
Mark menggandeng kemana pun Line. Gadis itu bermuka masam. Jiwa Mark tentu merasa jengah. Sedang jiwa Line tak peduli. Ia memang menjaga tubuh dari jiwa mesum yang ada di dalamnya.
"Lepaskan!" perintah Line mendesis.
"Kau mau apa?" tanya Mark menatap horor gadis di sebelahnya.
"Aku bukan tahanan!' sentak gadis itu kesal.
"Aku tak menahanmu. Tapi aku menjaga tubuhku ... Mark!' bisik Mark pada Line.
"Ck ... Tubuh jelek begini?" hina Line.
"Jelek tapi kau suka membelainya ... Mark!" tekan Mark lagi pada gadis di sebelahnya.
Line menatap tak percaya pada pria di depannya. Ia sangat yakin, jika jiwa Line sekedar menebak.
'Aku merasakannya Mark!" ujar Mark tentu Line sangat tau.
"Aku tak melakukan apapun!" sanggah gadis itu.
"Really?' tanya Mark memindai gadis itu nyinyir.
Line tak menjawab, jiwa Mark tentu tak bisa mengelak. Tentu semua dugaan gadis itu benar adanya.
Mereka masuk di toko berlian. Satu cincin cantik tersemat di jari manis gadis itu.
"Cantik sekali!" puji Line berbinar.
"Kau suka?" tanya Mark merangkul bahu kekasihnya.
"Ya!" jawab Line tegas.
Jika mesra seperti ini. Maka, jiwa keduanya secara tak sadar kembali pada tubuh masing-masing. Keduanya tak menyadari itu.
Mark memanjakan gadisnya. Line juga sangat nyaman. Rengekan manja dan juga tatapan penuh cinta sang gadis membuat hati Mark bergetar.
"Kau cantik sekali sayang," pujinya lalu mengecup bibir sang gadis.
Keduanya berciuman sambil berjalan. Line bersemu merah ketika bibir keduanya lepas.
"Ah, ayo kita ke apartemen !" ajak Mark tak sabar.
Pria itu berada di atas birahinya. Line menghentikan langkahnya. Gerakan di lokasi situs kuno kembali normal setelah elemen bergerak.
Jiwa keduanya bertukar kembali. Kini tatapan berbeda dilayangkan pada gadis di depannya.
Jiwa Mark yang kembali pada gadis merasakan perubahan berbeda. Karena tubuh gadis itu mendadak menolak semua hasrat yang timbul.
"Mau apa kau mengajakku ke apartemen?" tanya Mark yang tentu jiwa Line sangat gusar.
"Ck!" decak Line kesal.
Keduanya kembali seperti Tom dan Jerry. Saling menyindir dan saling meledek. Jiwa Line tentu memenangkan pertarungan itu.
"Cerewet!" sungut Line sebal.
__ADS_1
Mark tertawa penuh kemenangan. Mereka masuk ke restoran ternama, Mike dan dua rekannya telah mengobservasi tempat itu dan diamankan.
"Kau juga ambil kursi dan makanlah Mike!' perintah Mark pada pengawal gadisnya.
"Terima kasih Tuan, tapi kami tidak makan sebelum klien kami aman di rumah," jawab Mike tegas.
Mark diam, Mike memang bertugas dengan keamanan gadisnya. Keduanya makan dalam penjagaan ketat.
Usai makan, mereka kembali ke hunian besar Mark. Tadinya Line meminta untuk tinggal di kondominium pria itu.
"Tidak, nanti kau memperkosaku!" tolak Mark.
"Sialan!" umpat gadis itu.
Jiwa Mark kesal, namun ia merasakan dirinya diintai oleh seseorang. Line menoleh seiring Mike yang juga menoleh arah tatapan kliennya.
"Apa aku tengah diamati?" tanya gadis itu.
"Benar Nona," jawab Mike jujur.
"Kalau begitu kita gegas ke mansion!" ajak Mark.
Pengawal melindungi ke duanya. Mike menandai pria sama yang mengamati Line.
"Dia berani sekali!" ujar Mike kesal sendiri.
Mereka naik kendaraan mewah dan meninggalkan mall ternama di kota itu.
Butuh dua puluh menit mereka sampai di hunian mewah itu. Mark langsung memberi perintah pada Mike untuk menjaga keamanan Line.
"Lock Gideon adalah pembunuh spesialis. Ada kembarannya bernama Kirk Gideon yang ditahan di penjara Alaska!" jelas Mike.
"Dia pria bodoh yang mau membunuh ayahku. Tenaganya tak sebanding denganku!" sahut Line meremehkan Lock.
"Itu kembarannya Kirk!" ujar Mike.
"Katanya ...."
"Kami sampai sekarang tidak tau bagaimana mereka bisa berganti peran sedemikian cepat!" jawab Mike lagi.
Line diam begitu juga Mark. Marcus dan Maria tentu sangat khawatir.
"Sayang, tambah pengawalan. Aku tak peduli jika harus mengeluarkan semua hartaku!" pinta Maria pada suaminya.
Marcus mengangguk, ia meminta Mike mendatangkan rekan-rekan lainnya. Perusahaan SavedLived menyanggupi.
"Aku memimpin langsung pengawalan ini!" ujar Rahardian Putra Black Dougher Young.
Pria itu pamit pada keluarga besar. Perusuh-perusuh masih mendominasi keluarga yang terkadang membuat kota sibuk akibat perlakuan keluarga super kaya raya itu.
"Jaga dirimu sayang," ujar Affhan yang sudah berusia sembilan puluh tahun lebih.
Pria gaek itu masih tampan, di sisinya ada sang istri yang setia berada di sisinya. Dari seluruh keturunan asli. Hanya Affhan yang masih hidup Sedang yang lain sudah lebih dulu wafat.
"Aku rindu Daddy," keluhnya.
__ADS_1
Pria itu mengingat sosok ayah yang selalu tau di mana anak-anaknya berada. Virgou yang mengawasi anak-anak akan selalu tau di mana keturunannya berada.
"Aku berusaha sepertimu Daddy, menjaga semua keturunanku agar tetap mengguncang dunia ini!" tekadnya dalam hati.
"Papa memanat!' seru putra dari Rahardian yang baru berusia tiga tahun.
"Sayang, jangan lupa sholat ya. Minta pertolongan Allah," pinta sang istri.
Rahardian mencium kening wanita yang sangat ia cintai itu. Pria itu juga bersimpuh di kaki ibunya yang telah renta.
"Mom, aku pamit minta restumu,"
"Jaga diri Nak!"
Rahardian pergi dengan enam pengawalnya. Mereka menggunakan jet pribadi bernama Rion Airways.
Hari masih gelap, jet pribadi milik mendiang Rion itu sampai di bandara pribadi milik Ortega.
"Pa, kita sudah sampai!" ujar Rain Permana Hugrid Dougher Young.
Rain adalah cicit Rion, Rion wafat di usia sembilan puluh satu tahun. Satu bulan setelah berpulangnya istri tercinta Azizah.
Sedang yang lain meninggal diusia kurang dari delapan puluh tahun. Bahkan Aarav keturunan termuda dari pasangan Leon dan Najwa meninggal diusia enam puluh lima tahun.
"Ketua!" sambut Mike.
Rahardian mengangguk, mereka pun naik mobil mewah menuju sebuah hunian yang memang diperuntukkan kepada mereka.
"Kita langsung adakan rapat!" ujar Rahardian.
Semua berkumpul, hanya beberapa pengawal tampak berjaga-jaga di sana.
"Yang harus kita selidiki adalah bagaimana Kirk yang dipenjara jauh dari negara ini bisa ada di satu lokasi yang sama dengan saudara kembarnya. Sedang keberadaan Lock hilang?" ujar Rahardian.
Semua tampak menyimak. Rahardian terus meneliti semua hal. Mengunci beberapa kejadian.
Keberadaan bravesmart ponsel di tangannya benar-benar sangat membantu.
"Apa ini?" tanyanya kemudian.
Signal tiba-tiba hilang. Rahardian mengetik dan mengetik. Pria itu seperti melawan sesuatu tapi bukan virus atau data penyusup.
Ada energi lain yang hadir dan menghalang semuanya. Mereka seakan terbentur oleh elemen lain.
"Apa ini ... Kenapa ada yang menghalangi?" tanyanya.
Blup! Layar mati dan tak bisa menangkap apapun. Rahardian tercengang, untuk pertama kalinya kecanggihan komputer dan data yang diciptakan oleh nenek buyutnya Azizah tak bekerja sama sekali.
"Ketua, itu apa?" tanya Mike ketika layar menggambar sebuah gerakan rasi bintang.
"Nectra zodiatus regraa!" gumam Rahardian.
"Situs kuno pergerakan rasi bintang!"
Bersambung.
__ADS_1
next?