita dengan lembut. Ia membiarkan istrinya pergi dengan sang supir dan katanya ingin bertemu seorang teman.
__ADS_1
****
Di dalam perjalanan pulang, Sadam membonceng Aisha naik sepedanya. Mereka berjalan melewati pemandangan indah, sawah dan juga sungai. Sungai yang menjadi tempat dimana Aisha menemukan Sadam.
Sadam tiba-tiba saja menepikan sepedanya di dekat sungai dan Aisha menjadi bingung karenanya. "Eh, kang...kenapa berhenti disini? Ada apa?" tanya Aisha polos.
Sadam tidak bicara, tapi batinnya bicara. Dia harus mengobrol dengan Aisha sebanyak mungkin mumpung sedang berada di luar. Kalau di rumah, adik Aisha pasti akan mengganggunya.
"Kita ngobrol bentar sini! Gue pengen tanya-tanya tentang sungai," ucap Sadam akhirnya.
"Hah? Tanya-tanya tentang sungai?" gumam Aisha bingung.
Sadam duduk diatas batu, kemudian Aisha mengikutinya. Namun duduk mereka agak berjarak cukup jauh. Aisha selalu menjaga jarak karena mereka bukan muhrimnya.
"Akang teh mau ngomong apa sama aku?" tanya Aisha seraya menatap wajah tampan Sadam.
__ADS_1
"Gue pengen lo ceritain, gimana awal mula Lo nemuin gue." Ucapan Sadam adalah permintaan dan tentu saja Aisha tidak menolaknya. Dia menganggukkan kepalanya dan setuju untuk bercerita.
...***...